
Siarandepok.com – Depok – Momentum Bulan Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk memperkuat nilai spiritual sekaligus menyampaikan komitmen pembangunan daerah. Hal itu disampaikan Wali Kota Depok, Supian Suri, saat menghadiri pengajian Kitab Al-Hikam yang dirangkai dengan santunan anak yatim di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Jumat (24/7/2026).
Dalam sambutannya, Supian Suri menyampaikan apresiasi atas kehadiran para ulama, tokoh agama, jajaran kepala perangkat daerah, sebelas camat, serta masyarakat yang mengikuti kegiatan tersebut. Ia mengajak seluruh hadirin untuk bersama-sama memanjatkan doa agar berbagai program pembangunan Kota Depok dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga ikhtiar yang kita lakukan bersama mendapat ridha Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Kota Depok,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Supian memaparkan sejumlah program prioritas Pemerintah Kota Depok, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga peningkatan kualitas pendidikan.
Di bidang infrastruktur, Pemkot Depok sedang membangun ruas jalan baru di kawasan Sawangan sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan yang selama ini menjadi persoalan di wilayah tersebut. Menurutnya, peningkatan konektivitas jalan menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Selain pembangunan fisik, Pemkot Depok juga memberikan perhatian terhadap pemenuhan hak pendidikan bagi anak-anak berkebutuhan khusus melalui pembangunan Rumah Kreatif Anak Istimewa (RKAI) di kawasan Jalan Margonda Raya. Fasilitas tersebut diharapkan menjadi ruang bagi anak-anak penyandang disabilitas dan anak berkebutuhan khusus untuk mengembangkan bakat, kreativitas, dan potensi yang dimiliki.
“Pemerintah ingin memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang sesuai kemampuan dan potensi yang dimilikinya,” kata Supian.
Di sektor pendidikan, Wali Kota mengungkapkan bahwa proses penerimaan murid baru telah selesai dilaksanakan. Ia juga menyampaikan adanya penambahan jumlah sekolah tingkat SMP dan Tsanawiyah dari semula 47 sekolah menjadi 52 sekolah, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Menurutnya, pembiayaan penyelenggaraan pendidikan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), sehingga masyarakat dapat memperoleh layanan pendidikan yang semakin baik.
Supian juga menegaskan komitmen pemerintah dalam menjalankan kebijakan wajib belajar hingga usia 13 tahun. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah akan memperkuat sistem pendataan dan rekam jejak pendidikan setiap anak sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.
Tak hanya itu, Pemkot Depok juga menghadirkan 22 PAUD dan TK gratis yang tersebar di seluruh wilayah kota. Setiap kecamatan memiliki dua lembaga PAUD/TK gratis yang seluruh biaya operasionalnya ditanggung pemerintah.
Program tersebut diharapkan mampu membantu keluarga yang memiliki keterbatasan ekonomi agar anak-anak tetap memperoleh pendidikan sejak usia dini.
“Besar harapan kami tidak ada lagi anak-anak Kota Depok yang kehilangan kesempatan mengenyam pendidikan hanya karena persoalan biaya,” ungkapnya.
Supian menegaskan bahwa keberhasilan program pendidikan tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, tokoh agama, lembaga pendidikan, serta komunitas.
Ia berharap semangat gotong royong dan kepedulian sosial yang tumbuh dalam momentum Muharram dapat menjadi energi bersama untuk mewujudkan Depok sebagai kota yang ramah terhadap anak dan memiliki akses pendidikan yang merata.
Mengakhiri sambutannya, Wali Kota memohon doa dari seluruh masyarakat agar berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan dapat terlaksana dengan baik.
“Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar setiap ikhtiar pembangunan yang dilakukan Pemerintah Kota Depok senantiasa diberi kemudahan dan membawa kemaslahatan bagi seluruh warga,” tutupnya.
Pengajian Kitab Al-Hikam yang dirangkai dengan santunan anak yatim tersebut berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada aspek fisik, tetapi juga harus dibarengi dengan penguatan nilai-nilai spiritual, kepedulian sosial, serta komitmen bersama dalam mencetak generasi yang berilmu, berakhlak, dan sejahtera.















