Mahfud MD Sebut Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Kejahatan Luar Biasa saat Banyak Anggaran Mengalir untuk BGN

- Reporter

Rabu, 17 Juni 2026 - 16:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Ucapan mantan Menko Polhukam Mahfud MD mengenai hukuman untuk para pelaku kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) tengah jadi sorotan.

Mahfud MD menyampaikan saat berada di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, Jawa Timur, bahwa hukuman bagi koruptor seharusnya sampai hukuman mati.

“Rugi dong kalau orang korupsi kayak Dadan hanya dihukum potong tangan. Iya dong, masa korupsi triliunan hanya dipotong tangan, beli tangan palsu dia. Masukkan penjara, kalau perlu hukum mati,” ujar Mahfud MD di depan para santri pada 8 Juni 2026 lalu.

Melalui siniar terbarunya, Mahfud MD membeberkan bahwa menurut KUHP terbaru, hukuman maksimal penjara 20 tahun atau seumur hidup.

“Oleh sebab itu, hukuman mati itu tidak ada, tapi disebut sebagai hukuman khusus yang artinya bisa dijatuhkan kalau sudah sangat keterlaluan dan dilakukan dalam keadaan tertentu,” ucap Mahfud MD, dikutip dari tayangan terbaru di channel YouTube Mahfud MD pada Rabu, 17 Juni 2026.

“Aturan itu diatur di dalam UU No. 31 Tahun 1999 dan UU No. 20 Tahun 2001 yang sampai sekarang berlaku dan selalu menjadi acuan penegakan hukum korupsi,” lanjutnya.

Mahfud MD Sebut Banyak Anggaran Negara yang Digunakan BGN

Mantan Menko Polhukam itu menyebut bahwa kasus dugaan korupsi yang dilakukan Dadan Hindayana cs karena korupsi terjadi saat negara sedang menghadapi krisis.

“Kasus Dadan Hindayana ini bisa dianggap sekarang ini negara sedang banyak bencana gitu. Kemudian anggaran negara banyak dialihkan ke BGN lalu dikorupsi dan korupsi sudah merupakan penyakit yang sangat parah,” jelasnya.

“Ini kejahatan luar biasa dan selalu berulang, artinya orang enggak ada takutnya. Makanya saya setuju lebih tepat dijatuhi hukuman mati,” sambungnya.

Dugaan Korupsi Dadan Hindayana cs Tindakan yang Luar Biasa

Mahfud juga menyebut bahwa korupsi dilakukan saat negara sedang krisis itu seharusnya bisa membuatnya dijatuhi hukuman mati.

Lebih lanjut, saat ini banyak anggaran hingga anggaran daerah yang dipangkas dan masuk ke BGN.

“Kenapa (kasus) ini luar biasa, karena berbagai daerah sekarang itu mengeluh anggarannya tidak cukup sesudah ada penghematan banyak dan disalurkan kepada BGN,” ujar Mahfud.

“Di daerah banyak orang tidak berdaya, banyak orang yang mau melakukan pemberhentian kerja-kerja kontrak, dan sebagainya karena dananya berkurang sekarang. Tenaga honorer, tenaga di kantor pemerintah yang PPPK, dan sebagainya terancam dihentikan,” terangnya.

Lebih lanjut, menurut Mahfud, dengan kondisi yang meresahkan saat ini, Dadan Hindayana cs justru mengambil keuntungan untuk pribadi.

Soroti Pernyataan Dadan Hindayana soal Tindakan Korupsi di BGN

Dalam siniar tersebut, Mahfud juga menyoroti tentang pernyataan Dadan mengenai dua hal yang bisa mengancam BGN, yakni kasus keracunan dan korupsi.

“Kata dia, kalau korupsi dijamin nggak ada, mudah dikontrol. Tapi yang memang jadi masalah bagi dia adalah keracunan karena langsung menyentuh penerima manfaat,” kata Mahfud.

“Dia optimis, enggak ada korupsi ternyata korupsinya paling besar dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, triliunan uang dia makan begitu saja dan merasa tidak berbuat apa-apa sebelum dia ditangkap, merasa baik dan nekat,” tambahnya.

Mahfud juga menyinggung tentang pembelian yang dilakukan BGN, seperti motor listrik dan pembelian lain dengan anggaran besar.

“Sesudah ditangkap baru ketahuan permainannya gila-gilaan. Oleh sebab itu, menurut saya hukuman mati tidak salah,” tukasnya.
***

Berita Terkait

Donasi Buku “Sejuta Buku Sejuta Impian”, LKSA Primago melalui Gerakan Ayo Peduli Sesama Dukung Literasi Siswa SDN Cibereum 1 Bogor
Tim Marawis Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tampil dan Hadiri Kegiatan Maulid Nabi di Majelis Ta’lim Al Muhajirin Depok
Wakil Wali Kota Depok Buka Kejuaraan Voli Muda: Fokus Sportivitas & Bakat
Di Kementerian Ekonomi Kreatif, Denta Berbagi Perspektif Mengenai Harmoni Seni Pertunjukan
SMP Pelita Atsiri Kabupaten Bogor Gelar Kegiatan Family Gathering Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
KKMI KECAMATAN CILANDAK JAKARTA SELATAN ADAKAN KEGIATAN RIHLAH & FAMILY GATHERING BERSAMA DIRGANTARA AIA TOUR TRAVEL TAHUN 2026
Anak Muda Alumni Gontor, Dr Awaluddin Faj, M.Pd dilantik menjadi Pengurus Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Kota Depok Periode 2026-2031
LKSA PRIMAGO Depok dapat apresisasi Santunan Yatim Pada Pelantikan Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) bersama Bapak Wakil Walikota Depok

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:31 WIB

Bikin Nagih! 30 Kuliner Nusantara Siap Serbu Balai Kota Depok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:26 WIB

Kabar Baik! Flyover Margonda Jadi Prioritas Pemkot Depok

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:23 WIB

Warga Depok Antusias Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Polres Metro Depok Intensifkan Program “Polisi Peduli di Citra Negara

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:55 WIB

Rayya dan Fairuz Resmi Dinobatkan Sebagai Juara 1 Duta GenRe Depok 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:49 WIB

SDIT Miftahul Ulum Cinere Raih Juara 3 Keamanan Pangan Nasional

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Gowes Bareng Hari Santri 2026, Kompaknya Warga Nahdliyin Tapos

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:38 WIB

Tekan Inflasi, Lahan Kosong di Beji Disulap Jadi Kebun Cabai

Berita Terbaru

Bazar Kuliner Festival Masakan Nusantara di Halaman Balai Kota, 27-28 Oktober 2026. (Foto: Diskominfo Depok).

Berita Depok

Bikin Nagih! 30 Kuliner Nusantara Siap Serbu Balai Kota Depok

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:31 WIB

Suasana Rapat Koordinasi (Rakor) bidang infrastruktur yang dihadiri Pemkot Depok, perangkat daerah, camat, serta lurah di Aula Edelweis, lantai 5 Gedung Balai Kota pada Senin (26/10/26). (Foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Kabar Baik! Flyover Margonda Jadi Prioritas Pemkot Depok

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:26 WIB

Momen kebersamaan Anggota DPRD Jabar Pradi Supriatna bersama masyarakat Depok saat mengikuti layanan kesehatan gratis, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dok. Narasumber)

Berita Depok

Warga Depok Antusias Manfaatkan Layanan Pemeriksaan Kesehatan Gratis

Selasa, 27 Okt 2026 - 14:23 WIB