Jakarta Rajai Kota Dengan Polusi Terburuk Se-Asia Tenggara

- Reporter

Jumat, 8 Maret 2019 - 10:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Bukan hal yang aneh lagi kalau kota metropolitan seperti Jakarta selalu mengambil perhatian masyarakat. Jakarta  menempati puncak daftar kota paling berpolusi udara di Asia Tenggara pada tahun 2018 menurut hasil studi oleh Greenpeace dan IQ AirVisual yang dipublikasikan pada Selasa (5/3).

“Jadi, ratusan kota dimonitor kualitas udaranya secara reguler pada tahun 2018. Jakarta menempati urutan pertama dan Hanoi berada di urutan kedua di Asia Tenggara untuk kualitas udara terburuk,” kata Kepala Greenpeace Indonesia, Leonard Simanjuntak, Kamis (7/3).

Leonard menjelaskan, Jakarta berada di urutan 161 untuk kota dengan kualitas udara terburuk di dunia. Sementara, New Delhi menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disebutkan, rata-rata harian kualitas udara di Jakarta dengan indikator PM 2.5 pada tahun 2018 adalah 45,3 mikrogram per meter kubik udara.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan pedoman kualitas udara rata-rata harian 25 mikrogram per meter kubik udara.

“Rata-rata harian kualitas udara di Jakarta lebih buruk 4,5 kali lipat dari batas aman dan batas sehat yang ditetapkan oleh WHO. Angka itu juga meningkat dibanding tahun 2017 di mana rata-rata harian kualitas udara di Jakarta adalah 29,7,” ujar Leonard.

Menurut Leonard, polusi udara di Jakarta disebabkan emisi kendaraan bermotor. Ia menyebut jumlah kendaraan bermotor di Jakarta semakin meningkat setiap tahunnya.

“Kita bisa melihat ya, kendaraan pribadi roda empat atau pun roda dua melebihi kapasitas Jakarta untuk menampungnya. Hampir tidak ada kontrol terhadap penambahan (kendaraan bermotor). Jadi, orang-orang makin mudah difasilitasi menggunakan kendaraan pribadi,” kata Leonard.

 

Penulis: Inggiet Yoes

Editor: Muhammad Rafi Hanif

 

<

Berita Terkait

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T
Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terkait

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:44

Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Sabtu, 20 Juli 2024 - 15:44

Inspirasi Berpolitik dari Sang Guru

Berita Terbaru