Tingkatkan Kekompakan dan Sinergitas Kinerja, Jajaran ASN Kemendukbangga/BKKBN Retreat di Sesko AD

- Reporter

Sabtu, 18 Januari 2025 - 13:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Menindaklanjuti retreat yang dilakukan Kabinet Merah Putih bersama Presiden dan Wakil Presiden di awal pemerintahan baru, jajaran ASN di lingkungan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, melakukan kegiatan serupa.

Retreat yang dipusatkan di area Sekolah Komando Angkatan Darat (Sesko AD), Kota Bandung, Jawa Barat, itu berlangsung dari 17–19 Januari 2025. Oleh Menteri Kependudukan/Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Dr. Wihaji, S.Ag, M.Pd, retreat ini diharapkan menjadi media untuk meningkatkan kekompakkan dan sinergitas kinerja di lingkungan Kemendukbangga/BKKBN.

“Saya sangat merasakan manfaat positif ketika retreat bersama para menteri Kabinet Merah Putih beberapa waktu lalu. Untuk itu saya mengadakan retreat serupa khusus di kalangan jajaran saya,” ungkap menteri Wihaji.

Dengan mengusung tema Pengembangan ASN Kemendukbangga/BKKBN: “Retreat Flower Bee Honey”, diharapkan retreat ini menjadi wahana jajaran Kemendukbangga/BKKBN dalam mengakselerasi pelaksanaan 5 program Quick Win kementerian.

Kelima program tersebut adalah Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Gerakan Ayah Teladan (Gate), Taman Asuh Anak (Tamasya), AI Super Apps tentang Keluarga, dan Lansia Berdaya.

Dalam retreat tersebut, menteri Wihaji didampingi Wakil Mendukbangga/Wakil Kepala BKKBN, Isyana Bagoes Oka, dan Pejabat Tinggi Madya dan Pratama, dan jajaran ASN Kemendukbangga/BKKBN. Mereka akan mengikuti serangkaian kegiatan selama tiga hari di kawah Candradimuka Sesko AD.

Selain diisi pembekalan isu-isu program kependudukan dan pembangunan keluarga, para peserta juga diwajibkan mengikuti kegiatan baris berbasis, olahraga hingga latihan menembak dengan menggunakan pistol.

Baris berbasis bertujuan meningkatkan kekompakan
dan kedisiplinan. Sementara menembak dimaksudkan untuk meningkatkan kemahiran olah raga dalam membidik ketepatan dan kecermatan pada sasaran.

● Flower Bee Honey

Lebih penting dari itu semua adalah filosofi “Flower Bee Honey” yang diusung oleh Menteri Wihaji dan menjadi landasan kinerja ASN Kemendukbangga/BKKBN dalam akselerasi pelaksanaan program.

“Intinya, Flower mencerminkan profesionalisme dan pelayanan terbaik; Bee melambangkan kolaborasi, sinergi, dan integritas; sementara Honey merepresentasikan hasil kerja yang berdampak nyata bagi masyarakat,” jelas menteri Wihaji.

Filosofi ini lahir bertolak dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 180 Tahun 2024, di mana Presiden Prabowo Subianto meningkatkan nomenklatur BKKBN menjadi kementerian baru dengan nama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Peningkatan nomenklatur kementerian ini membutuhkan transformasi kelembagaan dan spirit kerja bagi segenap keluarga besar Kemendukbangga/BKKBN).
Menteri Kemendukbangga pun mengembangkan proses transformasi ini dalam filosofi “Flower, Bee, and Honey”, yang masing-masing memiliki makna.

Flower/Bunga memiliki arti:
* Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN bertransformasi menjadi institusi yang lebih baik, professional, dan modern dengan memberikan pelayanan terindah dan terbaik kepada Masyarakat.
* Seluruh pegawai (dan setiap level unit) harus bekerja secara maksimal sehingga menghasilkan produk/layanan yang terbaik, teratur, rapi, modern, menyenangkan bagi pengguna, mitra, atasan, rekan kerja, dan masyarakat.
* Seluruh pegawai harus bekerja secara professional, kreatif, inovatif, responsive, dan mampu memecahkan masalah secara mandiri.
* Semua pegawai harus menghindari kerja yang asal-asalan, sekedar menjalankan rutinitas, atau sekedar asal bapak senang.
* Sedapat mungkin setiap proses dan hasil kerja harus dapat disejajarkan dengan standar internasional dengan cara mencari referensi, lesson learnt, best practices, dan kemudian menyetarakannya dengan standar global di bidang yang serupa.
* Setiap produk/layanan terbuka menerima kritik / masukan dari manapun untuk perbaikan dan penyempurnaan.

Bee/Lebah memiliki arti:
* Kemendukbangga/BKKBN siap berkolaborasi dan bersinergi bersama Kementerian/Lembaga serta mitra kerjasama lain dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045.
* Segenap pegawai Kemendukbangga harus berperan dalam mensosialisasikan, memberitakan, menceritakan, dan menyebarluaskan kebijakan, layanan, dan informasi yang dimiliki kementrian untuk kemanfaatan seluas mungkin Masyarakat.
* Segenap pegawai wajib melayani masyarakat dengan spirit pelayanan terbaik. Pada front level, pegawai harus membiasakan 3 S: Senyum, Sapa, dan Salam. Pegawai menempatkan kepentingan publik di atas segala-galanya. Pegawai juga harus berintegritas, menghindari korupsi, kolusi, dan nepotisme.
* Pada level manajerial, pimpinan harus dapat mengembangkan kinerja yang memiliki visi (arah kebijakan yang jelas), memotivasi dan menginspirasi, mengembangkan komunikasi yang baik, berempati kepada bawahan, dan berintegritas.
* Keberhasilan dari program kerja Kementerian Kependudukan dapat menjadi contoh bagi Kementerian/Lembaga lain.

Honey/Madu memiliki arti:
* Kemendukbangga/BKKBN hadir dengan program-program yang tepat sasaran dan bermanfaat untuk pembangunan bangsa Indonesia yang semakin unggul di masa-masa mendatang.
* Setiap pegawai harus mengupayakan Tingkat kepuasan masyarakat pada tingkat yang tertinggi pada setiap aspek kinerja dan layanan.
* Setiap pegawai pada level individu, unit, dan kementerian harus menetapkan parameter capaian prestasi di setiap kurun waktu: harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.
* Prestasi adalah suatu pengakuan/penghargaan dari orang lain atau institusi lain terkait dengan kinerja yang dilakukan.
* Puncak dari proses kerja Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, yaitu hasil atau prestasi yang akan diperoleh oleh Kemendukbangga/BKKBN.

Berita Terkait

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi
Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis
Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis
Masjid Ummahatul Mu’minin, RW 03 Depok Pancoran Mas Kota DepokTebarkan Semangat Keikhlasan dan Kepedulian Melalui Penyembelihan 6 Sapi Kurban

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:39 WIB

Pagu Anggaran 2027 Rp270 Triliun, BGN Buka Peluang Siswa SMA Tak Mendapat MBG Lagi

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:38 WIB

Nanik S Deyang Hindari Wartawan saat Ditanya Nasib Motor Listrik, Anas Urbaningrum: Sebaiknya Tidak Menghindar dari Pertanyaan Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Sabtu, 13 Juni 2026 - 10:58 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Berita Terbaru