Harga Ayam Broiler Anjlok, Peternak Menjerit

- Reporter

Kamis, 20 Juni 2019 - 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Anjloknya harga ayam saat ini dinilai peternak broiler bahwa pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan) dan lembaga terkait tidak mampu melakukan tugasnya untuk sejahterakan rakyat. hal ini bukan tidak beralasan, peternak sudah keluhkan dan melaporkan permasalahan ini keperintah dari tahun lalu, akan tetapi sampai saat ini belum ada solusi dan bahkan dibiarkan begitu saja.

“Ini permasalahan sebenarnya sudah dari dulu, tetapi pemerintah tidak mencari jalan keluar dan cenderung dibiarkan. Kementan selama ini hanya memberi janji-janji dan tak pernah ada realisasi,” ujar salah satu peternak bernama Guntur Rotua saat ditemui di Kementerian Pertanian Jakarat, Selasa (19/6/2019).

Guntur mengatakan, permasalahan sebernanya saat ini adalah tidak adanya aturan batas atas dan bawah harga farm gate, dan sanksi yang tegas bagi pelaku usaha peternak, sehingga hal ini dimanfaatkan peternak besar.

“Kondisinya dengan performa produksi yang bagus pun Peternak broiler rugi. Karena terjadi ketimpangan input harga bibit ayam dan pakan ayam. Dengan perusahaan besar terintegrasi. Sampai sekarang total 10 bulan harga live bird (broiler) dibawah harga pokok produksi (HPP). Kalau belum kehilangan asset karena disita integrator kami terjebak dalam utang yang lebih dalam,” keluhnya.

Lanjut guntur, permasalahan lainya adalah dengan adanya sistem kuota Grand Grand Parent Stock (GPPS) justru menjadi alat oligopoli dan kontrol pabrikan besar terhadap peternak rakyat.

“Harga Pokok Produksi (HPP) Kami Rp 18.000 tapi harga jual ayam di kandang bisa Rp 9000. Integrator melakukan predatory pricing untuk membunuh peternak rakyat,”ungkapnya.

Peraturan Menteri Pertanian (permentan) Nomor. 32 Tahun 2017, juga dinilai guntur aturan banci. pasalnya aturan ini tidak bisa mengontrol permasalahan peternakan saat ini.

Ia berharap, Presiden lakukan evaluasi terhadap kinerja kementan dan team asistensinya. Selanjutnya menerbitkan Peraturan presiden (pepres) yang melindungi peternak rakyat. Untuk mengganti Nomor 32 tahun 2017.

Ia juga meminta pemerintah segera membuat peraturan presiden tentang batas atas dan bawah harga farm gate, dan sanksi bagi pelaku usaha yang melanggar sebagai pengganti peraturan menteri perdagangan (Pemendag) Nomor 96 tahun 2018.

“Aturan ini penting sebagai evaluasi terhadap sistem kuota GPPS yang justru memperkuat oligopoli olah 4 perusahaan besar saja. Karena kuota GPPS ini justru menjadikan input harga DOC dan harga pakan antara peternak rakyat dan perusahaan terintegrasi menjadi semakin besar. Sehingga persaingan bisnisnya menjadi makin tidak adil. Dengan performa produksi yang sama kami tidak bisa melawan HPP integrator,” tutup Guntur.

Berita Terkait

Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban
DKM Mushola Al-Mu’min, Sukatani Tapos Depok Tebar Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Pemotongan Hewan Kurban
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 23:22 WIB

23 Tahun Kiprah Pondok Pesantren Darul Mu’minin As’adiyah Doping, Wajo: “Merawat Tradisi, Membangun Peradaban”

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:48 WIB

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Juni 2026 - 22:17 WIB

Liburan Berkesan, Akhlak Terbentuk, Waktu Produktif dan Bermanfaat dengan Quranic Camp Bimbel Primago 2026

Minggu, 7 Juni 2026 - 14:31 WIB

Kajian Subuh Pagi (KSP) “Vibe Positif, Prestasi Melejit: Rahasia 24 Jam Membangun Karakter Pemimpin di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago” Bersama Dr Awaluddin Faj, M.Pd

Jumat, 5 Juni 2026 - 22:15 WIB

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:36 WIB

Program Kelas Persiapan Masuk Gontor Terbaik di Jabodetabek Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:20 WIB

Gak Cuma Jago Ngaji, Santri Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Borong 11 Medali di IPB Championship 2026!

Selasa, 2 Juni 2026 - 17:02 WIB

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok, Distribusikan 7 Hewan Qurban Tahun 2026, Ajarkan Makna Pengorbanan dan Ilmu Praktis kepada Santri.

Berita Terbaru

Berita

SPMB PAUD & Homeschooling Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Minggu, 7 Jun 2026 - 22:48 WIB

Berita

Big Field Trip MI Mumtaza Islamic School 2026

Jumat, 5 Jun 2026 - 22:15 WIB