
SIARANDEPOK.COM — Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Depok memutuskan untuk menghentikan sementara layanan penyaluran air bersih bagi masyarakat. Langkah ini diambil mengingat wilayah Kota Depok sudah mulai diguyur hujan, sebagaimana disadur dari portal resmi Pemerintah Kota Depok
Kepala Markas PMI Kota Depok, Imron Maulana, mengonfirmasi penghentian pasokan pasca-berakhirnya periode kemarau. Kendati demikian, pihak PMI menegaskan kesiapannya untuk merespons kembali dan menyalurkan air bersih jika masyarakat masih membutuhkan bantuan di kemudian hari.
Selama periode penanganan kekeringan sejak 15 Juli hingga 20 September 2026, PMI Kota Depok mencatat telah mendistribusikan sebanyak 118 ribu liter air bersih. Bantuan tersebut berhasil menjangkau 1.948 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 7.458 jiwa yang terdampak.
Dalam pelaksanaannya, jangkauan layanan bantuan air bersih gratis ini mencakup lima wilayah kecamatan, yakni Beji, Cipayung, Sawangan, Bojongsari, dan Limo. Sejumlah kelurahan yang terlayani di antaranya mencakup Kemiri Muka, Cipayung Jaya, Bedahan, Bojongsari Lama, Limo, Sawangan Baru, Curug, Ratujaya, Sawangan, Bojong Pondok Terong, Sawangan Lama, hingga Duren Mekar.
Untuk mengangkut pasokan air, PMI mengoperasikan armada truk tangki berkapasitas 4.000 liter. Di beberapa lokasi dengan tingkat kebutuhan yang lebih tinggi, pasokan yang disalurkan bahkan ditambah hingga mencapai 6.000 liter per distribusi.
Program bantuan kemanusiaan ini dapat terlaksana berkat kerja sama sinergis antara PMI Kota Depok dengan BUMD penyedia air minum, PT Tirta Asasta Depok (Perseroda). Melalui kolaborasi tersebut, seluruh pasokan air bersih disalurkan secara cuma-cuma tanpa dipungut biaya dari warga.















