Balai Kemenperin Dorong Produktivitas IKM Daerah dengan Inovasi

- Reporter

Minggu, 30 Juni 2019 - 04:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kementerian Perindustrian fokus untuk terus mengembangkan industri kecil dan menengah (IKM) di dalam negeri agar lebih produktif dan inovatif. Langkah ini agar sektor IKM selaku mayoritas dari populasi industri di Tanah Air, bisa berkompetisi di kancah global sehingga memacu pertumbuhan ekonomi nasional.

“Upaya strategis tersebut, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga dijalankan oleh satuan kerja kami di daerah. Misalnya, Baristand Industri Samarinda yang mendorong peningkatan daya saing IKM produsen teh sereh dengan dukungan teknologi dan pembinaan lainnya,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Ngakan Timur Antara di Jakarta, Sabtu (29/6).

Ngakan menjelaskan, Baristand Industri Samarinda sebagai unit kerja di bawah BPPI Kemenperin, telah melaksanakan program percepatan pemanfaatan teknologi untuk IKM Sruput Wangi melalui Dana Kemitraan Peningkatan Teknologi Industri (DAPATI) pada tahun 2018. IKM Sruput Wangi berlokasi di Kelurahan Jahab, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Kegiatan itu bertujuan untuk membantu menyelesaikan beberapa permasalahan yang dihadapi oleh IKM Sruput Wangi. Untuk itu, kami memberikan layanan konsultansi, pembimbingan dan pendampingan langsung yang melibatkan peneliti dan perekayasa Baristand Industri Samarinda,” paparnya.

Berdasarkan hasil diagnosa, di antaranya telah dilakukan perbaikan alat proses produksi (alat penyangrai serai), penyusunanStandar Operasional Prosedur (SOP), danpenataan tata letak (layout) produksi.Kegiatan ini memberikan dampak positif bagi pengembangan IKM Sruput Wangi dalam pemanfaatan teknologi peralatan, peningkatan produktivitas dan perbaikan tata letak pabrik.

“Dari penggunaan peralatan hasil rekayasa Baristand Industri Samarinda sesuai persyaratan pangan yang dilengkapi dengan alat kontrol suhu otomatis kapasitas maksimal 20 kg/sekali proses, telah dapat meningkatkan produksi rata-rata 60% sekali proses saat ini,” ungkapnya.

Pada awalnya, alat yang digunakan terbuat dari material yang tidak direkomendasikan untuk pangan dengan kapasitas hanya maksimal 12 kg/sekali proses. Demikian pula dengan penataan ruang kerja dan peralatan proses (layout) pabrik yang telah dilakukan.

“Selain telah mengefektifkan waktu proses, penataan dengan pendekatan sistem manajemen keamanan pangan (HACCP) sangat membantu IKM Sruput Wangi untuk pemenuhan persyaratan izin edar oleh BPOM,” imbuh Ngakan. Hal lainnya yang dilakukan adalah penyusunan SOP sebagai panduan pelaksanaan kegiatan yang sistematis bagi IKM Sruput Wangi.

“Dengan adanya program DAPATI ini, diharapkan dapat mendorong IKM Sruput Wangi sebagai salah satu industri pionir berbasis bahan baku sumber daya alam lokal di Kabupaten Kutai Kartanegara khususnya dan Provinsi Kalimantan Timur umumnya, untuk terus meningkatkan mutu produk serta dapat memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat,” tutur Ngakan.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih menyatakan, IKM merupakan salah satu sektor penggerak ekonomi nasional berbasis kerakyatan. Hal ini lantaran para pelaku IKM membuka lapangan kerja bagi masyarakat di sekitarnya serta masih kentalnya nuansa kekeluargaan dalam menjalankan unit usahanya.

“IKM sebagai bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga saat ini berjumlah lebih dari 4,4 juta unit usaha atau mencapai 99 persen dari seluruh unit usaha industri di Indonesia,” ujarnya.

Dari jumlah unit usaha tersebut, IKM telah menyerap tenaga kerja sebanyak 10,5 juta orang atau 65 persen dari total tenaga kerja sektor industri secara keseluruhan. Untuk itu, dalam upaya memacu daya saing IKM nasional, perlu didukung pengembangan sumber daya manusia yang terampil dan pemafaatan teknologi terkini guna menciptakan produk yang kreatif dan inovatif.

Berita Terkait

Era Baru Perlindungan Jemaah Umrah Dimulai, Tiga PPIU Luncurkan Escrow Account Bersama BSI
Dapat Sapi Kurban Presiden, KH Abubakar Madris Mengaku Sempat Tak Percaya
Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:38 WIB

Berantas Obat Keras Ilegal, Satpol PP Kota Depok Gencarkan Razia Tramadol dan Excimer

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:37 WIB

Wujudkan Bersama Depok Maju, Diskominfo Silaturahmi ke IJTI

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:36 WIB

Wakil Ketua KPAI Monev Program MBG Bagi 3B di Kecamatan Bojonggede Kabupaten Bogor

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:55 WIB

Supian Suri Tegaskan Pendidikan Jadi Prioritas, KuduSS Ramah Siap Kawal Program Kerakyatan Pemkot Depok

Selasa, 14 Juli 2026 - 20:53 WIB

Supian Suri Apresiasi Loyalitas KuduSS Ramah dalam Mengawal Janji Kampanye untuk Masyarakat Depok

Selasa, 14 Juli 2026 - 18:09 WIB

Borong Dua Penghargaan Tingkat Jawa Barat, Satpol PP Kota Depok Raih Apresiasi dari Wali Kota

Senin, 13 Juli 2026 - 22:37 WIB

Pantau Hari Pertama Sekolah, Wakil Wali Kota Depok Pastikan MPLS Ramah Anak Berjalan Lancar

Senin, 13 Juli 2026 - 22:20 WIB

Dorong Kreativitas, Wakil Wali Kota Depok Ingin Catur Jadi Olahraga Anak-Anak Sekolah

Berita Terbaru