Eksodus Massal Warga Selandia Baru ke Australia, Tergiur Gaji Rp1 Miliar Per Tahun

- Reporter

Kamis, 12 Februari 2026 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com — Fenomena migrasi besar-besaran tengah melanda Selandia Baru setelah lebih dari 70.000 warganya dilaporkan meninggalkan negara tersebut dalam satu tahun terakhir. Data terbaru hingga Februari 2026 menunjukkan bahwa mayoritas penduduk memilih berpindah ke Australia demi mencari pendapatan yang lebih menjanjikan.

Arus kepergian ini mencakup sekitar 1,4 persen dari total populasi negara itu, sebuah angka yang memicu kekhawatiran terkait hilangnya tenaga kerja terampil secara permanen.

​Alasan ekonomi menjadi pendorong utama di balik keputusan warga untuk menyeberangi Laut Tasman. Saat ini, Selandia Baru tengah menghadapi pasar tenaga kerja yang lesu dengan tingkat pengangguran mencapai 5,3 persen, angka tertinggi dalam hampir satu dekade.

Kondisi ini diperburuk dengan stagnasi pertumbuhan PDB dan daya beli masyarakat yang merosot tajam akibat upah yang tidak sebanding dengan kenaikan harga kebutuhan pokok serta biaya perumahan.

​Sektor kesehatan dan keamanan menjadi bidang yang paling terdampak oleh tren eksodus ini. Australia menawarkan daya tarik luar biasa dengan rata-rata gaji perawat mencapai Rp1,01 miliar hingga Rp1,07 miliar per tahun, jauh di atas standar upah di Selandia Baru.

Selain itu, tenaga kepolisian juga banyak yang mengundurkan diri setelah mendapatkan tawaran gaji hingga Rp880 juta per bulan disertai fasilitas perumahan gratis dari lembaga-lembaga di Australia.

​Menanggapi situasi ini, Menteri Tenaga Kerja Selandia Baru, Andrew Little, dalam sebuah pernyataan resmi mengakui tantangan berat yang dihadapi pemerintah. “Kita sedang berkompetisi dalam pasar talenta global yang sangat agresif.

Pemerintah menyadari bahwa untuk mempertahankan tenaga medis dan keamanan kita, diperlukan langkah nyata dalam penyesuaian kesejahteraan serta penciptaan iklim ekonomi yang lebih kompetitif agar warga kita tidak lagi melihat pindah ke luar negeri sebagai satu-satunya jalan keluar,” tegasnya. (Asep) ​​

Berita Terkait

Panja DPR dan Pemerintah Terus Tekan Biaya Haji 2027 Agar Lebih Terjangkau
Pemkot Depok Siap Perkuat Sinergi dengan Pusat Kelola Aset dan Reforma Agraria
Uji Emisi Gratis di Balai Kota Depok: Jaga Kualitas Udara dan Cek Kondisi Kendaraan
Jamin Keamanan Pangan, 143 SPPG di Kota Depok Resmi Kantongi Sertifikat Layak Higiene
Memasuki Finalisasi Perbaikan, Jembatan Gantung Albar Depok Ditargetkan Beroperasi Minggu Ini
Pemkot Depok Targetkan UGK 93 Bidang Tanah Parung Bingung Rampung Desember 2026
143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi
Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 20:20 WIB

Panja DPR dan Pemerintah Terus Tekan Biaya Haji 2027 Agar Lebih Terjangkau

Rabu, 16 September 2026 - 18:35 WIB

Pemkot Depok Siap Perkuat Sinergi dengan Pusat Kelola Aset dan Reforma Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 17:31 WIB

Uji Emisi Gratis di Balai Kota Depok: Jaga Kualitas Udara dan Cek Kondisi Kendaraan

Rabu, 16 September 2026 - 17:28 WIB

Jamin Keamanan Pangan, 143 SPPG di Kota Depok Resmi Kantongi Sertifikat Layak Higiene

Rabu, 16 September 2026 - 17:24 WIB

Memasuki Finalisasi Perbaikan, Jembatan Gantung Albar Depok Ditargetkan Beroperasi Minggu Ini

Rabu, 16 September 2026 - 13:20 WIB

143 SPPG di Depok Sudah Kantongi Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Rabu, 16 September 2026 - 13:02 WIB

Pemkot Depok Usulkan 9 Hektare Lahan untuk Pertanian Pangan

Rabu, 16 September 2026 - 13:00 WIB

DLHK Depok Benahi Fasilitas Alun-alun Barat, Pagar Retak Jadi Perhatian

Berita Terbaru