
SIARANDEPOK.COM — Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok bergerak cepat menangani masalah penyempitan area manuver di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung. Penanganan tersebut dilakukan usai adanya keluhan dan informasi mengenai kondisi medan di lokasi pembuangan sampah milik Pemkot Depok itu.
Dilansir dari portal resmi Pemerintah Kota Depok, Kepala DLHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengonfirmasi bahwa kendala di area manuver TPA Cipayung saat ini tengah ditanggulangi oleh jajarannya. Meski proses penataan masih terus berjalan dan belum sepenuhnya maksimal, langkah-langkah darurat sudah langsung diterapkan di lapangan.
Reni menjelaskan, persoalan utama yang memicu penyempitan area dan insiden longsor di lokasi tersebut tidak lepas dari kapasitas TPA Cipayung yang sudah melebihi batas (overload). Kondisi penampungan sampah yang penuh ini kemudian diperparah oleh keterbatasan jumlah alat berat yang beroperasi sebelumnya.
Guna mempercepat proses penataan dan pengerukan, DLHK Kota Depok menambah sejumlah armada alat berat di lokasi. Bantuan armada anyar tersebut mencakup satu unit buldoser serta empat unit ekskavator untuk menunjang kelancaran operasional di area manuver TPA Cipayung.
Di samping pengerahan armada tambahan, Reni mengimbau masyarakat untuk turut berpartisipasi aktif dalam menekan volume sampah harian dari tingkat rumah tangga. Warga diminta memilah sampah organik agar dapat diangkut armada khusus untuk diolah menjadi kompos atau pakan maggot, sementara sampah anorganik disalurkan ke bank sampah setempat.
Langkah pemilahan dari sumbernya diharapkan mampu memangkas volume muatan yang dikirim ke TPA Cipayung sehingga hanya menyisakan sampah residu. Dengan berkurangnya beban sampah masuk, usia pakai TPA Cipayung dapat diperpanjang sekaligus menekan risiko hambatan operasional di masa mendatang.














