Evaluasi Pemerataan Pendidikan di Lihat dari PJJ

- Reporter

Rabu, 18 Maret 2020 - 14:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

adanya Virus Corona (Covid-19) membuat seluruh pemerintah provinsi di Pulau Jawa mengubah melakukan upaya sebaik mungkin untuk menghindari terjadi perkumpulan orang, hal ini dikarenakan penyebaran virus tersebut bergerak sangat cepat. Upaya tersebut antara lain Pemerintah membuat pendidikan di kelas menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).

Muhammad Zuhdi  selaku Pakar pendidikan, melihat kesiapan guru dan siswa dalam PJJ ini sangat variatif, ada yang siap, terpaksa siap, hingga betul-betul tidak siap.

“Pada persoalan ini, kita akan melihat disparitas yang tinggi antara satu kelompok sosial ekonomi tertentu dengan lainnya,” katanya pada Selasa (17/3).

 

Zuhdi mengatakan, hal ini bisa menjadi kesempatan baik bagi pemerintah pusat dan daerah untuk melihat sebaran pemanfaatan teknologi informasi di sekolah atau madrasah, termasuk siswanya. Sebab, Semua anak Indonesia berhak memperoleh pendidikan berkualitas, maka dari itu pemerataan kualitas pendidikan adalah sebuah kemestian..

 

 

Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu menyampaikan bahwa pemerintah sudah memiliki standar sarana prasarana pendidikan.  Karenanya, ia menegaskan pemerintah, khususnya pemerintah daerah, pertama, perlu memperhatikan bagaimana membuat kesenjangan teknologi informasi antarlembaga pendidikan menjadi rendah. Kedua, bagaimana membuat para pendidik mampu mengubah paradigma pembelajaran yang mereka miliki, dari konvensional menjadi blended learning. Ketiga, bagaimana pemerintah memanfaatkan generasi milenial yang memiliki potensi di bidang ini untuk mengubah model pendidikan di masa depan. PJJ ini.

Ia menambahkan, memaksa sekolah dan madrasah untuk siap memanfaatkan teknologi informasi untuk pembelajaran secara lebih luas. Pun dengan siswanya, PJJ akan menjadi modal buat mereka untuk bisa menjadi pembelajar mandiri di masa depan. Terlebih, kata alumnus Pondok Pesantren Al-Masthuriyah Sukabumi itu, modul pembelajaran daring sudah didesain untuk memenuhi kebutuhan mereka.

Berita Terkait

Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa
Pasca-Kebakaran, Wawalkot Depok Pastikan Kondisi TPA Cipayung Aman dari Titik Api Susulan
Respons Cepat Petugas, Kebakaran di TPA Cipayung Berhasil Dipadamkan dalam 45 Menit
Komut PLN Energi Gas Tinjau Proyek Gas di Bali, Soroti Keandalan Pasokan Energi
Mengenal SMK Budhi Warman 2 Jakarta Lebih Dekat.
KuduSS Ramah Depok Tegas Menolak LGBT: Menjaga Moral Kota Religi dari Opini Sesat
Sekolah Roudlotut Tholibin Kota Metro, Lampung Gelar Workshop Cara Unik Promosi Sekolah: Strategi Kreatif Menarik Siswa di Era Digital Bersama Primago Consulting
Era Baru Perlindungan Jemaah Umrah Dimulai, Tiga PPIU Luncurkan Escrow Account Bersama BSI

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:58 WIB

Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:55 WIB

Piala Soeratin U-13 & U-15: Harapan Supian Suri untuk Masa Depan Sepak Bola Depok

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:12 WIB

Semarak Puncak Hari Koperasi ke-79 di Kota Depok, Hadirkan Kepedulian Sosial dan Hiburan Rakyat

Sabtu, 18 Juli 2026 - 16:41 WIB

Lampu Hijau dari Warga, Pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa di Pondok Cina Akhirnya Dimulai

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:36 WIB

Langkah Nyata Pemkot Depok Ciptakan Lingkungan Belajar yang Aman dan Nyaman Bagi Siswa

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:29 WIB

Perbaikan Jalan H. Kenan Diapresiasi Warga RW 14 Bojongsari, Beraktivitas Semakin Mudah

Sabtu, 18 Juli 2026 - 13:22 WIB

Optimisme Supian Suri: Koperasi Depok Siap Melompat Lebih Jauh di Era Digital

Sabtu, 18 Juli 2026 - 11:11 WIB

Prioritaskan Keselamatan Warga, Kelurahan Pondok Cina Perketat Aturan Program Wisata Keberagaman

Berita Terbaru