Riset Doktor UI: Ekstremisme Berakar pada Disintegrasi Psikologis, Bukan Sekadar Ideologi

- Reporter

Rabu, 14 Januari 2026 - 11:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok — Mahasiswa doktor Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI), Haykal Hafizul Arifin, mengungkapkan bahwa ekstremisme tidak semata-mata lahir dari paparan paham radikal, tetapi berkaitan erat dengan kondisi psikologis individu yang disebut sebagai disintegrasi psikologis.

Temuan tersebut dipaparkan Haykal dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar pada Rabu (7/1/2026) di Aula Gedung D Fakultas Psikologi UI, Depok. Dalam disertasinya berjudul “Disintegrasi Psikologis pada Mindset Ekstremis”, Haykal menjelaskan bahwa kekerasan kerap dipilih sebagai jalan cepat untuk meredakan konflik batin yang mendalam.

“Bagi individu yang jiwanya mengalami ketidakutuhan, kekerasan dianggap sebagai solusi paling pasti untuk memulihkan kondisi psikologisnya,” ujar Haykal dalam keterangannya, Selasa (13/1/2026).

Melalui lima studi empiris, Haykal menemukan bahwa individu dengan ketidakstabilan emosi, kehilangan makna hidup, serta kekacauan pola pikir lebih rentan mengambil langkah ekstrem dan drastis dalam menyelesaikan masalah. Kondisi tersebut, menurutnya, membuka ruang masuknya narasi ekstremisme yang menawarkan kepastian dan tujuan instan.

Penelitian ini diperkuat dengan pengembangan Militant Extremist Mindset Scale, sebuah alat ukur baru yang dinilai akurat dalam memetakan pola pikir ekstremis. Skala ini telah diuji baik pada masyarakat umum maupun narapidana kasus terorisme.

Salah satu temuan penting lainnya adalah peran perasaan berdosa dalam konteks keagamaan. Haykal menjelaskan bahwa individu yang merasa gagal memenuhi standar moral agama sering mengalami konflik psikologis berat. Ketika perasaan tersebut tidak dikelola secara sehat, ideologi ekstrem dapat menawarkan kekerasan sebagai bentuk “penebusan dosa” atau pengorbanan diri.

“Paparan ideologi ekstrem tidak otomatis menghasilkan radikalisasi. Dampaknya sangat bergantung pada kondisi kesehatan mental seseorang,” tegasnya.

Berdasarkan hasil riset tersebut, Haykal menilai bahwa upaya pencegahan ekstremisme dan deradikalisasi tidak cukup hanya mengandalkan pendekatan represif atau kontra-ideologi. Ia menekankan pentingnya pemulihan keseimbangan psikologis, pengelolaan emosi, serta penyediaan jalur pemaknaan hidup yang tidak berbasis kekerasan.

Dalam konteks keagamaan, pendekatan yang menekankan pengampunan dan pertobatan autentik dinilai berpotensi menjadi strategi efektif dalam mencegah ekstremisme sekaligus mendukung proses reintegrasi sosial.

Sidang promosi doktor tersebut dipromotori oleh Prof. Dr. Mirra Noor Milla, Prof. Dr. Bagus Takwin, dan Ali Mashuri, Ph.D. (Asep)

Berita Terkait

Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, LKSA Primago melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat
Di Kementerian Ekonomi Kreatif, Denta Berbagi Perspektif Mengenai Harmoni Seni Pertunjukan
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Metro Depok Intensifkan Program “Polisi Peduli di Citra Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rayya dan Fairuz Resmi Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Depok 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:53 WIB

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Ada Program RSSG, Siswa Yang Mendaftar di SMP Islam Al Hasanah Meningkat

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:55 WIB

Wawalkot Depok Minta ASN Resapi Makna Panca Prasetya KORPRI

Senin, 26 Oktober 2026 - 11:47 WIB

Aksi Bersih dan Parade Pemuda Depok Warnai Car Free Day Margonda Raya

Berita Terbaru

Suasana Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Jaya 2026 yang berlangsung pada Senin (26/10/2026), diisi dengan sambutan dari Kapolres Metro Depok, Kombes Pol Christian Rony Putra. (Foto: Humas Polres Depok)

Berita Depok

Siap-siap! Operasi Patuh Jaya 2026 Digelar di Depok

Senin, 26 Okt 2026 - 13:53 WIB

Wali Kota Depok, Supian Suri, bersama Wakil Wali Kota Depok, Chandra Rahmansyah dan Kepala Dinas Kesehatan Devi Maryori menyerahkan penghargaan Juara 3 Pembudayaan Keamanan Pangan dari BPOM saat pimpin Apel Pagi di Lapangan Balai Kota Depok pada Senin (26/10/2026). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Okt 2026 - 13:49 WIB

Momen keseruan gowes bersama PRNU Tapos yang berlangsung di Buperta Cibubur, Minggu (25/10/2026). (Dok. PCNU Depok)

Berita Depok

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Okt 2026 - 13:46 WIB