Pemkot Depok Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa Maung 2026, Ini Syarat Lengkapnya

- Reporter

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Sosial (Dinsos) resmi membuka pendaftaran Program Beasiswa Manusia Unggul (Maung) Tahun 2026. Program bantuan biaya pendidikan ini dirancang khusus bagi masyarakat Kota Depok dari keluarga kurang mampu yang ingin menempuh pendidikan tinggi. Kepala Dinsos Kota Depok, Utang Wardaya, menegaskan bahwa program ini diprioritaskan bagi warga yang memenuhi seluruh persyaratan administrasi dan kriteria agar bantuan dapat tepat sasaran.

Secara umum, calon penerima beasiswa wajib tercatat sebagai warga asli Kota Depok yang dibuktikan dengan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK), serta berdomisili di wilayah tersebut. Selain itu, pendaftar juga harus berstatus belum menikah dan berasal dari keluarga tidak mampu yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) pada desil 1 sampai 5, atau berdasarkan rekomendasi hasil pembaruan data dari Dinsos. Kriteria prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik, juga menjadi salah satu syarat mutlak bagi para pelamar.

Bagi lulusan SMA atau sederajat, kesempatan mendaftar dibatasi bagi mereka yang lulus paling lama dua tahun setelah dinyatakan lulus sekolah. Sementara itu, bagi mahasiswa aktif yang ingin mengajukan bantuan, ketentuan batas usia maksimal adalah 22 tahun. Pelamar dari kategori mahasiswa aktif ini juga harus berada di semester empat saat mendaftar dan mengantongi Indeks Prestasi (IP) minimal 2,75 pada semester terakhir.

Program Beasiswa Maung 2026 ini juga memberikan pengecualian khusus bagi para tenaga pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Berbeda dengan ketetapan umum, guru PAUD diperbolehkan mendaftar meski sudah menikah dengan batas usia maksimal hingga 30 tahun. Syarat tambahan bagi kelompok ini adalah wajib memiliki pengalaman mengajar di wilayah Kota Depok minimal selama dua tahun serta mengantongi surat persetujuan resmi dari sekolah tempat mereka mengajar.

Melalui program beasiswa ini, Pemkot Depok berharap dapat meringankan beban biaya pendidikan tinggi sekaligus mendorong peningkatan mutu sumber daya manusia lokal. Masyarakat yang memenuhi kriteria diimbau untuk segera mempersiapkan berkas administrasi yang diperlukan agar proses verifikasi berjalan lancar.

Sumber Berita: Portal Berita Resmi Pemerintah Kota Depok (berita.depok.go.id)

Berita Terkait

Wawalkot Depok Apresiasi Pengajian Muslimat NU yang Dirangkai Santunan Anak Yatim
Mitigasi Banjir Depok: Lurah Beji Desak Penataan Aliran Situ Rawa Besar hingga Situ Pladen
Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)
HUT Bhayangkara ke-80: Sinergitas TNI-Polri di Kota Depok Kian Erat dan Solid
Satpol PP Depok Tertibkan 63 Bangunan yang Langgar Garis Sempadan Jalan di Cimanggis
Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Sukmajaya dan Tapos
Polres Metro Depok Sita Puluhan Ribu Obat Daftar G, Peredaran Terbanyak di Cimanggis dan Sukmajaya
P3DW Kota Depok Perkuat Sinergi Pendapatan Daerah Lewat Program NASI PENCOK
Tag :

Berita Terbaru

Berita

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 20:12 WIB

Wawalkot Depok Apresiasi Pengajian Muslimat NU yang Dirangkai Santunan Anak Yatim

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:52 WIB

Mitigasi Banjir Depok: Lurah Beji Desak Penataan Aliran Situ Rawa Besar hingga Situ Pladen

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:51 WIB

Pemkot Depok Resmi Buka Pendaftaran Beasiswa Maung 2026, Ini Syarat Lengkapnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:50 WIB

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Kamis, 2 Juli 2026 - 18:39 WIB

HUT Bhayangkara ke-80: Sinergitas TNI-Polri di Kota Depok Kian Erat dan Solid

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:45 WIB

Dua Pengendara Motor Tewas dalam Kecelakaan di Sukmajaya dan Tapos

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:42 WIB

Polres Metro Depok Sita Puluhan Ribu Obat Daftar G, Peredaran Terbanyak di Cimanggis dan Sukmajaya

Rabu, 1 Juli 2026 - 20:39 WIB

P3DW Kota Depok Perkuat Sinergi Pendapatan Daerah Lewat Program NASI PENCOK

Berita Terbaru

Berita

Gerus Citra Kota Penyangga, Depok Kini Jadi Magnet Baru Wisatawan Nusantara DEPOK – Kota Depok kini semakin membuktikan taringnya di sektor pariwisata domestik dan tidak lagi sekadar menjadi kota penyangga bagi Ibu Kota Jakarta. Berdasarkan data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Depok yang dirilis pada Rabu (1/7/2026), wilayah ini mencatatkan pergerakan pariwisata yang sangat positif. Sepanjang periode tersebut, jumlah wisatawan nusantara (wisnus) yang berkunjung ke Depok menembus angka 1,11 juta perjalanan. Tingginya angka kunjungan ini memperlihatkan bahwa daya tarik Kota Depok kian memikat, baik sebagai tujuan liburan singkat, perjalanan keluarga, maupun urusan bisnis. Sebaliknya, dinamika mobilitas warga lokal juga tergolong sangat tinggi. BPS mencatat pergerakan warga Depok yang melakukan perjalanan ke luar daerah mencapai angka 1,75 juta perjalanan, menunjukkkan aktifnya pergerakan masyarakat setempat. Geliat pariwisata ini secara langsung berdampak positif pada industri perhotelan di kota tersebut. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel gabungan untuk kelas bintang dan nonbintang secara keseluruhan menyentuh angka 47,25 persen. Jika dibedah, performa hotel berbintang jauh lebih unggul dengan mencatatkan angka okupansi sebesar 54,63 persen, sementara hotel kelas nonbintang berada di angka 32,13 persen. Selain tingkat keterisian kamar yang baik, durasi menginap para tamu di akomodasi Kota Depok juga menunjukkan angka yang cukup stabil. Untuk rata-rata lama menginap tamu (RLMT) di hotel berbintang berada pada angka 1,59 malam. Di sisi lain, para pengunjung yang memilih akomodasi di hotel nonbintang rata-rata menghabiskan waktu sedikit lebih lama, yakni 1,68 malam. Fenomena menarik terlihat dari durasi kunjungan tamu internasional yang singgah di kota ini. Meski jumlahnya tidak sebanyak pelancong domestik, rata-rata lama menginap tamu asing di Depok jauh lebih panjang, yakni mencapai 3,25 malam. Sementara untuk rata-rata lama menginap para tamu domestik secara umum tercatat berada di angka 1,59 malam. Lonjakan angka kunjungan serta stabilnya sektor perhotelan ini menjadi sinyal kuat bagi arah pertumbuhan kota ke depan. Depok kini tidak hanya sukses berkembang sebagai kawasan hunian komuter yang padat. Dengan potensi yang terus digali, kota ini mulai bertransformasi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang menjanjikan lewat sektor pariwisata. Sumber Berita: Indoraya Today (indorayatoday.com)

Kamis, 2 Jul 2026 - 18:50 WIB