Konferensi Marketing Terbesar se-Asia Ungkap Optimisme Pakar Industri di Tahun 2022

- Reporter

Rabu, 8 Desember 2021 - 22:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- MarkPlus Conference 2022 kembali digelar 8-9 Desember 2021, MarkPlus Conference 2022 mengangkat tema besar Business Revival Toward The Endemic: Post Normal Marketing for 2022 and Beyond. Pada sesi Industry Outlook 2022, hadir pembicara serta pakar marketing dari berbagai latar belakang, termasuk Hermawan Kartajaya yang dikenal sebagai Begawan Pemasaran di era ini, yang juga menjadi penulis buku Marketing 5.0. yang mendapat predikat Best 30 Business Book oleh Soundview.

 

Memandu sesi ini, Hermawan terus menggaungkan 3 topik pemasaran di era endemi, Ia menekankan endemi bukan berarti bebas dari COVID, tetapi hidup berdampingan dengan COVID. Ketiga topik tersebut adalah Marketing is Digital, Only Humanity Differentiates you from other Marketeers, dan Are you Strategic or Tactical.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Marketing is digital anyway, apakah pemerintahan, consumer goods, healthcare, semuanya harus digital. Kalau tidak digital industri akan mati dan kaget.”, ujar Hermawan pada MarkPlus Conference 2022 (08/12).

Konferensi ini mendatangkan pembicara dari berbagai sektor, termasuk Alphonsus Widjaja selaku Ketua Umum APPBI (Asosiasi Persatuan Pusat Belanja Indonesia). Dari sudut pandang pelaku pusat perbelanjaan, dengan indikator kesehatan yang sudah menunjukan ke arah yang baik, vaksinasi, protokol kesehatan, dan aplikasi Peduli Lindungi apabila tidak konsisten akan menimbulkan masalah baru.

“Kalau terjadi penutupan usaha lagi, akan lebih berat dari penutupan usaha sebelumnya. Kita sudah mengalami penutupan pada tahun 2020. Tahun 2021 akan

lebih berat karena tahun 2021 pelaku usaha sudah tidak memiliki dana cadangan lagi yang terkuras di 2020.”

Dari sektor pariwisata dan perhotelan, hadir AB. Sadewa selaku Ketua Bidang MICE , Media dan Komunikasi BPP PHRI,

“Di 2021 mulai ada peningkatan pariwisata, apabila regulasi mendukung sektor pariwisata, occupancy

akan kembali meningkat di atas 60%.”

baca juga :

MarkPlus Conference Kembali Hadir, Sambut Endemik dengan META Marketing, “Strategi Marketing Apa Yang Paling Mutakhir?”

  1. Sadewa juga bicara soal sustainable tourism, bagaimana pemakaian konsumsi air di perhotelan saat ini sudah diukur per unit kamar, limbah deterjen, konsumsi listrik, dan pemilihan peralatan lainnya yang beralih dari sekali pakai ke pemakaian berulang.

Dari sektor properti, hadir Amran Nukman selaku Sekretaris Jendral REI “Masa pandemi akhir tahun 2021 ini dengan adanya insentif dari pemerintah di segmen harga 500 juta sampai 1 miliar tumbuh lebih besar dari segmen harga lainnya. Di segmen lainnya menurun, seperti di segmen harga Rp 300 juta sampai Rp 500 juta menurun hingga 30%. Prediksi kami menuju endemi ini dengan adanya insentif dari pemerintah, akan terjadi pertumbuhan. Di 2022 secara overall bisa bertambah hingga 10 sampai 15%.”

 

Pihaknya memprediksi dari sektor properti, dibanding pusat perbelanjaan atau perhotelan, hunian akan mengalami pertumbuhan yang paling besar. Hal ini diakibatkan adanya perubahan pola hidup masyarakat semenjak pandemi yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah.

Insight menarik datang dari Bima Arya Sugiarto selaku Ketua Umum APEKSI (Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia) mengenai pembangunan kota di masa endemi. Bima menilai dukungan pemerintah pusat membantu percepatan pemerintah kota diperlukan kaitannya dengan kenyamanan masyarakat seperti dilancarkannya program mengatur soal sampah dan kebijakan penggunaan mobil listrik.

 

“Ini membutuhkan komitmen bersama dari pusat hingga kota. Kota bisa mulai dulu dari mengoperasikan satu atau dua unit mobil listrik sehingga mulai terbiasa. Dan produsen pun kuat untuk mass production sehigga dua hingga tiga tahun ke depan lebih terjangkau.”, ujarnya.

Para pembicara yang hadir menilai dengan adanya penanganan COVID yang terkendali dan stimulus ekonomi yang terus berjalan kedepannya kondisi industri Indonesia di tahun 2022 akan membaik.

 

<

Berita Terkait

Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Kampus Putri Adakan Wisuda Angkatan 3 Tahun Ajaran 2023/2024
SMA Islam Darussalam Depok Adakan Kegiatan Goes To Yogya 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel
BRI Cikarang Hadiri Car Free Day Bekasi, Perkenalkan Aplikasi BRImo
Northsky Band Asal Jakarta Utara Rilis Single Perdana Cinta Putih
Cegah Stunting, Netty Heryawan Beberkan Empat Syarat Keluarga Berkualitas
Dirgantara Digital Studio (DDS) Depok Dokumentasi Wisuda Sma Arrahman Depok
Ponpes Darul Amanah Satu- satunya Pesantren yang Ikuti Kompetisi Sepak Bola di Bali 7s Se-Asia Tenggara
Ponpes Darul Amanah Satu- satunya Pesantren yang Ikuti Kompetisi Sepak Bola di Bali 7s Se-Asia Tenggara

Berita Terkait

Minggu, 23 Juni 2024 - 01:28

Pemanfaatan Teknologi Untuk Meningkatkan Komunikasi Organisasi

Minggu, 23 Juni 2024 - 01:17

Penerapan Strategi Komunikasi yang Efektif Untuk Peningkatan Kinerja Organisasi

Minggu, 23 Juni 2024 - 01:01

Membangun Gaya Kepemimpinan Efektif dengan Komunikasi Organisasi

Minggu, 23 Juni 2024 - 00:27

Komunikasi Organisasi Sebagai Faktor Penentu Kesuksesan

Minggu, 23 Juni 2024 - 00:14

Peran Pemimpin dalam Membangun Komunikasi yang Efektif di Lingkungan Kerja

Sabtu, 22 Juni 2024 - 23:59

Komunikasi Organisasi Jadi Kunci Keberhasilan dan Strategi Efektif Bagi Perusahaan

Rabu, 19 Juni 2024 - 12:51

Viral, Punya Aset Puluhan Trilyun Ketum Muhammadiyah yang Sangat Sederhana, Naik Kereta dan Bawa Kardus

Jumat, 14 Juni 2024 - 15:30

Mengenal Sosok Founder Dirgantara AIA Tour Travel Depok

Berita Terbaru