Pemkot Depok Targetkan Penanganan Koridor Sawangan Tuntas pada 2028

- Reporter

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menargetkan penataan dan penanganan koridor Jalan Raya Sawangan dapat diselesaikan secara bertahap hingga tahun 2028. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi kemacetan yang selama ini menjadi permasalahan utama di kawasan Sawangan dan sekitarnya.

Wali Kota Depok, H. Supian Suri, mengatakan proyek rekonstruksi Jalan Enggram–Pemuda di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan, menjadi tahap awal dalam upaya mengurai kepadatan lalu lintas yang kerap terjadi di koridor Sawangan, termasuk akses menuju Parung Bingung, Pertigaan Keadilan, hingga Tol Desari Sawangan.

Menurutnya, dampak dari proyek tersebut diharapkan mulai dirasakan masyarakat pada awal 2027. Pelebaran Jalan Enggram dan Jalan Pemuda yang kini mulai dikerjakan diyakini dapat mengurangi tingkat kemacetan secara signifikan.

Supian menjelaskan, setelah pembangunan fisik selesai, pemerintah juga akan menerapkan rekayasa lalu lintas berupa sistem satu arah untuk meningkatkan kelancaran arus kendaraan.

“Insya Allah proyek ini selesai tahun depan. Kami juga akan berkoordinasi dengan Satlantas Polres untuk mulai menerapkan pengaturan lalu lintas pada awal 2027,” ujarnya, Kamis (18/6/2026).

Dalam skema yang sedang disusun, kendaraan dari arah Tol Sawangan akan diarahkan melalui jalur utama, sedangkan kendaraan dari arah Sawangan akan dialihkan melalui Jalan Enggram dan Jalan Pemuda. Pola tersebut dinilai lebih efektif dalam mengurangi titik kemacetan yang sering terjadi pada jam-jam sibuk.

“Daripada tidak memutar tetapi macet panjang, lebih baik sedikit memutar namun lalu lintas tetap lancar,” kata Supian.

Selain proyek yang sedang berlangsung, Pemkot Depok juga akan melanjutkan program pelebaran jalan hingga kawasan Pertigaan Parung Bingung. Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah telah mengalokasikan anggaran pembebasan lahan sebesar Rp60 miliar. Namun, berdasarkan hasil penilaian tim appraisal, masih diperlukan tambahan sekitar Rp50 miliar sehingga total kebutuhan anggaran mencapai Rp110 miliar.

“Perkiraan kebutuhan anggaran pembebasan lahan hingga Parung Bingung mencapai Rp110 miliar,” jelasnya.

Saat ini, dokumen rencana pengadaan tanah telah diserahkan kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) guna melanjutkan tahapan pembebasan lahan.

Supian menegaskan bahwa penanganan kemacetan di kawasan Sawangan memerlukan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, DPRD, Forkopimda, hingga masyarakat yang terdampak proyek. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang telah mendukung program tersebut dengan merelakan sebagian tanah dan bangunannya untuk kepentingan pelebaran jalan.

Sementara itu, Lurah Rangkapan Jaya Baru, Wahyu Syahadat, mengungkapkan bahwa sekitar 50 bidang tanah dan bangunan di wilayahnya terdampak rencana pelebaran Jalan Raya Sawangan.

“Untuk wilayah Rangkapan Jaya Baru, terdapat sekitar 50 bidang yang masuk dalam pendataan,” ujarnya.

Ia menambahkan, panitia pembebasan lahan masih terus melakukan pendataan dan inventarisasi terhadap seluruh bidang yang terdampak. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bangunan di sepanjang Jalan Raya Sawangan telah diberi tanda bertuliskan P2T dengan cat semprot berwarna merah sebagai bagian dari proses pendataan dan pengadaan tanah.

Berita Terkait

Progres Pengerjaan Melaju 10 Persen Lebih Cepat, Pembangunan Jalan Enggram Diproyeksikan Rampung November
Transformasi Digital Berbuah Manis, RSUD ASA Depok Sabet Penghargaan di INAHEF 2026
Semarakkan Milad ke-26, KOOD Berbudaya Gelar Beragam Pertunjukan Seni dan Budaya di Depok
Pemprov Jabar dan Pemkot Depok Gelar Job Fair Online Bersama Kang Dedi Mulyadi
Bimbel PRIMAGO Depok Buka Program Konsultasi Persiapan Masuk ke Gontor dan Pesantren Modern Se Jabodetabek Tahun 2026
Qonita Lutfiyah Resmikan Renovasi PAUD Angsana Raya, Tekankan Pentingnya Pendidikan Karakter
Andi Tatang Supriyadi Kritik Layanan BPN Depok, Minta Evaluasi Total!
Hoax Yayasan Ar Ridho Gunakan Lahan Fasos Fasum untuk Sekolah, Ini Penjelasannya!

Berita Terkait

Selasa, 22 September 2026 - 20:13 WIB

Progres Pengerjaan Melaju 10 Persen Lebih Cepat, Pembangunan Jalan Enggram Diproyeksikan Rampung November

Selasa, 22 September 2026 - 20:06 WIB

Transformasi Digital Berbuah Manis, RSUD ASA Depok Sabet Penghargaan di INAHEF 2026

Selasa, 22 September 2026 - 20:04 WIB

Semarakkan Milad ke-26, KOOD Berbudaya Gelar Beragam Pertunjukan Seni dan Budaya di Depok

Selasa, 22 September 2026 - 17:32 WIB

Pemprov Jabar dan Pemkot Depok Gelar Job Fair Online Bersama Kang Dedi Mulyadi

Senin, 21 September 2026 - 20:06 WIB

Andi Tatang Supriyadi Kritik Layanan BPN Depok, Minta Evaluasi Total!

Senin, 21 September 2026 - 19:01 WIB

Hoax Yayasan Ar Ridho Gunakan Lahan Fasos Fasum untuk Sekolah, Ini Penjelasannya!

Senin, 21 September 2026 - 18:38 WIB

Kasus Gangguan Pernapasan di Jawa Barat Meningkat, Dinkes Imbau Warga Waspadai Influenza Tipe A

Senin, 21 September 2026 - 18:27 WIB

Memasuki Musim Pancaroba, Pemkot Depok Imbau Warga dan ASN Jaga Kesehatan

Berita Terbaru