Kades Sukarasa Dukung Program Penurunan Stunting

- Reporter

Senin, 29 November 2021 - 19:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Keberhasilan program percepatan penurunan stunting sangat bergantung pada dukungan berbagai pihak, terutama pemerintahan desa sebagai lini terdepan dalam pelayanan masyarakat. Kesimpulan ini mengemuka dalam kegiatan orientasi Tim Pendamping Keluarga (TPK) di Desa Sukarasa, Kecamatan Tanjungsari, Senin, 29 November 2021.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) ini diikuti oleh seluruh kader TPK Desa Sukarasa. Hadir sebagai narasumber fasilitator TPK dari BKKBN, Maman Jamaludin, S.HI dan Bahrudin. Keduanya menyampaikan peran penting TPK dalam upaya percepatan penurunan stunting di Indonesia. “Sebagai penyuluh KB kami akan bersinergi dengan TPK untuk percepatan penurunan stunting, karena sejatinya merekalah yang paling mengetahui kondisi ril masyarakat di lapangan,” ujar Maman.

baca juga :

Menteri BUMN Erick Thohir Resmi Jadi Anggota Banser

Dalam paparannya, Maman mengatakan, setiap TPK yang dibentuk terdiri dari Bidan/Nakes, PKK dan Kader KB. Ketiganya akan melakukan pendampingan, pencatatan dan pelaporan kepada tiga kelompok sasaran, yaitu calon pengantin, ibu hamil, dan balita. “TPK bertugas melakukan pencatatan, pelaporan dan mengedukasi kelompok sasaran agar mereka terhindar dari kasus stunting,” ucapnya.

Sementara, Kades Sukarasa, Endang Farid Ma’ruf, dalam sambutannya yang sekaligus membuka acara menegaskan dukungannya kepada tugas TPK dalam percepatan penurunan stunting. Meski selama ini di wilayahnya belum ditemui kasus stunting, tetapi dia bertekad akan mencegahnya agar tidak terjadi di masa yang akan datang. “Sebagai Kades, saya sangat mendukung TPK dalam rangka percepatan penurunan stunting. Saya tidak ingin di wilayah saya terjadi kasus stunting,” tegasnya. /Naz

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB