Fenomena Burung Hijau

- Reporter

Senin, 27 Desember 2021 - 13:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Burung hijau hidup tinggi di angkasa. Namun ia mencari penghidupan di permukaan laut. Setidaknya itu informasi yang di dapat dari karya Muhammad bin Abi Bakar yang berjudul Al-Mawaidz Al-Ushfuriyah yang secara literal berarti buku “Nasihat Para Burung”.

Burung ini terbilang istimewa. Sebab ia memiliki tulang yang kokoh seperti tombak pendek, baik pada punggungnya maupun di bawah perutnya. Selebihnya ia memiliki paruh yang kuat dan  sayap yang kokoh agar bisa melesat secara tiba-tiba ke permukaan laut untuk mendapatkan makanan.

Makanan yang diperoleh adalah   sisa daging ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sebagai predator, hiu memangsa ikan apa saja untuk membuatnya kenyang dan bertahan. Dalam  bahasa Arab ikan hiu disebut al-hut, sedangkan ikan kecil yang dimangsa disebut al-samak.

baca juga :

Kenapa Junk Food Itu Enak Banget?

Yang menarik adalah pola rantai makanan antara al-samak, al-hut, dan burung hijau. Usai hiu memangsa ikan, sisa dagingnya terselip di antara gigi hiu. Kondisi tersebut membuat hiu tidak nyaman, bahkan menyakitkan giginya. Ini akibat cara hiu menyantap makanan dengan  buas dan berkuantitas.

Untuk keluar dari ketidaknyamanan tersebut sesekali hiu mengeluarkan kepalanya ke permukaan laut sambil membuka mulutnya. Tentu tingkah hiu ini memberi isyarat kepada makhluk lain bahwa di antara giginya ada  makanan.  Hanya saja tidak semua binatang bisa memanfaatkan peluang menantang ini. Terkecuali burung hijau.

Di angkasa burung hijau memang sudah sejak lama mengintai. Sekelebat burung hijau terbang merendah lalu masuk mulut hiu untuk memakan sisa ikan yang terselip di antara gigi hiu. Sepanjang hiu membuka mulutnya sepanjang itu pula burung hijau cerdas itu berpesta dengan riang gembira.

Burung hijau bukan tanpa alasan berani menyantap sisa daging ikan yang terselip di gigi hiu. Pasalnya, secara vertikal ia menunjang mulut hiu dengan tombak yang ada di punggungnya dan secara horisontal dengan tombak di dadanya. Rupanya ini fungsi dua tombak yang dimiliki burung hijau.

Burung hijau tidak makan kecuali ketika  hiu mengerang kesakitan. Sementara hiu baru merasa nyaman kalau sisa ikan yang terselip di giginya dimakan    burung hijau. Burung hijau tidak pernah takut tidak memperoleh rezeki. Sebab pasti akan datang  hiu yang mengeluarkan kepalanya dan membuka mulutnya.

Tentu burung hijau tidak dibekali akal dan ilmu, ia hanya mengandalkan instink (al-gharizah) untuk mencari nafkah. Sementara manusia yang dilengkapi dengan segalanya, termasuk teknologi, seringkali gerogi tidak  bisa memenuhi makanannya. Inilah fenomena burung hijau. Semoga jadi pelajaran buat kita.*

 

Oleh: KH. Dr. Syamsul Yakin (Pengasuh Pondok Pesantren  Darul Akhyar Parung Bingung Kota Depok)

 

Berita Terkait

WORKSHOP EXCLUSIVE CARA UNIK PROMOSI SEKOLAH BERSAMA PRIMAGO CONSULTING TAHUN 2026
Polimedia Jakarta Kukuhkan 1.152 Wisudawan, 84 Persen Langsung Bekerja
Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Ini dia 3 Kampus Islam Terbaik dan Terbesar di Kabupaten Ponorogo, Ada Kampus yang berbasis Pesantren

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Rabu, 4 November 2026 - 18:59 WIB

Ratusan Dapur Makan Gratis di Depok Kini Diawasi Ketat!

Rabu, 4 November 2026 - 18:56 WIB

Atap Rumah Warga, Lurah Rangkapan Jaya Satset Tangani Langsung

Rabu, 4 November 2026 - 18:53 WIB

DPUPR Depok Gercep Angkut Sterofoam hingga Batang Pohon di Kali Cabang Barat

Rabu, 4 November 2026 - 18:50 WIB

Sering Lewat GDC? Perhatikan Perubahan Besar di 5 Titik Ini!

Rabu, 4 November 2026 - 13:59 WIB

Mahasiswi UI Dijambret, Kapolres Metro Depok Minta Warga Waspada

Rabu, 4 November 2026 - 13:56 WIB

Sentuh Hati Orang Tua, Program RKAI Depok Beri Ruang Bagi Anak Istimewa

Rabu, 4 November 2026 - 13:53 WIB

Rampung 100%! Jalan Sawangan Permai Kini Lebih Mulus dan Nyaman

Berita Terbaru

Pelantikan dan serah terima jabatan (Sertijab) dipimpin langsung oleh Kepala Kejari (Kajari) Depok, Arif Budiman, di Aula Kejari Depok, Selasa (03/11/26). (Foto: Dokumentasi Kejari Depok)

Berita Depok

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:01 WIB

Rapat koordinasi terkait pengawasan dan peningkatan kualitas SPPG diselenggarakan oleh Satgas Percepatan MBG di Aula Edelweis Lantai 5 Balai Kota Depok pada Rabu (04/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Ratusan Dapur Makan Gratis di Depok Kini Diawasi Ketat!

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:59 WIB

Lurah Rangkapan Jaya, Agus Riyan Herdyana, bergerak cepat mengunjungi rumah warga yang atapnya ambruk di RT 08 RW 05, baru-baru ini. (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Atap Rumah Warga, Lurah Rangkapan Jaya Satset Tangani Langsung

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:56 WIB

Penataan jalan di beberapa titik dilakukan oleh petugas DPUPR Kota Depok di Jalan Tamberehe, Boulevard Grand Depok City (GDC), Rabu (04/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sering Lewat GDC? Perhatikan Perubahan Besar di 5 Titik Ini!

Rabu, 4 Nov 2026 - 18:50 WIB