SD di Depok Banyak yang Belum Menerapkan Digitalisasi

- Reporter

Minggu, 24 Maret 2019 - 19:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Zaman semakin lama berkembang dengan pesat. Banyak alat teknologi yang memudahkan masyarakat Indonesia, walaupun seperti itu Wali Kota Depok, Mohammad Idris Abdul Shomad menyatakan bahwa Depok masih punya persoalan keseimbangan antara kemajuan zaman dengan penerapan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan.

Ia mengatakan, mayoritas sekolah di Depok, khususnya sekolah dasar (SD) belum mengaplikasikan teknologi digital guna menunjang kegiatan belajar mengajar. Misalnya saja, pendaftaran siswa dan pembayaran sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) yang masih pakai cara manual.

“Jangankan data base SDN, sampai tadi data muridnya pun enggak tahu gitu kepala sekolah ditanya, karena masih manual, pendaftarannya masih dicatat,” ujar Idris

“Kadang-kadang enggak tahu hilang kemana dan sebagainya. Makanya digitalisasi ini menjadi sesuatu yang sangat urgent untuk meningkatkan prestasi,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok tahun 2018, terdapat 881 sekolah di Depok. Terdiri dari 309 sekolah negeri dan 572 sekolah swasta. Dari angka tersebut, terdapat 448 SD, 226 SMP, 63 SMA, 131 SMK, serta 13 SLB.

Idris memberitahu, hingga kini baru 30 – 40 persen SD yang telah menerapkan sistem digital. Sementara sisanya masih menggunakan cara-cara konvensional.

Diakuinya, Pemerintah Kota Depok bisa saja mempercepat sistem digitalisasi pendidikan di semua sekolah Depok. Namun, selama ini Pemkot berpikir wali murid belum siap.

“Sebelumnya kan under estimate terhadap masyarakat yang tidak siap ketika mereka komunikasi dengan sekolah pakai elektronik, digital ini, pakai IT,” kata Idris.

Selain itu, selama ini Pemkot masih fokus kepada persoalan lain. Misalnya menyelesaikan masalah sertifikasi lahan sekolah, pembangunan ruang kelas baru (RKB), memenuhi kecukupan toilet sekolah, dan lain-lain.

Namun, melalui survei yang dilakukan perusahaan start up lokal, yang mendapati 95 persen wali murid siap untuk menghadapi digitalisasi sekolah, Idris akhirnya berubah pikiran.

 

Sumber Gambar: Ahmad Farhan Maulana (Siarandepok.com)

Penulis: Inggiet Yoes

Editor: Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Wali Kota Depok Sampaikan Duka Cita untuk Korban Gempa NTT
Peringatan HUT ke-81 RI di Kota Depok, Supian Suri Tekankan Penguatan Kolaborasi ‘Bersama Depok Maju’
Peringati HUT ke-81 RI, Pemkot Depok dan Forkopimda Gelar Renungan Suci Khidmat di TMP Kalimulya
Ketika Pelayanan Publik Dimulai dari Hati: Ini Pesan Rohmat Rospari untuk ASN Depok
Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Sistem, hingga Ihsan
Bendera Merah Putih Raksasa di Margonda Curi Perhatian Warga Depok
Mengenal 9 Presiden Depok dan Jejak Sejarah Kaum Depok

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:46 WIB

Upacara Hut ke 81 Kemerdekaan RI Lurah Pondokjaya Paparkan Program Pemkot Depok

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Peringati Detik-Detik Proklamasi, Lalu Lintas di Simpang Ramanda Margonda Dihentikan Sejenak

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Kibarkan Merah Putih di Ciliwung, KCD dan STKIP Arrahmaniyah Suarakan Kemerdekaan Sungai

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:52 WIB

HUT ke-81 RI, Wawalkot Depok Ajak Warga Teladani Perjuangan Pahlawan Lewat Aksinyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kibarkan Merah Putih di Sungai Ciliwung, Komunitas dan Akademisi Depok Soroti Isu Ekologi

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Proses PBG Dinilai Lama, Pengembang di Depok Minta Kepastian Perizinan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Bendera Merah Putih Raksasa di Margonda Curi Perhatian Warga Depok

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Mengenal 9 Presiden Depok dan Jejak Sejarah Kaum Depok

Berita Terbaru