Islam Melawan Hoaks

- Reporter

Minggu, 31 Oktober 2021 - 13:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com- Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dalam Musnad-nya, suatu ketika pemimpin bani Mustaliq, al-Harits bin Dhirar al-Khuza’i berkata, “Aku pernah mendatangi Rasulullah Saw, beliau pun mengajakku untuk masuk Islam. Aku pun masuk dan mengakui Islam. Beliau kemudian mengajakku untuk berzakat, maka aku pun berzakat. Aku kemudian berkata, “Wahai Rasulullah! Aku akan kembali pada kabilahku dan akan aku ajak mereka untuk masuk Islam dan menunaikan zakat. Siapa pun yang menerima ajakanku, maka akan aku kumpulkan zakatnya. Dan kirimlah utusan untuk menemuiku pada waktunya untuk mengambil zakat yang aku kumpulkan.”

Setelah itu al-Harits pun mengumpulkan zakat dari orang-orang yang memenuhi ajakannya untuk masuk Islam. Sampai tibalah waktunya bagi utusan Rasulullah Saw untuk mengambil zakat tersebut. Namun utusan tersebut tidak kunjung datang, hingga al-Harits pun berkata kepada kaumnya, “Sesungguhnya sekarang telah tiba waktunya utusan Rasulullah Saw datang kepadaku untuk mengambil zakat yang ada padaku. Namun entah kenapa dia belum juga datang. Padahal Rasulullah Saw tidak pernah mengingkari janjinya, dan aku yakin bahwa utusannya tidak sampai, kecuali karena adanya kemurkaan Allah Swt dan Rasul-Nya. Oleh karena itu, marilah kita berangkat menghadap Rasulullah Saw untuk menyampaikan zakat ini sendiri.”

Sebenarnya, Rasulullah Saw telah mengutus seseorang untuk menemui al-Harits guna mengambil zakat yang telah dikumpulkan tersebut. Namun, dikisahkan di tengah jalan utusan tersebut merasa ketakutan dan memutuskan untuk kembali ke Madinah. Kepada Rasulullah Saw dia kemudian mengarang cerita dan berkata, “Wahai Rasulullah! Al-Harits enggan membayar zakat bahkan ingin membunuhku.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mendengar cerita itu, Rasulullah Saw pun mengutus beberapa orang untuk menemui al-Harits. Namun, al-Harits dan rombongannya ternyata telah terlebih dahulu berangkat ke Madinah. Ketika al-Harits dan teman-temannya mendekati kota Madinah, kedua rombongan ini pun berpapasan di tengah jalan. Begitu melihat al-Harits dan teman-temannya, rombongan yang dikirim Rasulullah Saw pun langsung mengepung mereka.

Setelah dihadapkan kepadanya, Rasulullah Saw pun bertanya kepada al-Harits, “Apakah engkau enggan membayar zakat dan hendak membunuh utusanku?” Al-Harits menjawab, “Tidak, demi Dzat yang telah mengutusmu dengan membawa kebenaran, aku belum pernah melihatnya, dan tidak ada seorang utusan pun yang datang kepadaku. Kedatanganku kemari adalah karena utusan engkau tidak kunjung datang. Aku merasa takut bila hal itu menyebabkan murka Allah Swt dan Rasul-Nya.” Mendengar jawaban itu Rasulullah Saw pun melepaskan al-Harits.

Peristiwa ini kemudian menjadi sebab turunnya ayat 6 surat al-Hujuraat yang artinya: “Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaan sebenarnya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (QS al-Hujuraat [49]: 6).

Peristiwa ini menjadi peringatan bagi kita agar tidak mempercayai begitu saja informasi yang datang dari seseorang. Apalagi jika informasi tersebut berkaitan dengan perilaku buruk seseorang atau kelompok tertentu, sebagaimana yang belakangan ini sering terjadi di Indonesia.

Seorang Muslim tidak boleh mempercayai begitu saja apa yang disampaikan oleh seseorang hingga adanya fakta-fakta yang bisa dipertanggungawabkan. Benar, informasi dari sebuah sumber harus menjadi pertimbangan bagi kita untuk menyikapi sesuatu. Namun sebagai muslim yang berpegang teguh kepada ajaran Islam, kita harus hati-hati dalam menyikapi suatu informasi, apalagi yang hanya berseliweran di media sosial yang sumbernya sangat meragukan.

Seorang Muslim yang bijak juga tidak boleh begitu saja mengikuti suara mayoritas yang mempercayai suatu informasi. Sebab bisa jadi justru suara mayoritas itulah yang keliru. Seorang muslim harus jeli dan senantiasa berpikir jernih agar tidak terperangkap dalam pusaran kebohongan alias hoaks. Waspadalah, di era seperti sekarang ini banyak sekali orang yang berkepentingan untuk membentuk opini publik demi meraih keuntungan tertentu dengan merusak nama baik seseorang atau kelompok. Apalagi, sasaran hoaks yang merusak ini seringkali diarahkan kepada ummat Islam dan ajarannya, dengan tuduhan radikal, wahabi, teroris dan sebagainya.

Muslim yang cerdas harus mencerna setiap informasi dengan baik, agar tidak sampai “memvonis” seseorang atau kelompok tertentu berdasarkan informasi yang disampaikan oleh orang fasik yang acapkali berdusta untuk menutup-nutupi kesalahannya. Ingat, setiap orang yang bersikap apalagi ikut menyebarkan hoaks, turut pula menanggung dosa akibat dari kebohongan tersebut. Allah Swt menggolongkan mereka ke dalam “orang-orang yang membuat kerusakan”.

<

Berita Terkait

Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok
Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok
Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwal) Pokdarwis dan Pelatihan Promosi Pariwisata Kota Depok Tahun 2024.
Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri
Kereen…BKR Mandala Subang Jadi Percontohan Tingkat Nasional
Bukan hanya Ganda Putra, Ganda Putri Indonesia ini pun Rontok gagal melaju ke Perempat Final Indonesia Open 2024
Rekor! Kampus Kebanggaan Warga Depok Raih Peringkat Terbaik 15 Terakhir
SMA Kharismawita Depok Adakan Trip To Dieng 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Berita Terkait

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:38

Ada lagi….Tokoh pemuda Gandul elemen relawan Idris Mantap Dukung SS Jadi Walikota Depok

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:35

Duet Supian Suri dan Intan Fauzi Paket lengkap tuk Menangkan Hati Rakyat Kota Depok

Rabu, 12 Juni 2024 - 13:33

Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwal) Pokdarwis dan Pelatihan Promosi Pariwisata Kota Depok Tahun 2024.

Senin, 10 Juni 2024 - 19:29

Pilkada Depok Semakin Dinamis, Alumni Muda Gontor Dukung Supian Suri

Sabtu, 8 Juni 2024 - 08:53

Kereen…BKR Mandala Subang Jadi Percontohan Tingkat Nasional

Kamis, 6 Juni 2024 - 13:15

Rekor! Kampus Kebanggaan Warga Depok Raih Peringkat Terbaik 15 Terakhir

Kamis, 6 Juni 2024 - 11:07

SMA Kharismawita Depok Adakan Trip To Dieng 2024 Bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Kamis, 6 Juni 2024 - 11:04

Ketua DPR RI Puan Maharani Harapkan Pemerintah Transparan Terkait Mundurnya Pimpinan Otorita IKN

Berita Terbaru