Mantan Ketua DPRD Depok, Rintis Yanto : Paslon nomor urut 2 Idris-Imam lebih rasional

- Reporter

Minggu, 15 November 2020 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Rintis Yanto, mantan Ketua DPRD Depok periode 2009-2014 menanggapi kemeriahan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020. Menurut Rintis, pilihan politiknya jatuh kepada Pasangan Calon (Paslon)Wali-Wakil Wali Kota Depok, Nomor Urut 2, Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono.

Alasan Rintis memilih Idris-imam berdasarkan rekam jejak mereka berdua dan visi misi serta program kerja yang dianggap lebih rasional dan bisa direalisasikan di Kota Depok.

“Program Kerja dan Visi Misi yang disampaikan oleh Paslon nomor urut 2 lebih rasional dan bisa direalisasikan dalam kondisi Depok yang terkena imbas resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19. Terlebih, pandemi ini belum bisa dipredisi kapan berakhir. Maka 10 program unggulan Paslon 02 itu lebih realistis dibanding lawannya di Pilkada Depok,” jelas Rintis, Sabtu (14/11/2020).

Dalam kesempatan tersebut Jaringan Relawan Idris-Imam (JARII) tersebut menyampaikan, sedikitnya ada tiga isu strategis yang akan dihadapi Depok lima tahun ke depan. Pertama, pelambatan ekonomi yaitu resesi ekonomi, kedua mengenai persoalan infrastruktur, ketiga mengenai kesehatan.

“Semua persoalan ini sudah dijawab oleh Paslon 2 dengan 10 program unggulannya,” tuturnya.
Lebih lanjut, Rintis menanggapi berobat gratis di fasilitas kesehatan (faskes) kelas tiga pakai KTP. Dia menganalisa program dari lawan Pilkada IDRIS-IMAM dari sejumlah penjelasan yang diunggah di media daring lawan paslon 2.

“Saya sedikit kesulitan menganalisa program ini, tapi beberapa penjelasan singkat lawan dari paslon 2 saat kampanye ke warga dan diunggah di media daring. Jadi lawan Pilkada dari Paslon 2 seperti meniru program di sejumlah daerah lain seperti Bekasi, Tanggerang dan wilayah di Sumatera,” paparnya.

Melalui Perda dan juknis di Perwal. Yaitu menginstruksikan seluruh faskes di Depok (Puskesmas dan RSUD) dan mungkin faskes swasta lewat Kerja sama Pemerintah Swasta (KPS), untuk memfasilitasi, menerima dan merawat seluruh pemegang KTP Depok,” Sambung Rintis

“Data jumlah dan biaya orang sakit di Depok dalam setahun tidak ada yang bisa prediksi kongkrit berapa nilainya,” pungkasnya.

Untuk itu, Rintis menilai ada 2 model yang disiapkan dari program tersebut. Pertama bentuk dan modelnya seperti JKN dengan asuransi BPJS-nya yang sudah tercover oleh Pemkot, provinsi dan pusat. Misalnya 127 ribu jiwa dikali Rp 42.000 (BPJS kelas 3) dikali 12 bulan, maka hasilnya Rp 64 Miliar lebih.
Untuk itu kesimpulan Rintis, apapun modelnya program berobat gratis pakai KTP bertentangan dengan program JKN, BPJS-nya pemerintah pusat yang sudah tertuang lewat perundang-undangan

“Sementara partai pengusung dari lawan paslon 2 semuanya partai pemerintah. Apa mungkin mereka melawan arus pemerintah pusat,” kata Rintis.

Menurut Rintis Kalaupun program itu nantinya dipaksakan, lawan paslon 2 mensaving anggaran Rp 200 – 300 miliar, namun perlu dilihat ketersediaan anggaran lainnya. Seperti membangun 10.000 UMKM baru. Program ini luar biasa bagus berarti per tahun sekitar 2.500 UMKM.

Kesimpulannya, APBD Depok 2022 harus mengcover Rp 2 triliun dipastikan APBD Depok menjadi jebol. Program rutin yang lain akan terbengkalai seperti bangun sekolah, jalan rusak, atasi kemacetan, pembangunan taman. Bahkan, rumah sakit di daerah Tapos bisa terbengkalai.

“Belum lagi tujuh program yang lain, this’t not real, ini program langit yang tidak membumi. Karena itu lebih baik pilih program yang realistis milik Paslon 02 pada 9 Desember mendatang,” pungkasnya.

Berita Terkait

Milad ke-10 Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago, Pimpinan Pesantren Ingatkan Spirit Tebar Manfaat Tanpa Batas
Senam Paricara Dharma Terus Diperkenalkan ke Masyarakat
Kemarau Melanda Sungai Ciliwung Depok Jadi Wisata Air
Depok Seru Semua Diharapkan Jadi Wadah Hiburan dan Edukasi bagi Warga
Cing Ikah: Al-Qur’an Harus Menjadi Kompas Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Pelatihan AI GP Ansor Depok Disambut Antusias, Yuni Indriany: Anak Muda Harus Jadi Pencipta Teknologi
Pengajian Al-Hikam Jadi Ruang Refleksi Pembangunan, Rohmat Rospari: Mari Menilai Secara Utuh
Di Pengajian Al-Hikam, Wali Kota Depok Supian Suri Pastikan Tak Ada Anak Putus Sekolah

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:58 WIB

Sambut Final Piala Dunia 2026, Pemkot Depok Ajak Warga Nobar Seru di Alun-Alun GDC

Sabtu, 18 Juli 2026 - 17:55 WIB

Piala Soeratin U-13 & U-15: Harapan Supian Suri untuk Masa Depan Sepak Bola Depok

Rabu, 14 Januari 2026 - 14:38 WIB

Resmi Timnas Indonesia Melantik Pelatih Baru Pengganti Patrick Kluivert, yang Bernama John Herdman

Rabu, 11 September 2024 - 18:56 WIB

Ramai Kabar Saaih Halilintar Tak Tampil di PON Aceh-Sumut 2024, Sejumlah Artis Ini Justru Pernah Jadi Atlet Pekan Olahraga Nasional

Rabu, 21 Agustus 2024 - 15:43 WIB

Sempat Dipromosikan Jurnalis Asing, ini Kata Pelatih Klub Sepakbola Eropa tentang potensi Marcelino Ferdinan

Rabu, 21 Agustus 2024 - 15:40 WIB

Meski kerap dicap pemain Egois, Marcelino Ferdinand sang Wonderkid Timnas Indonesia Hebohkan Netizen Gabung ke Klub Inggris

Rabu, 21 Agustus 2024 - 15:38 WIB

Ini Kata Erick Thohir Usai Marcelino Ferdinand Gabung ke Klub Champinship Inggris Oxford United

Rabu, 17 Juli 2024 - 05:52 WIB

Ini dia rekor sejarah sepakbola dunia yang ditorehkan lamine yamal, Salah satunya pemain Termuda Dunia 

Berita Terbaru

Senam Paricara Dharma (Sumber: Dokumentasi Narasumber)

Headline

Senam Paricara Dharma Terus Diperkenalkan ke Masyarakat

Selasa, 28 Jul 2026 - 11:16 WIB