Pulau Komodo Jadi Perbincangan yang Cukup Hangat Di Media Sosial, KLHK Beri Kepastian tak Ada Komodo yang Mati

- Reporter

Senin, 26 Oktober 2020 - 18:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

siarandepok.com-Akhir-akhir ini, beredar kabar viral di tengah publik mengenai taman wisata dengan tema Jurrasic Park yang akan hadir di Pulau Rinca, Labuan Bajo, NTT.

Tempat wisata yang berada di kawasan konservasi binatang komodo tersebut, telah masuk dalam proses pengerjaan.

Kendati telah memasuki proses pengerjaan, namun tak sedikit pihak melakukan penolakan terhadap proyek pembangunan tersebut.

Terkait hal tersebut, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) angkat bicara mengenai kehidupan habitat di dalamnya, terutama komodo.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam Dan Ekosistem KLHK, Wiratno menyatakan, pihaknya akan terus mengawasi jalannya pengerjaan proyek pembangunan taman wisata Jurassic Park tersebut.

Ia juga akan memastikan bahwa tidak akan ada komodo yang menjadi korban akibat dari pembangunan tersebut.

“Nggak boleh ada satu ekor pun komodo yang mati. Oleh karena itu saya memastikan lagi. Kamis saya ke Pulau Rinca, memastikan protokol yang lebih ketat lagi. Terutama pada pekerja,” ungkap Wiratno

Wiratno menjelaskan, ada sekitar 10 ranger yang ditugaskan untuk berjaga setiap harinya di kawasan tersebut, guna memastikan pembangunan tidak membahayakan bagi komodo.

Ia juga mengklaim, bahwa masyarakat sekitar juga turut mengawasi pembangunan taman wisata Jurassic Park tersebut.

Sejauh ini, diketahui terdapat sekitar 60 komodo yang berada di area seluas 500 hektare di kawasan pulau yang sedang dibangun. Dari jumlah tersebut, setidaknya ada 15 ekor komodo yang diketahui sering berkeliaran.

Sedangkan di luar area kawasan tersebut, terdapat sekitar 1.300 komodo yang berhabitat di Pulau Rinca.

“Hanya ada 60 ekor dan 15 ekor yang sering keliatan di tempat pembangunan ini. Lalu tempat turis datang hanya 2,5 persen dari luas Pulau Rinca. Pulau Rinca luasnya 20 ribu hektar,” ujar Wiratno.

Wiranto menambahkan, dibangunnya taman wisata di Pulau Rinca bertujuan agar wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut nantinya tidak lagi bersinggungan langsung dengan komodo, seperti sebelumnya.

Taman wisata tersebut akan dibuatkan bangunan yang menggantung di atas daratan, sehingga wisatawan hanya bisa melihat komodo dari atas

Selain itu, dermaga yang terdapat di pulau Rinca juga akan diperbesar. Tujuannya agar mampu menampung lebih banyak kapal yang tentunya akan mengangkut lebih banyak wisatawan yang berkunjung.

Wiranto menjelaskan, pembangunan taman wisata Jurassic Park, yang masuk dalam wisata proritas ini, direncanakan akan rampung pada Juni 2021.

Sementara itu, terkait pemberitaan yang viral mengenai komodo yang menghadang truk proyek pembangunan, Wiratno mengatakan, foto tersebut ditangkap saat area pembangunan saat itu masih dibuka untuk turis.

Namun kini, Wiratno menjelaskan bahwa Menteri LHK Siti Nurbaya, telah menginstruksikan area wilayah pembangunan ditutup dari wisatawan.

“Sejak sekarang sudah tidak ada turis yang masuk ke situ. Bukan karena menutupi pembangunan, tapi semua yang under construction tidak boleh ada yang masuk karena membahayakan. Tapi komodo memang lewat situ, bukan berhadap-hadapan. Truknya sedang terperosok di situ. Tapi jalur itu memang jalur komo berjemur, tiap hari mereka kelua,” katanya.

Sebelumnya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), telah meminta KLHK untuk turun tangan terkait berbagai respon yang ramai di masyarakat mengenai pembangunan taman wisata ini.

Direktur WALHI NTT, Umbu Wulang, menilai proyek ini akan mengganggu dan mengancam ekosistem komodo, yang merupakan satwa langka dan endemik di kawasan tersebut.

Menurutnya, langkah pemerintah dengan membangun infrastruktur di tengah kawasan konservasi di Pulau Rinca, seolah lebih mementingkan perkara pariwisata dibanding melindungi ekosistem komodo.

“Kalau kami melihatnya fenomena itu membuktikan kekhawatiran kita di awal, soal bahwa proses menjadikan kawasan konservasi Pulau Rinca di dalamnya juga masuk urusan-urusan wisata yang berbasis pada infrastruktur skala besar,” ujar Umbu Walang.

Hingga saat ini, penolakan dari masyarakat terus berlanjut. Bahkan tagar #SaveKomodo menjadi trending di media sosial Twitter, sebagai bentuk kecaman masyarakat terhadap pembangunan taman wisata Jurassic Park yang dinilai mengancam keberlangungan hidup komodo di kawasan tersebut.

Berita Terkait

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Mengikuti Festival Hari Bumi 2026 Bersama 55 Santri dan Guru
Uji Keyakinan, Kuil di India Wajibkan Pengunjung Minum Campuran Urin Sapi
Dilema Trump: Ingin Akhiri Perang Iran, Tapi Teheran Menolak Takluk
Iran Menggila! Tembaki dan Sita Kapal yang Coba Keluar Selat Hormuz
Tok! Trump Perpanjang Gencatan Senjata AS-Iran Tanpa Batas Waktu
Puan Ketok Palu, RUU PPRT Sah Jadi Undang-Undang
Update Konflik: Iran Beri Syarat “All-in” ke Amerika Serikat
Kadis KPKP DKI Akui Sulit Musnahkan Ikan Sapu-Sapu Satu Per Satu

Berita Terkait

Rabu, 29 April 2026 - 15:15 WIB

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 April 2026 - 15:12 WIB

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 April 2026 - 09:45 WIB

Kecamatan Pancoran Mas bersama FKUB dan Kemenag Kota Depok Gelar Harmonisasi Tokoh Agama dan Tokoh Masyarakat 

Rabu, 29 April 2026 - 09:43 WIB

Warga Sampaikan Keluhan Air, Lurah Pondok Cina Jembatani dengan PT Tirta Asasta Depok (Perseroda)

Rabu, 29 April 2026 - 09:41 WIB

Wawalkot Depok Hadiri Pelantikan PGPI, Dorong Penguatan Pelayanan Umat

Rabu, 29 April 2026 - 09:19 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Bangun Ekosistem Transaksi Cashless dan Digitalisasi Program Pesantren

Selasa, 28 April 2026 - 15:23 WIB

SMK Keluarga Widuri Gelar Tour Wisata Edukasi Bromo, Malang Jogja Tahun 2026 Bersama Dirgantara IAI Tour Travel Depok

Selasa, 28 April 2026 - 15:20 WIB

Jabar Perkuat Kolaborasi Lintas Lembaga untuk Perlindungan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru

Berita Pilihan

Buku Panduan Cara Unik Promosi Sekolah Karya Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:15 WIB

Berita Pilihan

Best Seller Buku Panduan Masuk Pondok Modern Darussalam Gontor

Rabu, 29 Apr 2026 - 15:12 WIB