Tanpa Gejala, Pasien Penyakit Ginjal Sulit Menyadari Penyakit yang Diderita

- Reporter

Senin, 18 Maret 2019 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pasien penyakit ginjal kerap kali terlambat dalam menyadari penyakit yang mereka derita. Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah faktor seperti tidak jelasnya gejala yang ditunjukkan.

Ketua Umum PB Perhimpunan Nefrologi Indonesia (PB PERNEFRI) Aida Lydia mengungkapkan kebanyakan pasien penyakit ginjal yang ditanganinya datang pertama kali dalam kondisi sudah parah. Beberapa bahkan sudah masuk kategori gagal ginjal.

Gejala penyakit ginjal di antaranya kehilangan nafsu makan, tekanan darah tinggi, perubahan frekuensi kencing dalam sehari, dan sakit kepala. Gejala tersebut bisa sangat lazim dan dianggap biasa.

“Tapi ada juga yang tanpa gejala sehingga sering terdeteksi terlambat. Jadi, pasien baru sadar kalau sudah timbul gejala lanjutan,” ujar Aida.

Salah satu indikator ginjal mengalami gangguan adalah kehadiran darah dalam urine. Seharusnya, pasien segera berkonsultasi ke dokter saat ini.

Aida juga mengingatkan masyarakat untuk perlu mengenali diri sendiri. Pengenalan diri sendiri sebagai bentuk pencegahan terjadinya penyakit ginjal, yang berujung gagal ginjal.

“Perlu dicek, apakah Anda berisiko sakit ginjal. Cek riwayat keluarga atau kondisi diri sendiri, menderita diabates dan hipertensi atau tidak,” Aida melanjutkan.

Diabetes dan hipertensi dapat merusak ginjal. Jadi, sebaiknya harus periksa urine untuk mengecek kondisi ginjal, saran Aida. Jangan lupa, cek juga kadar gula darah.

 

Penulis : Muthia Dewi Safira

Berita Terkait

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi
Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis
Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:39 WIB

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:38 WIB

Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Berita Terbaru