



Siarandepok.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok resmi memulai pembangunan jalan alternatif Enggram–Pemuda di Kelurahan Sawangan Baru, Kecamatan Sawangan. Proyek yang bertujuan mengurangi kemacetan di kawasan Sawangan tersebut ditargetkan selesai pada 6 Desember 2026.
Wali Kota Depok, H. Supian Suri, menjelaskan bahwa pembangunan Jalan Pemuda dan Jalan Enggram merupakan langkah strategis untuk menghubungkan Jalan Raya Sawangan sekaligus menjadi solusi atas permasalahan kemacetan yang selama ini terjadi di koridor Sawangan–Muchtar.
Proyek tersebut dikerjakan oleh PT Lagoa Nusantara dengan nilai kontrak sebesar Rp30,31 miliar. Masa pelaksanaan pekerjaan ditetapkan selama 180 hari kalender, terhitung sejak 8 Juni hingga 6 Desember 2026.
Menurut Supian, pembangunan ini merupakan bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan unsur Forkopimda dalam menjawab kebutuhan masyarakat terkait kemacetan yang kerap terjadi di kawasan yang dikenal sebagai “Sawangan Kubro”.
Selain pembangunan fisik jalan, Pemkot Depok juga telah mengalokasikan sekitar Rp40 miliar untuk pembebasan lahan di sepanjang Jalan Pemuda dan Jalan Enggram. Langkah tersebut dilakukan guna mendukung kelancaran proses pembangunan dan pelebaran jalan.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana melakukan pembebasan lahan di kawasan Pertigaan Parung Bingung yang menjadi titik pertemuan Jalan Raya Muchtar dan Jalan Raya Sawangan. Untuk kebutuhan tersebut, diperkirakan diperlukan anggaran sekitar Rp110 miliar.
Supian mengungkapkan bahwa total kebutuhan dana pembebasan lahan hingga kawasan Exit Tol Sawangan, Tol Desari, dapat mencapai sekitar Rp270 miliar. Sementara itu, estimasi pembebasan tanah dan bangunan dari Pertigaan Parung Bingung hingga Exit Tol Sawangan diperkirakan mencapai Rp330 miliar.
Menurutnya, investasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kemacetan di Sawangan, khususnya pada titik-titik yang selama ini menjadi pusat kepadatan lalu lintas.
Secara teknis, Jalan Pemuda dan Jalan Enggram yang akan dibangun memiliki panjang sekitar 872 meter. Jalan Enggram dirancang dengan lebar ruang milik jalan (ROW) sekitar 11,5 meter, sedangkan Jalan Pemuda memiliki ROW sekitar 10,5 meter.
Untuk mendukung kenyamanan pejalan kaki, trotoar atau jalur pedestrian akan dibangun di kedua sisi Jalan Pemuda. Sementara di Jalan Enggram, fasilitas pedestrian direncanakan berada di salah satu sisi jalan.
Supian optimistis kehadiran jalan alternatif tersebut mampu mengurangi kepadatan lalu lintas di ruas Jalan Raya Sawangan dan Jalan Raya Muchtar. Ia memperkirakan tingkat kemacetan dapat berkurang hingga 75–80 persen apabila masyarakat turut mematuhi aturan lalu lintas yang akan diterapkan nantinya.
Di sisi lain, ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila proses konstruksi menyebabkan gangguan terhadap aktivitas warga selama pekerjaan berlangsung.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Depok, Yodi Joko Bintoro, menjelaskan bahwa sebelum pelaksanaan groundbreaking, pihaknya telah melakukan pengukuran dan peninjauan lapangan dengan titik awal pekerjaan berada di Jalan Pemuda.
Kegiatan tersebut melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Dinas Perumahan dan Permukiman (Disrumkim), konsultan pengawas, penyedia jasa konstruksi, serta unsur teknis lainnya.
Menurut Yodi, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lapangan sesuai dengan perencanaan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai. Ia berharap koordinasi dan sinergi antarinstansi dapat mendukung kelancaran pelaksanaan proyek sehingga hasilnya tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Dengan terwujudnya pembangunan Jalan Enggram–Pemuda, Pemkot Depok berharap konektivitas antarwilayah di Kecamatan Sawangan semakin baik, mobilitas masyarakat meningkat, serta pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut dapat terdorong secara signifikan.













