Syuting Videoklip di China, Senada Digital Gelar Lomba Karaoke Lagu Kenneth Trevi “Rapuh Jadi Utuh”

- Reporter

Rabu, 17 Januari 2024 - 13:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Siarandepok.com– Kenneth Trevi memanfaatkan momen jalan-jalan ke China untuk syuting videoklip lagu terbaru. Lagu tersebut berjudul Rapuh Jadi Utuh, videoklipnya telah tayang perdana pada Sabtu (13/1/2024) di YouTube Channel Senada Digital.

Kenneth Trevi saat diwawancarai pada Senin (15/1/2024) mengatakan pergi ke China menemani neneknya berlibur untuk melihat indahnya dan uniknya pemandangan di sana. Kenneth Trevi menjalani syuting pada tiga lokasi di negara tirai bambu tersebut, yaitu: Yalong Bay – Jembatan Kaca (Sanya, Hainan), Nanshan Haishang Guan Yin (Guan Yin of the South Sea of Sanya), dan Luhuitou Park Sanya Hainan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sebenarnya ada satu tempat lagi di Shi Hua Shui Dong (Goa Kembang Tahu) Danzhou Hainan. Tapi lokasi ini tidak jadi kita pakai untuk lokasi shooting karena kita harus masuk dalam goa dengan “medan” yang sulit dan cukup gelap di dalamnya. Jadi tidak maksimal untuk kita take video,” kata Kenneth Trevi.

Syuting di China punya tantangan tersendiri untuk dijalani Kenneth Trevi, karena Kenneth Trevi sempat demam beberapa hari di sana. Padahal masih ada 2 lokasi yang harus dikunjungi Kenneth Trevi untuk take video. Tapi Kenneth Trevi tetap berusaha menjalani dan menyelesaikannya tanpa mengeluh, walaupun dalam keadaan tidak sehat dan lemas.

Tantangannya tidak hanya itu, soalnya ada satu lokasi yang perlu strategi untuk mengambil latar pemandangan di tempat tersebut. Take videonya harus dengan posisi potrait supaya bisa mendapatkan gambar yang menjadi ikonnya, sehingga menjadi salah satu pertimbangan untuk videoklipnya dibuat dalam bentuk potrait.

Lalu, juga ada lokasi yang tidak boleh untuk mengambil gambar di sana, karena merupakan daerah teritorial. Cukup menantang untuk bisa take video di lokasi tersebut, beberapa kali Kenneth Trevi dan mamanya sempat kena tegur karena tidak sengaja merekam ke arah lokasi tersebut.

“Tantangan yang lebih berkesan adalah saat aku melihat bagaimana repot dan usaha dari mamaku sendirian meng-handle semuanya, mulai dari setting HP, setting sound, take video, mengarahkan aku di tengah keramaian, dan waktu kunjungan yang terbatas. Semua dilakukan oleh mamaku sendiri. Ada beberapa ide take video dibantu diarahkan oleh Om Rulli Aryanto dari Indonesia, dan bersyukurnya semua berjalan lancar,” kata Kenneth Trevi.

Lebih lanjut Kenneth Trevi mengatakan, selain berlibur ke China dan memang diakui pemandangan di sana sangat bagus sekali yang tidak ditemui di tempat lain. Rulli Aryanto dan Tixxy dari Senada Digital sebagai pihak label musik serta mamanya berpikiran untuk sekalian syuting videoklip lagunya.

“Semua perjalanan itu dimulai dengan yang namanya usaha dan itu tidak pernah dijanjikan untuk selalu mudah. Dalam pengambilan videoklip di China ini, seringnya aku harus banyak berjalan dan mendaki ratusan anak tangga supaya bisa mendapatkan dan melihat spot terindah di sana dalam kondisi tidak sehat. Entah kekuatan dari mana, tapi aku dimampukan, hingga aku bisa menyelesaikannya semua dengan hati bahagia. Sama halnya dalam perjalananku, tidak pernah akan mudah dan akan selalu menemui kesulitan-kesulitan, tapi aku percaya Tuhan akan selalu menemaniku berjalan bersama dan yakin pasti akan indah pada waktunya,” kata Kenneth Trevi.

Kenneth Trevi merasa puas, karena bisa melihat dan merasakan bagaimana besarnya dukungan dari mama dan neneknya. Mamanya yang mengurus semua hal sendiri, mulai dari baju, pemilihan lokasi, hingga take video menggunakan HP dengan kemampuan mamanya yang terbatas. Tapi mamanya selalu semangat, neneknya juga selalu memberikan semangat, waktu, dan mau menunggu dengan sabar saat proses syuting dilakukan.

“Melihat besarnya support mereka untuk aku dan melihat senyuman bangga mereka untuk aku menjadi kebahagiaan, penyemangat, kenangan, dan kepuasan tersendiri buat aku,” kata Kenneth Trevi.

Pada kesempatan yang sama, Mama Kenneth Trevi mengatakan sangat mendukung Kenneth Trevi sebagai anak Twice Exceptional, karena Tuhan sudah “menghadiahkan” suatu karunia besar dalam diri Kenneth Trevi yang mungkin hanya dimiliki oleh orang-orang pilihan Tuhan saja, dan tidak boleh menyia-nyiakannya. Dengan banyaknya kesulitan dan keterbatasan yang akan Kenneth bawa seumur hidup, tapi Tuhan “menyelipkan” suatu kehebatan yang memang hanya Tuhan saja yang bisa berikan, tidak boleh ada alasan untuk tidak mendukung Kenneth sebagai bentuk rasa syukur dan berterimakasihnya pada Tuhan.

“Banyak teman-teman Kenn, baik itu di sekolah, tempat terapi dan dimana saja, teman-teman sesama orang tua baik yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus atau tidak, banyak orang-orang di sekeliling kami merasa sangat termotivasi dan menjadi semangat dengan kehadiran Kenn ini. Mereka menjadi lebih terbuka bahwa Tuhan itu tidak mungkin hanya memberikan kesusahan dan kesulitan saja, tapi Tuhan juga pasti lengkapi dengan kehebatan untuk setiap orang dan semua itu pasti akan ada waktunya. Kita perlu bersabar, kita perlu nikmati setiap proses yang sangat panjang ini, dan jangan lupa kita harus selalu bersyukur apapun itu kondisi dan situasinya. Selain itu juga bakat bermusik ini untuk Kenn secara pribadi, bisa menjadi tempat “terapi”nya Kenn dan tempat belajarnya Kenn dengan harapan bisa menjadi “bekal” untuk Kenn di masa depannya,” kata Mama Kenneth Trevi.

Mama Kenneth Trevi juga mengatakan, hingga saat ini Kenneth Trevi masih rutin dan konsisten menjalani semua sesi terapi yang direkomendasikan oleh dokter tumbuh kembangnya. Dikaitkan dengan bermusik, tentu saja sangat membantu proses terapi, karena musik ini bisa jadi salah satu “media” untuk Kenneth Trevi belajar banyak hal dan bisa jadi salah satu cara untuknya belajar tanpa merasa terbebani dan dengan suka cita. Kenneth Trevi akan lebih mudah mempelajari sesuatu hal yang tadinya sangat sulit ia pahami, apabila itu menjadi ketertarikannya, dalam hal tersebut adalah musik.

Kenneth Trevi bisa belajar lebih banyak lagi bagaimana cara mengekspresikan emosi lewat lagu, dan mengenal serta memahami lebih banyak lagi jenis-jenis emosi lewat lagu. Kenneth Trevi jadi bisa belajar memahami suatu kalimat lewat lirik lagu, belajar berkomunikasi secara fungsional, belajar makna hitungan pecahan misalnya lewat musik, yang mana akan sangat sulit dipahami ketika hanya lewat pelajaran matematika, bisa menambah banyak kosa kata lewat lirik lagu, bisa belajar lebih percaya diri lagi, bisa belajar bagaimana harus berstrategi supaya bisa mengendalikan kecemasannya, dan masih banyak hal lagi. Semua menjadi bagian dari IEP (Individual Educational Program) Kenneth Trevi yang tengah dijalankan lewat ketertarikannya pada bermusik.

Sementara itu, Rulli Aryanto, pemilik Senada Digital, label musik yang memproduksi lagu-lagu Kenneth Trevi mengatakan, “Memang prosesnya kemaren kita baru merilis official audionya saja pada tanggal 30 Desember 2023 di Youtube Music, Spotify, dan digital music store lainnya, dan memang jadi kebutuhan promosi untuk mengeluarkan visualnya. Jadi tepat 2 minggu setelah audio kami rilis, videonya kami rilis juga untuk kebutuhan promosi lagu Rapuh Jadi Utuh,” kata Rulli Aryanto.

Rulli Aryanto juga mengatakan, Senada Digital untuk menggelar Superkids – Lomba Karaoke Lagu Kenneth Trevi tujuan awalnya untuk memperkenalkan lagu Rapuh Jadi Utuh ke semua masyarakat di Indonesia, dan berharap dengan lirik yang positif dan penuh dengan motivasi bisa membagikan hal yang positif juga ke banyak orang yang menyanyikan dan mendengarkan lagu tersebut. Season awalnya dibuat untuk Superkids usia 5 – 12 tahun, tapi tidak menutup kemungkinan akan dibuat juga untuk yang remaja dan dewasa, karena lirik lagu Rapuh Jadi Utuh bisa dibawakan oleh semua segmen usia.

Seperti diinfromasikan oleh Rulli Aryanto, Superkids – Lomba Karaoke Lagu Kenneth Trevi digelar dalam dua cara: online untuk peserta di luar Jabodetabek, dan on stage dipilih 15 anak yang akan perform langsung di Mall Ciputra Cibubur pada 9 Maret 2024. Para peserta lomba tidak dipungut biaya, tinggal mengirimkan saja video durasi 1 menit menyanyikan lagu Rapuh Jadi Utuh ke 081914577088 (Whatsapps) yang nantinya akan diupload di Instagram dan TikTok Kenneth Trevi.

Lomba tersebut menyediakan total hadiah Jutaan Rupiah, alat-alat elektronik, sertifikat dari Belajar Musik Indonesia dan Senada Digital, serta bingkisan spesial dari Kenneth Trevi untuk 6 anak terpilih nantinya. Video sudah bisa dikirimkan dari 15 Januari hingga 25 Februari 2024.

Link Video Rapuh Jadi Utuh – Kenneth Trevi:

 

<

Berita Terkait

SMPIK AL-Khoeriyah Depok Adakan Kegiatan Trip to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
PKBM PRIMAGO Indonesia Adakan Asesmen Sumatif Siswa Kelas 6 SDI & 9 SMPI Tahun 2024 di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok
SMP Tirtajaya Depok Adakan Tour Wisuda to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
Mengulik Kedalaman Pasukan Tim Atalanta dan Leverkusen Jelang Final Liga Eropa 2024
Punya Skema Permainan Sama, Sanggupkah Tim Liga Italia Atalanta Patahkan Rekor Tim Liga Jerman Leverkusen di Final Liga Eropa 2024 ?
Perkuat Sinergitas Lintas Sektor, Komitmen BIN Sukseskan WWF ke-10 di Bali Banjir Apresiasi
85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama
Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil

Berita Terkait

Kamis, 23 Mei 2024 - 22:03

SMPIK AL-Khoeriyah Depok Adakan Kegiatan Trip to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:58

PKBM PRIMAGO Indonesia Adakan Asesmen Sumatif Siswa Kelas 6 SDI & 9 SMPI Tahun 2024 di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:56

SMP Tirtajaya Depok Adakan Tour Wisuda to Yogyakarta Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:53

Mengulik Kedalaman Pasukan Tim Atalanta dan Leverkusen Jelang Final Liga Eropa 2024

Kamis, 23 Mei 2024 - 21:51

Punya Skema Permainan Sama, Sanggupkah Tim Liga Italia Atalanta Patahkan Rekor Tim Liga Jerman Leverkusen di Final Liga Eropa 2024 ?

Kamis, 23 Mei 2024 - 12:00

85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama

Rabu, 22 Mei 2024 - 12:38

Deklarasi Menteri WWF ke-10 Angkat Pengelolaan Air Terpadu pada Pulau Kecil

Selasa, 21 Mei 2024 - 17:47

Kenapa Klub Seri-A Como 1907 Tidak Tertarik Rekrut Tom Haye ? ini Alasannya

Berita Terbaru