Pemadaman Listrik Akibat Hal Teknis, Bukan Sabotase

- Reporter

Selasa, 13 Agustus 2019 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pemadaman Listrik pada awal Agustus 2019 lalu membuat masyarakat yang terdampak akan kejadian tersebut harap – harap cemas menanti aliran listrk kembali normal. Pada 4 Agustus lalu, pemadaman listrik secara masal melanda masyarakat di Jabodetabek hingga Jawa Barat.

Sripeni Inten Cahyani selaku Direktur Utama (Dirut) PT PLD (Persero) mengatakan bahwa proses pemulihan tersebut memerlukan waktu lebih dari 24 jam. Hal tersebut dikarenakan adanya gangguan di transmisi di sirkuit utara pada sistem jaringan Jawa – Bali.

Selama ini, wilayah Jawa – Bali ditopang oleh Jaringan Utara dan Selatan dengan kapasitas daya hingga 500 KV. Sripeni menjelaskan, dua sirkuit Ungaran dan Pemalang putus, sehingga secara otomatis daya ke area barat pindah menuju ke selatan.

Sripeni menyebutkan, bahwa PLN sedang melakukan pemeliharan jaringan untuk jaringan selatan. Pemeliharaan memang kerap dilakukan PLN saat hari libur mengingat beban listrik relatif rendah dibandingkan dengan hari – hari biasanya.

Ian juga menjelaskan ketika 1 jalur selatan sedang dalam proses pemeliharaan sehingga hanya ada 1 jalur. Ketika terjadi 2 sirkuit utara lepas dan masuk ke jalur selatan, maka hal tersebut dapat menyebabkan goncangan sistem. Jika dibiarkan, maka pembangkit lain yang masih beroperasi normal akan ikut terlepas.

Karenanya, secara kesisteman, pembangkit lain secara otomatis ikut melepaskan diri seperti yang ada pada jaringan Tasik – Depok.

Terkait dengan lamanya proses pemulihan, Sripeni menjelaskan bahwa PLTU sudah relatif lama lepas, terputus atau tidak beroperasi, memerlukan waktu untuk kembali memulai proses produksi. Dimana PLTU harus dimulai dengan cold start, beroperasi ketika dalam keadaan dingin, dan hal itu membutuhkan 8 jam waktu normal untuk bisa memproduksi uap yang dapat menggerakkan turbin agar menghasilkan arus listrik.

Pihaknya juga mengatakan bahwa dalam tegangan ekstra tinggi tentu melewati sekian area, ketika pihaknya melakukan investigasi, terkadang ada hal yang bisa menyebabkan jaringan putus misal ada layangan yang tersangkut atau terdapat jaringan yang mengenai dahan pohon, yang mana hal tersebut bisa menyebabkan aliran listrik putus. Hal tersebut banyak terjadi karena jaringan 500 kV merupakan jaringan terbuka.

Pastinya penyebab gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat  masih dalam tataran masalah teknis, bukan merupakan sabotase.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan, beredarnya informasi di media sosial dengan narasi bahwa pemadaman listrik massal disebabkan karena disabotase oleh pihak PLN.

Temuan hoax tersebut langsung diberi label “Disinformasi” sebagai penanda bahwa informasi yang dimaksud merupakan hal yang tidak benar.

Executive Vice President CSR PT PLN, I Made Suprateka, membantah mengenai dugaan sabotase yang menyebabkan pemadaman listrik di setengah pulau Jawa. Ia menjelaskan bahwa SUTET 500 Kv di Ungaran – Pemalang berdekatan dengan pohon dengan ketinggian lebih dari 9 meter. Pohon tersebutlah yang kemudan memicu hubungan singkat dan kebakaran. Akibatnya, jaringan transmisi rusak fatal.

Sehingga tidak ada sabotase apalagi hacker, pemadaman listrik yang terjadi tersebut, semata – mata karena masalah teknis.

Hal tersebut senada dengan pemaparan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. Ia mengatakan adanya pohon yang terlalu tinggi dan melebihi batas mengakibatkan lompatan listrik.

Sementara itu pihak kepolisian tidak menemukan adanya kesalahan orang ataupun Sabotase. Meski begitu Polri tetap akan menunggu hasil investigasi tim gabungan Bareskrim Polri dan PLN.

Sripeni menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan perkara ini kepada Presiden Jokowi  dan juga telah menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan PLN untuk mengantisipasi peristiwa tersebut agar tidak terulang kembali. Salah satunya terdapat pada RUPTL maupun di dalam RKAP mengenai menambah jaringan 500 kV di utara dan selatan agar terdapat cadangan supaya tidak 4 jaringan seperti yang selama ini terjadi.

Berbagai upaya maksimal dan evaluasi di Internal PLN juga telah dilakukan oleh Sripeni dan Timnya agar kejadian tersebut tidak terulang.

Dengan adanya pemadaman listrik, kita jadi tahu bahwa ternyata listrik telah menjadi hal yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan, baik untuk keperluan rumah tangga ataupun keperluan usaha.

*Oleh : Reza Ramadhan pegiat media sosial

 

Berita Terkait

Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans
Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR
Minat Lansia Ikuti Sekolah Lansia di Duser Terus Meningkat, Kini Capai 167 Peserta
CPH Laporkan Dugaan Korupsi DPRD Maluku Utara, Minta KPK Gunakan Kewenangan Supervisi
Pemkot Depok Imbau Peringatan HUT ke-81 RI Digelar Sederhana dan Bebas Kepentingan Politik
Wali Kota Depok: Job Fair 2026 Jadi Ruang Belajar dan Peluang Raih Pekerjaan
Job Fair Depok 2026 Masih Dipadati Pencari Kerja, Ribuan Pelamar Berburu Lowongan
DLHK Depok Pastikan Pengangkutan Sampah ke TPA Cipayung Tetap Normal

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:44 WIB

Irekaps FC Sabet Juara Soeratin U-15 Piala Wali Kota Depok 2026

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:44 WIB

Pohon-Pohon di Depok Dibungkus Kain Merah Putih Jelang HUT ke-81 RI, Ada Pesan Khusus Lingkungan

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:22 WIB

Perebutkan Hadiah Rp40,5 Juta, 26 Tim dari 6 Provinsi Meriahkan Festival Perahu Naga 2026 di Depok

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Tak Hanya Juara, Pemkot Depok Gandeng 20 Finalis Abang Mpok 2026 Jadi Duta Pembangunan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:15 WIB

Karnaval Kemerdekaan, Sasana Bulan Kampanyekan Go Green

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:43 WIB

SDH Resmi Hadir di Depok, Pemkot Tekankan Pentingnya Layanan Pendidikan Bermutu

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:47 WIB

Lima RW di Rangkapan Jaya Baru Gunakan Dana RW untuk Pengadaan Ambulans

Jumat, 7 Agustus 2026 - 21:45 WIB

Tol Sawangan-Bojonggede-Salabenda Bakal Dibangun, Terhubung hingga BORR

Berita Terbaru

Ibu-ibu yang tergabung di Sasana Bulan RW 07 Kampung Ciherang Kelurahan Sukatani Tapos menggelar Karnaval Kemerdekaan dengan tema Go Green. (Sumber foto: Dokumentasi Narasumber)

Berita

Karnaval Kemerdekaan, Sasana Bulan Kampanyekan Go Green

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:15 WIB