



Siarandepok.com – Gunung Sindur, 17 Juni 2026 — Universitas Terbuka melalui Program Studi Ekonomi Syariah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). Bertajuk Diseminasi Penguatan Ketahanan Air Berkelanjutan dan Focus Group Discussion (FGD) Kebutuhan Masyarakat se-Kecamatan Gunung Sindur” pada Rabu (17/6), di Kantor Kecamatan Gunung Sindur.
Kegiatan ini menjadi forum strategis mempertemukan unsur pemerintah daerah, pemangku kepentingan teknis, akademisi, serta pemerintah desa. Urgennya acara ini, membahas persoalan pengelolaan dan ketahanan air yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat Gunung Sindur.
Acara ini dihadiri oleh Camat Gunung Sindur, Bapak M. Jamalludin, S.IP., M.Si., perwakilan UPTD Infrastruktur Irigasi Kelas A Wilayah 2, serta Bapak Fuad Hadziq, M.Si., selaku Ketua Program Studi Ekonomi Syariah sekaligus Ketua Pelaksana kegiatan PM ini. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh seluruh kepala desa atau perwakilan dari masing-masing desa se-Kecamatan Gunung Sindur.
Dalam sambutannya, Camat Gunung Sindur, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh. Ia menegaskan bahwa persoalan pengairan merupakan salah satu isu strategis yang memerlukan perhatian bersama dan kolektif. “Kami menyampaikan terima kasih atas inisiatif dan kontribusi akademisi melalui kegiatan ini. Harapannya, diseminasi dan FGD ini membantu mengidentifikasi sekaligus memberikan solusi terhadap persoalan pengairan di Gunung Sindu. Akhirnya mampu memperkuat ketahanan air masyarakat secara berkelanjutan,” ujarnya.
Sementara itu, Fuad Hadziq, menjelaskan kegiatan ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan riil masyarakat. Terlebih pada akses, distribusi, dan pengelolaan air, sekaligus menggali berbagai tantangan serta peluang penguatan tata kelola air di wilayah Gunung Sindur.
Menurutnya, ketahanan air bukan hanya persoalan teknis, tetapi juga menyangkut aspek tata kelola, partisipasi masyarakat, dan kebijakan yang berkelanjutan. “Sinergi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan akademisi menjadi kunci utama dalam mengatasi berbagai persoalan ketahanan air. Melalui forum ini, kami berharap dapat menghasilkan rekomendasi yang aplikatif dan berdampak langsung bagi masyarakat,” tegasnya.
Melalui sesi FGD yang berlangsung interaktif, para peserta menyampaikan berbagai persoalan aktual terkait pengairan di wilayah masing-masing, mulai dari distribusi air yang belum merata, kondisi infrastruktur irigasi, hingga kebutuhan penguatan sistem pengelolaan air berbasis komunitas.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun peta kebutuhan air yang lebih komprehensif sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan ketahanan air berkelanjutan di Kecamatan Gunung Sindur. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini terselenggara atas dukungan dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui pendanaan Program Enhancing Quality Education for International University Impact and Recognition (EQUITY) dalam rangka mendukung pencapaian Times Higher Education Impact Rankings Universitas Terbuka 2025–2026.













