Festival Heritage Depok Lama 2026 Jadi Awal Revitalisasi Kawasan Bersejarah dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

- Reporter

Minggu, 28 Juni 2026 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – DEPOK – Festival Heritage Depok Lama 2026 menjadi langkah awal dalam mewujudkan transformasi kawasan Depok Lama sebagai destinasi wisata sejarah sekaligus pusat ekonomi kreatif baru di Kota Depok. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah melalui pendekatan budaya dan partisipasi masyarakat.

Ketua Panitia Festival Heritage Depok Lama 2026 yang juga anggota Tim Percepatan Pembangunan Strategis Daerah (TP3D) Kota Depok, Ratu Ratna Damayanti, mengatakan festival tersebut merupakan salah satu tahapan awal dari program revitalisasi kawasan Depok Lama.

“Festival ini menjadi langkah awal untuk mendukung realisasi program revitalisasi Depok Lama. Sebelum pembangunan infrastruktur berjalan secara menyeluruh, kawasan ini lebih dulu dihidupkan melalui berbagai kegiatan kreatif,” ujarnya, Sabtu (27/6/2026).

Menurut Ratna, proses penataan kawasan telah dimulai, salah satunya melalui pembangunan jalur pedestrian. Namun, ia menilai revitalisasi tidak cukup hanya berfokus pada pembangunan fisik, melainkan juga harus dibarengi dengan aktivitas budaya yang mampu menghidupkan kawasan tersebut.

Ia menambahkan, keterlibatan masyarakat, khususnya Kaum Depok, menjadi faktor utama dalam mewujudkan konsep living heritage, yakni kawasan bersejarah yang tetap hidup melalui tradisi, budaya, dan aktivitas masyarakatnya.

“Kita ingin kawasan ini tidak hanya memiliki infrastruktur yang baik, tetapi juga dipenuhi aktivitas budaya. Kekuatan utama Depok Lama terletak pada living heritage yang masih dimiliki hingga sekarang,” katanya.

Ratna menilai keberadaan Kaum Depok yang tetap bertahan selama lebih dari tiga abad merupakan kekayaan budaya yang sangat langka. Menurutnya, keberadaan komunitas tersebut memiliki nilai penting, tidak hanya bagi Kota Depok, tetapi juga dalam konteks nasional bahkan internasional.

Ia menyebut Festival Heritage Depok Lama 2026 sebagai momentum bersejarah karena menjadi festival pertama yang mengangkat konsep tersebut dalam perjalanan panjang sejarah kawasan Depok Lama.

“Ini merupakan festival pertama dalam lebih dari tiga abad sejarah kawasan ini. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam upaya memperkenalkan kembali identitas dan warisan budaya Depok kepada masyarakat luas,” ungkapnya.

Dengan potensi sejarah dan budaya yang dimiliki, Ratna meyakini Depok Lama layak dikembangkan sebagai pusat wisata berbasis sejarah atau living heritage tourism, di mana pengunjung tidak hanya melihat bangunan bersejarah, tetapi juga dapat merasakan langsung kehidupan budaya masyarakat setempat.

Selain memperkuat sektor pariwisata, pengembangan kawasan tersebut juga diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Berbagai peluang usaha seperti toko suvenir, kafe, restoran, hingga bisnis kreatif lainnya diprediksi akan tumbuh seiring meningkatnya kunjungan wisatawan.

“Ke depan akan muncul berbagai usaha baru yang dapat menggerakkan ekonomi masyarakat. Hal ini tentu akan berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga sekaligus memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah,” jelasnya.

Ratna berharap Festival Heritage Depok Lama menjadi awal terbentuknya ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan di kawasan tersebut. Menurutnya, kawasan Depok Lama tidak hanya akan menjadi ruang pelestarian budaya, tetapi juga ruang tumbuhnya aktivitas ekonomi yang melibatkan masyarakat.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi agar revitalisasi kawasan Depok Lama dapat terus berjalan secara konsisten.

“Ini baru langkah awal. Tantangan berikutnya adalah menjaga keberlanjutan program agar Depok Lama benar-benar berkembang menjadi kawasan yang hidup, memiliki karakter kuat, dan menjadi kebanggaan masyarakat Kota Depok,” pungkasnya.

Berita Terkait

Menyala!! Adam dan Hendra Siap Menjadi Agen Perubahan RT 003 dan RT 004 Sukatani
Hadiri Wisuda UI 2026, Kapolres Metro Depok Minta Wisudawan Beri Kontribusi Nyata untuk Masyarakat
Wawalkot Depok Ajak Warga Jadikan Ngaji Al-Hikam Ajang Introspeksi Diri
122 Dapur Gizi di Depok Resmi Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Tari Laras Depokyan, Karya Seni Baru yang Disiapkan Jadi Identitas Budaya Kota Depok
Lebih dari 180 Siswa/i SMPIT Insan Kamil Cikarang Kabupaten Bekasi Ikuti Talent Mapping Dengan Primagen
KIAS Travel Ajak PPIU Naik Kelas Lewat Skema Umrah Escrow
BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:33 WIB

Hadiri Wisuda UI 2026, Kapolres Metro Depok Minta Wisudawan Beri Kontribusi Nyata untuk Masyarakat

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 15:27 WIB

Wawalkot Depok Ajak Warga Jadikan Ngaji Al-Hikam Ajang Introspeksi Diri

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:46 WIB

Tari Laras Depokyan, Karya Seni Baru yang Disiapkan Jadi Identitas Budaya Kota Depok

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:19 WIB

BNN Cup 7 Digelar di Depok, 2.282 Atlet dari 16 Provinsi Ikuti Kejuaraan Pencak Silat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:26 WIB

Pemkot Depok Percepat Kepemilikan SLHS bagi Dapur SPPG guna Perkuat Keamanan Pangan MBG

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:45 WIB

120 Bangunan Liar di Jalan Pasir Putih Sawangan Ditertibkan, Pospol Ikut Direlokasi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Pemkot Depok Siapkan Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:39 WIB

BNN Cup 7 Digelar di Depok, Diikuti Lebih dari 2.000 Atlet dari 16 Provinsi

Berita Terbaru

Artikel

2 Praktisi Talent Mapping Minat Bakat di Indonesia

Sabtu, 22 Agu 2026 - 21:07 WIB