Gempa Banten Mengakibatkan Kerusakan di Taman Nasional Ujung Kulon.

- Reporter

Sabtu, 15 Januari 2022 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Gempa magnitudo 6,6 mengguncang wilayah Banten pada Jumat, sekitar pukul 16.05 WIB. Episentrum gempa berada 132 kilometer barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, Banten di kedalaman 40 kilometer.

Gempa tersebut Mengakibatkan sejumlah bangunan di Taman Nasional Ujung Kulon rusak. Para petugas di Taman Nasional Ujung Kulon diminta waspada gempa susulan.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha (KSBTU) Balai Taman Nasional Ujung Kulon Dudi Mulyadi mengupdate terkait bangunan taman nasional tersebut dengan mengatakan Banyak sekali bangunan yang rusak dan hancur terutama atap genting dan tembok retak-retak dan roboh.

Baca Juga : Santri WNA Meninggal Dunia Usai Kebakaran Rumah Tahfidz di Bekasi – Siaran Depok

“Bangunan Pusat ECO Edu Tourism terkondisikan rusak berat, atap genting berjatuhan dan plafon hancur. Begitu pula kantor seksi PTNW II atap gentingnya berjatuhan,” ujar Dudi Mulyadi Jum’at Malam, 14 Januari 2022.

Dudi Mulyadi menambahkan bahwa petugas di Pulau Panaitan, Pulau Peucang, dan Cibunar, di Semenanjung Ujung Kulon, telah terhubung via telepon dan aplikasi pesan. Dia mengungkap, kondisi para petugas baik.

Balai TN Ujung Kulon telah mengimbau para petugas untuk terus waspada, terutama potensi gempa susulan. Selain itu, petugas di Pulau Panaitan dan Peucang akan dievakuasi pada Sabtu, 15 Januari 2022. .

“Hampir tujuh desa di Kecamatan Sumur ini ada daerah wisatanya,” kata Usep Sugih Mulyadi, Kasie Pencegahan Kesiapsiagaan dan Pusdalops BPBD Pandeglang

Hal itu mengingat kecamatan itu berbatasan langsung dengan Taman Nasional Ujung Kulon. BMKG juga melaporkan telah terjadi lima gempa bumi susulan usai gempa pertama.

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB