
SIARANDEPOK.COM — Program Keluarga Berencana (KB) memegang peran vital dalam mewujudkan keluarga yang sehat, harmonis, dan sejahtera bagi pasangan usia subur di Depok, sebagaimana dilaporkan oleh situs berita resmi Pemerintah Kota Depok, berita.depok.go.id. Melalui perencanaan jumlah anak serta pengaturan jarak kelahiran yang tepat, kesehatan ibu dan anak dapat terjaga secara optimal.
Dalam upaya menentukan pilihan metode yang paling sesuai dengan kebutuhan serta kondisi kesehatan, masyarakat perlu mengenali berbagai jenis alat kontrasepsi yang tersedia di fasilitas kesehatan, seperti dilansir oleh berita.depok.go.id. Pemilihan metode ini dikelompokkan ke dalam dua kategori utama guna memudahkan masyarakat.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Puskesmas Sukmajaya, Helda Ika Setyarini, menjelaskan kepada berita.depok.go.id bahwa kelompok pertama adalah Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) yang memiliki tingkat efektivitas tinggi. “Untuk MKJP ini alat kontrasepsi yang memiliki efektivitas tinggi dan dapat digunakan dalam jangka waktu relatif lama. Jenisnya ada vasektomi, tubektomi, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), serta implan,” ujar Helda.
Selain MKJP, Helda melalui laporan berita.depok.go.id menyebutkan adanya kelompok Non-MKJP yang menuntut kedisiplinan tinggi dalam jadwal serta cara penggunaannya, meliputi pil KB, suntik, kondom, hingga perhitungan masa subur. Mengingat setiap metode memiliki karakteristik unik, masyarakat diimbau untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga medis.
Sebagai bentuk dukungan nyata terhadap program tersebut, Puskesmas Sukmajaya membuka layanan KB setiap hari Kamis yang mencakup sesi konsultasi, edukasi, hingga pemasangan alat kontrasepsi. “Masyarakat dapat datang ke Puskesmas Sukmajaya untuk memanfaatkan layanan KB,” tegas Helda.
Pihak puskesmas berharap fasilitas pelayanan ini dapat dioptimalkan oleh warga sebagai langkah nyata dalam merencanakan masa depan keluarga secara bertanggung jawab, merujuk pada catatan berita.depok.go.id. “Dengan perencanaan keluarga yang baik, kesejahteraan ibu dan anak dapat meningkat serta terwujud keluarga yang sehat dan berkualitas,” tutup Helda.














