oleh

Kejar Target Penurunan Stunting, BKKBN Buat Video Edukasi DASHAT

Siarandepok.com-Presiden Joko Widodo telah menunjuk Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menjadi Ketua Pelaksanaan program percepatan penurunan prevalensi stunting di Indonesia.

Penunjukan BKKBN tersebut atas pertimbangan bahwa BKKBN memilik sumberdaya sampai akar rumput.

Tidak hanya tenaga penggerak yang terdiri dari Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) serta Kader KB, BKKBN juga memiliki program berbasis desa dan berbasis kelompok masyarakat yang berperan memfasilitasi terwujudnya keluarga sejahtera.

Setelah penunjukan itu, BKKBN bergerak cepat dengan melakukan kajian dan menata kembali pengelolaan penurunan stunting. Mengingat bahwa risiko stunting dipengaruhi oleh faktor spesifik dan sensitif, maka di tingkat lini lapangan BKKBN menggunakan pendekatan konvergenitas dan partisipatif.

Implementasinya dilakukan dengan mengoptimalkan program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana – Bangga Kencana – yang terintegrasi dengan program lain yang mencakup intervensi pada kedua faktor tersebut.

Konsep integrasi dan konvergensi akan dilaksanakan di Kampung Keluarga Berkualitas. Keterlibatan beberapa program dari berbagai kementerian dan lembaga, dan didukung oleh pihak swasta telah dilaksanakan di Kampung KB untuk mencapai tujuan yang sama yaitu membentuk keluarga sejahtera dan keluarga berkualitas.

Ini merupakan suatu potensi besar untuk pemberdayaan berbasis masyarakat dan keluarga dalam upaya penurunan stunting.

Atas dasar inilah maka menjadi pertimbangan BKKBN untuk melaksanakan Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) di Kampung Keluarga Berkualitas

Dalam rangka mengedukasi masyarakat menjalankan program DASHAT, selama 2 hari BKKBN melakukan pembuatan video edukasi bagaimana membuat makanan yang bergizi dan sehat bagi keluarga untuk mencegah stunting.

Pengambilan video dilakukan di kampung KB Sampora Legok, Cibinong, Kabupaten Bogor, 27-28 April 2022.

Menurut Ibu Ani dari BKKBN, DAHSAT bertujuan untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui optimalisasi sumber daya pangan lokal dalam rangka mempercepat upaya penurunan stunting di tingkat desa/kelurahan.

Intervensi terhadap Keluarga Risiko Stunting melalui kegiatan DASHAT akan difokuskan pada kelompok sasaran prioritas utama, yaitu: baduta/balita; ibu hamil; dan ibu menyusui.

Lebih jauh, secara khusus, DASHAT bertujuan untuk menyediakan sumber pangan sehat dan padat gizi untuk masyarakat, khususnya keluarga risiko stunting, yaitu keluarga yang memiliki anak bayi dan balita, ibu hamil, ibu menyusui dan calon pasangan usia subur atau calon pengantin.

Selanjutnya mengolah dan mendistribusikan makanan tambahan bernutrisi seimbang kepada keluarga risiko stunting, memberdayakan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan pangan sehat bergizi berbasis sumber daya lokal.

Juga memberikan KIE gizi dan pelatihan kepada keluarga risiko stunting untuk pencegahan dan penanganan stunting dan penyiapan generasi emas, memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada kelompok usaha keluarga atau masyarakat untuk memproduksi pangan sehat dan padat gizi sesuai dengan kearifan lokal.

Terakhir mendorong munculnya kelompok usaha keluarga dan masyarakat yang berkelanjutan di tingkat lokal, dengan tetap memprioritaskan tujuan mendukung pencegahan stunting dan meningkatkan kesehatan ibu dan anak.

DASHAT mengedepankan upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai bagian utama kegiatan dengan pendekatan sociopreneurship (kewirausahaan sosial).

Pendekatan sociopreneurship digunakan untuk memastikan DASHAT dapat dioperasionalisasikan secara mandiri dan berkelanjutan, dengan tetap memprioritaskan tujuan utama untuk menyediaan makanan sehat dan bergizi bagi target layanan, sebagai bentuk nyata dalam upaya pencegahan stunting di tingkat masyarakat.

Keberhasilan program DASHAT sangat bergantung pada peran Penyuluh KB di lini lapangan.

“KIE dari penyuluh KB, berupa ajakan/himbauan kepada masyarakat, tentang perlunya kesadaran menjaga asupan gizi yang tepat dengan memahami menu yang sehat, untuk melahirkan anak yang optimal, sehat dan berkualitas sangat dibutuhkan agar program DASHAT sukses,” tandas Ibu Ani./Naz

Berita Terbaru