Dapat Menghilangkan Bau, Ternyata Pengharum Ruangan Juga Berbahaya Bagi Kesehatan

- Reporter

Minggu, 17 Maret 2019 - 15:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pengharum ruangan memang terbilang sangat dibutuhkan oleh banyak orang. Karena dengan adanya pengharum ruangan tersebut dapat mengharumkan ruangan agar membuat nyaman siapa saja yang berada di dalam ruangan tersebut.

Penyegar udara atau pengharum ruangan sudah menjadi kebutuhan pokok saat ini. Baik di kantor, mal, supermarket bahkan di rumah sudah lumrah dipasangi pengharum ruangan. Kini, berbagai merek penyegar udara mengklaim bahwa mereka dapat memberikan suasana ruangan yang bersih, sehat, dan berbau harum.

Namun, di balik manfaat positifnya, penyegar udara mengandung phthalate dan banyak bahan kimia berbahaya lainnya seperti benzene, formaldehyde, propellants, pelarut, dan musks sintetis. Bahan kimia ini dapat dengan mudah dihirup, mendarat di kulit dan diserap, atau secara tidak sengaja tertelan.

Meskipun penyegar udara atau pengharum ruangan mengandung sejumlah kecil bahan kimia ini, paparan jangka panjang dapat berdampak secara adiktif dan menyebabkan bahaya bagi kesehatan yang sama dengan dosis yang lebih tinggi. Sayangnya orang yang mengabaikannya dan perusahaan tidak diharuskan untuk mengungkapkan daftar lengkap bahan dalam penyegar udara mereka.

Lalu sebenarnya apa aja akibat dari pengharum ruangan? Yuk simak di bawah ini!

1. Sakit kepala.

Sakit kepala akan kamu rasakan ketika kinerja oksigen dalam tubuh sedang tidak bekerja dengan maksimal bersamaan dengan terhirupnya udara pengharum ruangan yang mengandung bahan kimia. Hal ini sangat berbahaya jika terjadi dalam jangka waktu yang lama. Apalagi jika anak-anak yang menghirupnya.

2. Mual dan Muntah.

Sebuah studi yang dilakukan oleh National Research Defense Council serta penelitian yang dilakukan oleh University of California pada tahun 2006 menunjukkan hasil bahwa penggunaan pengharum ruangan dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan kelainan bawaan hormonal dan masalah pada reproduksi. Hal ini nantinya akan memicu mual dan muntah berkepanjangan

3. Tremor.

Munculnya tremor atau gemetaran di bagian tangan dan kaki, disebabkan oleh kesalahan antara jaringan pusat di otak dan jaringan yang diperintahkan. Kandungan kimia pengharum ruangan yang terhirup dalam jangka waktu yang lama dapat menyebabkan tremor yang lebih serius karena secara tak langsung ia mengganggu sistem saraf.

4. Kelelahan.

Kurangnya ventilasi udara ruangan dan banyak nya penggunaan pengharum ruangan dapat menyebabkan sirkulasi oksigen menjadi tidak maksimal. Akibatnya walaupun ruangan yang kita tempati wangi dan segar, tubuh kita sering merasa lelah karena sirkulasi yang tidak maksimal ini.

5. Gangguan Kehamilan.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Public Health pada 2013 mengungkapkan bahwa wanita hamil yang menggunakan penyegar udara atau pengharum ruangan, secara signifikan lebih mungkin memiliki bayi yang menderita Mengi dan Infeksi Paru-paru.

6. Kanker paru-paru.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Public Health pada 2013 mengungkapkan bahwa mayoritas penyegar udara mengandung Volatile Organic Compounds yang dikenal sebagai 1,4-Dichlorobenzene, bahan kimia tersebut ditemukan pada 96% orang yang menjadi objek penelitian mereka. Bahan inilah yang nantinya akan memicu terjadinya kanker paru-paru.

 

Penulis: Inggiet Yoes

Editor: Muhammad Rafi Hanif

Berita Terkait

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi
Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis
Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:39 WIB

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:38 WIB

Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Berita Terbaru