Mayoritas Kaum Buruh di Depok Belum Menerima Vaksinasi Covid-19

- Reporter

Senin, 9 Agustus 2021 - 17:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– Vaksinasi Covid-19 di Depok, Jawa Barat, belum menjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama kaum buruh, banyak yang mengaku belum menerima vaksinasi Covid-19 sampai saat ini.

Ketua Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Cabang Kota Depok Wido Pratikno menganggap hal ini menimbulkan ketidakadilan bagi para buruh.

“Buruh kan bekerja, seperti apa yang disampaikan Kapolri, buruh itu penghasil devisa negara. Maka dari itu diutamakan mendapat vaksinasi,” kata Wido, Senin (9/8/2021).

Wido menyebutkan, jumlah buruh di Depok mencapai kisaran 60.000 orang, yang terdaftar dalam serikat buruh serta asosiasi sebanyak 15.000 orang.

Dari jumlah tersebut, mayoritas buruh, baik yang tergabung dalam serikat maupun di luar serikat, belum mendapatkan vaksinasi Covid-19 dari Pemerintah Kota Depok.

“Buruh harusnya masuk ke dalam kategori yang diprioritaskan untuk mendapatkan vaksinasi. Ini kami (buruh) belum mendapat perhatian dari Pemkot Depok,” ujar dia.

Sebagai informasi, capaian vaksinasi Covid-19 di Depok baru mencapai sekitar 20 persen untuk dosis pertama dan 11 persen untuk dosis kedua, hal tersebut berdasarkan dengan data Dinas Kesehatan yang diperbarui pada Sabtu (7/8/2021).

Jika dilihat secara detail berdasarkan kelompok penerima, vaksinasi Covid-19 di Depok cukup timpang.

Kategori petugas pelayan publik yang progresnya sudah mencapai hampir 190 persen untuk dosis pertama, mengalahkan tenaga kesehatan di kisaran 120 persen.

Capaian vaksinasi Covid-19 dosis pertama bagi lansia di Depok baru sekitar 27 persen, masyarakat umum dan rentan sekitar 7,28 persen, remaja sekitar 6,75 persen.

Total, Depok menetapkan sasaran vaksinasi Covid-19 sebanyak 1.613.557 orang.

Wali Kota Mohammad Idris menargetkan 50 persen dari jumlah sasaran itu telah divaksinasi Covid-19 per akhir Agustus 2021.
(Rohmat)

Berita Terkait

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari
Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG
Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD
DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah
Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026
SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren
Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:50 WIB

Akun BTN Jakim 2026 Banjir Kritikan Warganet, Desak Evaluasi soal Tim Medis saat Event Lari

Senin, 15 Juni 2026 - 11:47 WIB

Viral Ramai-ramai Curhatan Supplier, Mengaku Ogah jadi Pemasok MBG karena Permintaan Turunkan Harga dari SPPG

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:00 WIB

Kontroversi Pengelolaan Dana BOS di Sulsel: 326 Kepsek Diduga Kompak Ingin Mundur, namun Ditahan DPRD

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:58 WIB

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:00 WIB

Kelas Persiapan Masuk Gontor Bersama Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok Tahun 2026

Kamis, 11 Juni 2026 - 11:44 WIB

Program Assesment Primago 2026, Kunci Mengetahui Kemauan dan Kemampuan Sang Buah Hati Sebelum Masuk Pesantren

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:14 WIB

Studi PKJS-UI: Konsumsi Rokok Rumah Tangga Berisiko Mencederai Manfaat Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:54 WIB

Aqiqah di Pesantren Pilihan Terbaik Untuk Buah Hati: Pilihan Cerdas Orang tua Penuh Cinta dan Harapan

Berita Terbaru

Berita

DPR Mengapresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Rupiah

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:58 WIB