



Siarandepok.com – DEPOK – Kawasan Depok Lama dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai kawasan heritage yang mampu menjadi destinasi wisata unggulan di Kota Depok. Pengembangan kawasan bersejarah tersebut diyakini tidak hanya melestarikan nilai budaya, tetapi juga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi daerah melalui sektor pariwisata.
Ketua Dewan Kebudayaan Daerah (DKD) Kota Depok, Nuroji, mengatakan bahwa penataan kawasan Depok Lama dapat membuka peluang investasi dan menciptakan pusat ekonomi baru. Menurutnya, berbagai fasilitas penunjang seperti area hiburan, restoran, hingga hotel dapat dibangun untuk memenuhi kebutuhan wisatawan.
“Kalau kawasan ini ditata lebih baik lagi, akan memiliki daya tarik bagi investor,” ujar Nuroji, Minggu (28/6/2026).
Ia mencontohkan keberhasilan Kota Lama Semarang yang kini berkembang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Menurutnya, konsep serupa dapat diterapkan di Depok Lama dengan tetap mempertahankan nilai sejarah yang dimiliki.
“Dulu Semarang juga hampir sama seperti kawasan Jalan Pemuda sekarang. Namun setelah ditata dan direstorasi, kawasan itu berkembang menjadi pusat wisata yang hidup dengan tetap mempertahankan arsitektur heritage,” jelasnya.
Nuroji menekankan bahwa pengembangan kawasan heritage harus dilakukan secara hati-hati. Penataan trotoar, ruang terbuka publik, hingga revitalisasi bangunan-bangunan tua perlu dilakukan tanpa menghilangkan karakter dan keaslian arsitekturnya.
Ia menilai bangunan-bangunan bersejarah dapat dimanfaatkan sebagai kafe, galeri, atau ruang usaha kreatif selama tidak mengubah struktur maupun nilai historisnya. Justru, menurutnya, keaslian bangunan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan.
Selain mendukung pelestarian sejarah, pengembangan kawasan heritage juga diyakini mampu menggerakkan perekonomian masyarakat. Kehadiran wisatawan akan membuka peluang bagi pelaku UMKM di bidang kuliner, kerajinan, jasa pemandu wisata, hingga industri kreatif.
Nuroji berharap bangunan-bangunan bersejarah di Depok dapat direstorasi sehingga kembali menampilkan bentuk aslinya. Dengan demikian, kawasan tersebut dapat menjadi destinasi wisata yang nyaman, asri, sekaligus memiliki nilai edukasi sejarah.
Lebih lanjut, ia berharap Festival Heritage Depok Lama menjadi langkah awal dalam pengembangan kawasan-kawasan bersejarah lainnya di Kota Depok, seperti Harjamukti, Pancoran Mas, dan wilayah lain yang memiliki nilai historis. Seluruh kawasan tersebut diharapkan dapat terhubung menjadi satu paket wisata sejarah Kota Depok.
Menurutnya, keterlibatan investor akan menjadi faktor penting dalam merealisasikan pengembangan kawasan heritage, terutama apabila kemampuan pendanaan dari pemerintah daerah maupun yayasan masih terbatas.
Selain itu, Nuroji juga mengungkapkan rencana pembangunan Museum Dangdut di kompleks Soneta Group. Ia menyebutkan bahwa pendiri Soneta Group, Rhoma Irama, telah memberikan komitmennya terhadap rencana tersebut. Museum itu diharapkan dapat menjadi destinasi wisata budaya baru yang memperkaya daya tarik Kota Depok.
Di akhir penyampaiannya, Nuroji mengucapkan selamat kepada keluarga besar Kaoem Depok yang memperingati 312 tahun sejarah komunitas tersebut. Ia berharap seluruh anggota komunitas tetap menjaga kekompakan, melestarikan aset budaya yang dimiliki, serta terus mengembangkan warisan sejarah bagi generasi mendatang. Ia juga memberikan apresiasi atas peluncuran Festival Heritage Depok Lama sebagai momentum penting dalam upaya pelestarian sejarah dan budaya Kota Depok.













