Wawalkot Depok Apresiasi Pengajian Muslimat NU yang Dirangkai Santunan Anak Yatim

- Reporter

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – DEPOK – Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan pengajian bulanan yang digelar Pimpinan Cabang Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) Kota Depok. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Baitul Kamal, Balai Kota Depok, Kamis (2/7/2026), tersebut dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak yatim dalam rangka memperingati 17 Muharam 1448 Hijriah.

Menurut Chandra, kegiatan keagamaan yang dipadukan dengan aksi sosial seperti santunan anak yatim memiliki makna penting karena mampu mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap sesama.

“Melalui kegiatan ini, kita tidak hanya memperkuat tali persaudaraan, tetapi juga menanamkan semangat berbagi dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Nilai-nilai seperti inilah yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh jamaah Muslimat NU Kota Depok yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan dakwah, pendidikan keagamaan, serta berbagai program sosial untuk masyarakat.

Chandra menegaskan bahwa santunan kepada anak yatim tidak hanya dimaknai sebagai pemberian bantuan materi, tetapi juga menjadi bentuk kasih sayang, perhatian, dan dukungan moral agar mereka memiliki semangat dalam menjalani kehidupan.

Menurutnya, kepedulian tersebut diharapkan dapat membantu anak-anak yatim tumbuh menjadi generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan memiliki masa depan yang lebih baik.

Dalam kesempatan itu, Chandra turut memberikan pesan kepada 33 anak yatim yang menerima santunan agar terus semangat menuntut ilmu, meningkatkan ibadah, menghormati orang tua dan guru, serta tidak ragu untuk memiliki cita-cita yang tinggi.

“Teruslah belajar, rajin beribadah, hormati orang tua dan guru, serta jangan pernah takut untuk bermimpi. Insyaallah kalian akan tumbuh menjadi generasi yang saleh dan salehah, serta mampu membanggakan keluarga, agama, bangsa, dan masyarakat,” pesannya.

Kegiatan pengajian bulanan dan santunan anak yatim tersebut menjadi salah satu bentuk sinergi antara pembinaan keagamaan dan kepedulian sosial yang diharapkan terus memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Depok.

Berita Terkait

Mitigasi Banjir Depok: Lurah Beji Desak Penataan Aliran Situ Rawa Besar hingga Situ Pladen
Pemkot Depok Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa Maung 2026, Ini Syarat Lengkapnya
Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)
HUT Bhayangkara ke-80: Sinergitas TNI-Polri di Kota Depok Kian Erat dan Solid
Satpol PP Depok Tertibkan 63 Bangunan yang Langgar Garis Sempadan Jalan di Cimanggis
Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Sukmajaya dan Tapos
Polres Metro Depok Sita Puluhan Ribu Obat Daftar G, Peredaran Terbanyak di Cimanggis dan Sukmajaya
P3DW Kota Depok Perkuat Sinergi Pendapatan Daerah Lewat Program NASI PENCOK

Berita Terbaru

Berita

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:12 WIB

Wawalkot Depok Apresiasi Pengajian Muslimat NU yang Dirangkai Santunan Anak Yatim

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:52 WIB

Mitigasi Banjir Depok: Lurah Beji Desak Penataan Aliran Situ Rawa Besar hingga Situ Pladen

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pemkot Depok Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa Maung 2026, Ini Syarat Lengkapnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:50 WIB

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:39 WIB

HUT Bhayangkara ke-80: Sinergitas TNI-Polri di Kota Depok Kian Erat dan Solid

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:45 WIB

Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Sukmajaya dan Tapos

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:42 WIB

Polres Metro Depok Sita Puluhan Ribu Obat Daftar G, Peredaran Terbanyak di Cimanggis dan Sukmajaya

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:39 WIB

P3DW Kota Depok Perkuat Sinergi Pendapatan Daerah Lewat Program NASI PENCOK

Berita Terbaru

Berita

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:50 WIB