SiaranDepok.com — Ketegangan diplomatik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki babak baru menjelang pertemuan krusial yang dijadwalkan pada Jumat (6/2). Teheran secara mendadak meminta perubahan lokasi pertemuan dari Istanbul, Turki, ke Oman.
Tak hanya soal tempat, Iran juga mendesak agar format pertemuan diubah menjadi negosiasi bilateral (dua arah) yang fokus secara eksklusif pada isu nuklir.
Permintaan ini muncul di tengah eskalasi militer di Timur Tengah, menyusul insiden penembakan drone Iran oleh jet AS di Laut Arab baru-baru ini. Washington sendiri sebenarnya berambisi memperluas cakupan pembahasan, termasuk mengenai rudal balistik dan aktivitas proksi Iran di kawasan tersebut.
Presiden AS, Donald Trump, memberikan sinyal keras terkait proses negosiasi yang sedang berjalan ini. Dari Gedung Putih, Trump mengisyaratkan bahwa kegagalan kesepakatan bisa berdampak fatal.
”Kami sedang bernegosiasi dengan mereka saat ini.
Namun, perlu dicatat bahwa hal-hal buruk mungkin saja terjadi jika kesepakatan tidak dapat dicapai dengan Iran,” tegas Trump kepada awak media di Gedung Putih.
Di sisi lain, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan bahwa konsultasi mengenai lokasi final masih terus dilakukan, dengan mempertimbangkan kesediaan Oman dan Turki sebagai tuan rumah.
Pertemuan ini diharapkan menjadi penentu apakah ketegangan di kawasan akan mereda atau justru berujung pada eskalasi perang yang lebih luas. (Asep)










