Siarandepok.com- Jakarta, 8 Desember 2021 – MarkPlus Inc kembali menggelar acara marketing terbesar se-Asia yang ke-16, MarkPlus Conference (MPC) kembali hadir pada tanggal 8-9 Desember 2021 yang kali ini diadakan secara OMNI, online dan juga offline. Hari pertama MPC dibuka dengan sebuah prosesi menyanyikan lagu Indonesia Raya dan pemberian award Marketeer of The Year 2021 dan beberapa award lainnya. Hermawan Kartajaya selaku Founder dan Chairman MarkPlus Inc membuka acara ini degan penjelasan mengenai going META menyambut endemik.
Hal yang menarik bahwa Hermawan mengungkap rahasia bagaimana perbedaan setiap marketeers dapat kentara yaitu dengan adanya humanity. “ Only humanity differentiates you from other marketeers. Karena tanpa humanity, maka teknologi itu tidak ada gunanya dan hanya menjadi komoditi. Buku saya ke-sembilan bersama dengan Prof. Philip Kotler, berjudul Marketing 5.0, mendapat award menjadi buku terbaik versi Soundview. Tanpa humanity, teknologi tidak ada gunanya. Jadi sekarang kita memang harus menggunakan digital, tetapi
Hermawan juga menyinggung mengenai karakter yang strategic atau tactical yang dimiliki oleh setiap individu. “Kita tidak boleh terjebak dalam tactical things, META Marketing itu seperti apa? Dalam kondisi Post-Normal Marketing, mari kita mengarah kepada META. Keadaan dimana didalam kegiatan dan program online ada offline, begitu juga sebaliknya. Marketing 6.0 yang sedang ditulis akan membahas banyak tentang META Marketing.’, pungkasnya.
baca juga :
MarkPlus Conference memiliki tiga sesi yang masing-masing terdiri dari tiga kelas yang dapat dipilih oleh peserta, yaitu Trend Session, Creativity-Innovation Sessions, dan Entrepreneurship Session yang diselenggarakan secara virtual melalui website www.markplusconference.com dan youtube Marketeers TV.
Trend Sessions membahas mendalam mengenai strategi marketing menuju transformasi di tahun mendatang, tahun 2022. Berbagai kesempatan dapat dicoba dan dicapai, serta beberapa pengembangan mobilitas yang mampu menunjang keberlangsungan ekonomi maupun pergerakan banyak pelaku usaha terkait daya beli, mobilisasi, dan tingkat perpindahan dan perilaku masyarakat terhadap fenomena-fenomena pasar.
“We should try influencer marketing, social media yang sangat bertumbuh cepat di Indonesia. Contoh dengan adanya nano influencers, membuat influencer marketing jadi accessible dari skala manapun. Selain itu, bekerja sama dengan influencer marketing bisa memudahkan seluruh influencer campaign, dan kita harus temukan apa yang berguna dan bekerja bagi brand kita.”, pungkas Benyamin Ramli selaku Co-Founder & Head of Indonesia Partipost.
Irfan Prabowo selaku Head of Content Marketing Lemonilo menambahkan bahwa, “80% masyarakat Indonesia melihat bahwa dunia digital adalah masa depan, yang Lemonilo juga lakukan adalah mengkombinasikan offline dan online (OMNI Channel).”
Creativity-Innovation Sessions mengulas tentang pentingnya inovasi dan bagaimana peran inovasi yang dilakukan dapat menjadi penunjang bisnis di era pandemic menyambut endemik. “Inovasi datang dari hati, jangan dengarkan kata orang, dengarkan #katahati.”, kata Yuanita Agata selaku Head of Marketing and Communications Tencent Indonesia dengan santai namun yakin. Sedangkan dari dunia digital sektor kesehatan, Agus Wismoyo selaku CEO BitHealth mengungkapkan bahwa, “Inovasi juga terjadi pada dunia digital security , dimana
hal tersebut sangat penting karena dapat mencegah banyak pencurian
dan tindakan kriminal lainnya apalagi pada sektor kesehatan yang sedang marak karena pandemic Covid19 ini”. Hal itu membuat penggunaan teknologi pada perusahaan skala besar harus diimbangin dengan keahlian pekerjanya.










