Inilah Sebab Mengapa Banyak Produk Made In China di Pasaran

- Reporter

Senin, 13 Desember 2021 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Banyak sekali kita melihat Produk mulai dari pakaian, mainan sampai produk elektronik semua berlabel made in China. Pertanyaannya, Kenapa sih banyak sekali produk dibikin di negara itu?.

Ada beberapa hal yang bisa membuat Produk Made In China menguasai dunia. Contohnya aja karena penduduknya banyak, maka persaingan kerja jadi ketat dan bikin mereka rela dibayar murah.

Jika dibandingkan dengan Amerika sebagai saingan China, maka di negara China gaji karyawan berkali-kali lipat lebih rendah dan upah yang minim ini jugalah berpengaruh ke biaya produksi barang yang jadi rendah. Akhirnya China bisa produksi berbagai barang dalam jumlah banyak.

baca juga :

Kenikmatan Kentang Mustofa Renyah, Enak dan Bikin Nagih

Selain itu saat ini di China banyak kota yang disulap jadi pusat penyedia berbagai jenis barang. misalnya kota Shenzen yang berawal dari kota nelayan dan sekarang menjadi pusat penghasil barang elektronik dunia.

Perlu diketahui pula bahwa awalnya Negara China sistem pemerintahannya tertutup. Namun sejak pemerintahan dibawah Presiden Deng Xiaoping, China sistem perekonomiannya lebih bebas dan berkembang.

Deng Xiaoping berani membuka negaranya buat investasi dari luar dan fokus sama industri industri kecil. Sehingga dengan kebijakan tersebut ditambah dengan beberapa kebijakan lainnya akhirnya China berhasil jadi penguasa sampai merebut Tahta Sang negara adikuasa

Dan tentu aja kekuasaan ekonomi Negeri Panda ini juga terasa sampai ke Indonesia. faktanya mereka temen dagang nomor satunya kita. Bukan cuma di level negara tapi pengaruhnya juga sampai ke konsumen yang suka belanja online langsung dari sana atau istilahnya cross-border.

Perlu kita ketahui efek dari jual beli barang lintas negara melalui toko online kesayangan, yaitu harga barang dari luar negeri yang murah akhirnya bikin produk lokal kalah saing. dan tentunya bisa mempengaruhi ekonomi suatu Negara.

 

 

Berita Terkait

HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan
Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok
20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta
14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin
Pemkot Depok Mulai Rancang Pembangunan Flyover Margonda-Juanda, Ditargetkan Groundbreaking 2027
Pemkot Depok Gandeng PT BSA Olah Sampah Jadi RDF 1.000 Ton per Hari
Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung
Peringati HUT ke-37 GOW, Wali Kota Depok Dorong Perempuan Jadi Penggerak Pengurangan Sampah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 17:59 WIB

HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok

Kamis, 3 September 2026 - 17:49 WIB

20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta

Kamis, 3 September 2026 - 17:45 WIB

14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin

Kamis, 3 September 2026 - 16:53 WIB

Pemkot Depok Mulai Rancang Pembangunan Flyover Margonda-Juanda, Ditargetkan Groundbreaking 2027

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung

Rabu, 2 September 2026 - 19:40 WIB

Peringati HUT ke-37 GOW, Wali Kota Depok Dorong Perempuan Jadi Penggerak Pengurangan Sampah

Rabu, 2 September 2026 - 12:31 WIB

Unindra Terima 7 Ribu Lebih Mahasiswa Baru, PKKMB Digelar Luring dan Daring

Berita Terbaru