Iran ‘Tawar’ Lokasi Pertemuan: Pilih Oman Ketimbang Turki, Tegaskan Hanya Ingin Bahas Isu Nuklir dengan AS

- Reporter

Rabu, 4 Februari 2026 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru menjelang pertemuan krusial yang dijadwalkan pada Jumat (6/2). Teheran secara mendadak meminta perubahan lokasi pertemuan dari Istanbul, Turki, ke Oman.

Tak hanya soal tempat, Iran juga mendesak agar format pertemuan diubah menjadi negosiasi bilateral (dua arah) yang fokus secara eksklusif pada isu nuklir.

​Permintaan ini muncul di tengah eskalasi militer di Timur Tengah, menyusul insiden penembakan drone Iran oleh jet AS di Laut Arab baru-baru ini. Washington sendiri sebenarnya berambisi memperluas cakupan pembahasan, termasuk mengenai rudal balistik dan aktivitas proksi Iran di kawasan tersebut.

​Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal keras terkait proses negosiasi yang sedang berjalan ini. Dari Gedung Putih, Trump mengisyaratkan bahwa kegagalan kesepakatan bisa berdampak fatal.
​”Kami sedang bernegosiasi dengan mereka saat ini.

Namun, perlu dicatat bahwa hal-hal buruk mungkin saja terjadi jika kesepakatan tidak dapat dicapai dengan Iran,” tegas Trump kepada awak media di Gedung Putih.

​Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa konsultasi mengenai lokasi final masih terus dilakukan, dengan mempertimbangkan kesediaan Oman dan Turki sebagai tuan rumah.

Pertemuan ini diharapkan menjadi penentu apakah ketegangan di kawasan akan mereda atau justru berujung pada eskalasi perang yang lebih luas. (Asep)

Berita Terkait

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi
Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis
Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:39 WIB

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:38 WIB

Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Berita Terbaru