Idris: “Ketika kami telusuri memang peningkatan pasien positif berasal dari kasus kontak erat.”

- Reporter

Selasa, 11 Agustus 2020 - 19:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com— Wali Kota Depok Mohammad Idris berkata penyebaran Coronavirus atau Covid-19. Ini berasal dari kontak erat. Untuk itu kota depok akan terus menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

“Ketika kami telusuri memang peningkatan pasien positif berasal dari kasus kontak erat. Maka, bagi warga yang beraktivitas maupun bekerja harus terapkan protokol kesehatan ketika sampai di rumah,” ujar Mohammad Idris.

Wali Kota Depok Mohammad Idris juga berkata Tetapi tingkat kesembuhan di kota depok sendiri cukup baik.

Alhamdulillah, hari ini pasien sembuh di Kota Depok bertambah lima orang. Suspek aktif juga berkurang atau selesai pengawasan sebanyak tujuh orang dan kontak erat aktif juga berkurang 13 orang. Namum ada penambahan kasus konfirmasi sebanyak 32 orang. Lalu, meninggal satu orang,” jelasnya.

Beliau juga menjelaskan menurut data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, juga menyebut  penambahan kasus konfirmasi positif ada pada pasien usia produktif. Salah satunya pada kelompok usia 30-39 tahun dengan total 370 orang, Kemudian, sambungnya, kelompok usia disusul kelompok usia 20-29 tahun dengan total kurang lebih 289 orang.

“Mereka ini kelompok usia produktif atau masuk usia kerja. Maka, saya tegaskan wajib untuk menerapkan protokol kesehatan pribadi,” katanya.

Penerapan protokol kesehatan pribadi, tambah Mohammad Idris, di antaranya setelah beraktivitas segera membersihkan diri, cuci pakaian dengan detergen, bersihkan semua barang dari luar dengan disinfektan. Kelompok usia produktif atau pekerja juga harus menghindari kontak dengan kelompok rentan seperti anak dan lanjut usia.

“Selalu gunakan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan ketika beraktivitas,” tutupnya

Berita Terkait

Peluang Emas: Beasiswa Full Pendidikan Santri Yatim dan Yatim Piatu di Pesantren Leadership Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Kapolri Minta Maaf atas Ulah Anggotanya yang Cederai Rasa Keadilan
Keluarga ABK Fandi Kasus 2 Ton Sabu di Batam Ngadu ke Komisi III DPR
PDIP: Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG Diatur di UU APBN dan Perpres
Miris! Kompolnas Bongkar Modus Oknum Polisi Tilap dan Jual Barang Bukti Narkoba Senilai Miliaran
Minat WNA Jadi WNI Melonjak, Pemerintah: Kita Harus Bangga dengan Indonesia Apa Adanya
Dinilai Asumtif, Hakim Abaikan Kerugian Rp 171,9 T dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina
Ngabuburit Sambil Berliterasi di Jusuf Kalla Library UIII, Jadi Tren Positif Anak Muda Depok

Berita Terkait

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:56 WIB

Peluang Emas: Beasiswa Full Pendidikan Santri Yatim dan Yatim Piatu di Pesantren Leadership Primago Tahun Ajaran 2026-2027

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:50 WIB

Kapolri Minta Maaf atas Ulah Anggotanya yang Cederai Rasa Keadilan

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:50 WIB

Keluarga ABK Fandi Kasus 2 Ton Sabu di Batam Ngadu ke Komisi III DPR

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:49 WIB

PDIP: Alokasi Anggaran Pendidikan untuk MBG Diatur di UU APBN dan Perpres

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:44 WIB

Miris! Kompolnas Bongkar Modus Oknum Polisi Tilap dan Jual Barang Bukti Narkoba Senilai Miliaran

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:43 WIB

Dinilai Asumtif, Hakim Abaikan Kerugian Rp 171,9 T dalam Kasus Korupsi Minyak Mentah Pertamina

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:35 WIB

Ngabuburit Sambil Berliterasi di Jusuf Kalla Library UIII, Jadi Tren Positif Anak Muda Depok

Jumat, 27 Februari 2026 - 11:35 WIB

Tim Markas Besar Angkatan Darat Tinjau TNI Manunggal Membangun Desa ke-127 di Depok, Pastikan Progres Tepat Sasaran

Berita Terbaru