Jokowi: Tak Semua Pasien Covid-19 Harus Dirawat di RS

- Reporter

Kamis, 8 Juli 2021 - 19:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan tidak semua pasien Covid-19 harus masuk rumah sakit. “Apakah semua yang dinyatakan positif Covid-19 harus dirawat di rumah sakit? Tidak semuanya,” ujar Jokowi lewat akun Instagram @jokowi, Kamis, 8 Juli 2021.

Jokowi juga memaparkan kriteria bagi mereka yang tidak harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, berikut ini;

1. Pasien Tanpa Gejala

Pasien ini memiliki gejala; frekuensi napas 12-20 kali per menit dan saturasi oksigen di atas 94 persen. Pasien dengan gejala ini harus diberi obat terapi Vitamin C, D, Zinc. Pasien ini dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas isolasi pemerintah selama 10 hari sejak pengambilan spesimen diagnosis konfirmasi.

2. Pasien Gejala Ringan

Pasien ini memiliki gejala; demam, batuk (umumnya batuk kering ringan), fatigue/kelelahan ringan, anoreksia, sakit kepala, kehilangan indra penciuman/anosmia, kehilangan indra pengecapan/ageusia, malgia dan nyeri tulang, nyeri tenggorokan, pilek dan bersin, mual, muntah, nyeri perut, diare, konjungtivitas, kemerahan pada kulit/perubahan warna pada jari-jari kaki, frekuensi napas 12-20 kali per menit, saturasi oksigen di atas 94 persen.

Pasien dengan gejala ini harus diberi obat terapi Oseltamivir atau favipiravir, Azitromisin, Vitamin C, D, Zinc. Pasien dengan gejala ini juga dapat melakukan isolasi mandiri di rumah maupun di fasilitas isolasi pemerintah selama 10 hari sejak timbul gejala dan minimal 3 hari bebas gejala.

Pemerintah telah menyiapkan sebuah rumah susun sederhana sewa (rusunawa) Nagrak di Cilincing dan Rusunawa Pasar Rumput di Setiabudi yang digunakan sebagai fasilitas isolasi untuk menampung pasien tanpa gejala dan gejala ringan.

Presiden Jokowi meninjau kesiapan Rusun Pasar Rumput pada Rabu, 7 Juli 2021. Tower pertama telah siap dipergunakan dengan kapasitas 2.060 tempat tidur. Jika ditambah dengan tower kedua dan ketiga yang akan siap dalam 2-3 hari ini, maka dari itu kapasitas total mencapai 5.950 tempat tidur untuk pasien Covid-19. “Kita harapkan dengan persiapan-persiapan seperti ini, kalau memang terjadi lonjakan kita sudah ada kesiapan,” katanya.

Berita Terkait

Cegah Tawuran, Polres Metro Depok Canangkan Bapak Asuh dan Sahabat untuk Siswa
HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan
Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok
20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta
14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin
Pemkot Depok Mulai Rancang Pembangunan Flyover Margonda-Juanda, Ditargetkan Groundbreaking 2027
Pemkot Depok Gandeng PT BSA Olah Sampah Jadi RDF 1.000 Ton per Hari
Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 19:29 WIB

Cegah Tawuran, Polres Metro Depok Canangkan Bapak Asuh dan Sahabat untuk Siswa

Kamis, 3 September 2026 - 17:59 WIB

HUT Ke-27 DPRD Depok: Yeti Wulandari Tekankan Persatuan dan Integritas Anggota Dewan

Kamis, 3 September 2026 - 17:52 WIB

Mahasiswa UI Ditemukan Tewas di Kamar Kos di Kukusan Depok

Kamis, 3 September 2026 - 17:49 WIB

20 Warga Depok Siap Berangkat Kerja ke Jepang, Pemkot Buka Peluang untuk 1.000 Peserta

Kamis, 3 September 2026 - 17:45 WIB

14 Bangunan Toko di Jalan Raya Limo Disorot, Diduga Tak Berizin

Kamis, 3 September 2026 - 16:33 WIB

Pemkot Depok Gandeng PT BSA Olah Sampah Jadi RDF 1.000 Ton per Hari

Rabu, 2 September 2026 - 19:44 WIB

Atasi Masalah Sampah, PT BSA dan Pemkot Depok Bangun Fasilitas Pengolahan Modern di TPA Cipayung

Rabu, 2 September 2026 - 19:40 WIB

Peringati HUT ke-37 GOW, Wali Kota Depok Dorong Perempuan Jadi Penggerak Pengurangan Sampah

Berita Terbaru