FORBIS IKPM Gontor Upaya Membangun Kemandirian Keuangan Berjamaah: Kita Harus Belajar Dari Muhammadiyah

- Reporter

Jumat, 14 Juni 2019 - 13:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – “Umat Islam hanya bisa bersatu ketika shalat berjamaah tidak ketika berbisnis,” kalimat ini terungkap ketika saya ngobrol dengan Ketua Umum FORBIS IKPM GONTOR, Agus Maulana, di Pondok Modern Gontor Putri pekan lalu.

FORBIS sebagai salah satu organisasi yang didirikan atas amanah dari Pimpinan Pondok Modern Gontor sudah hampir tiga tahunan periode perdana kepengurusan ini terus berusaha untuk merajut ukhuwah antar alumni Gontor yang berprofesi sama di berbagai usaha bisnis.

Sebagai sebuah organisasi baru tentunya tidak mudah untuk menyatukan semua isi kepala ribuan alumni Gontor apalagi ini berkenaan dengan bisnis. Harus diakui pada periode kepengurusan perdana yang masa jabatannya akan berakhir pada akhir tahun 2019 ini, FORBIS masih membangun pondasi yang kuat dengan akar yang kokoh agar nantinya organisasi ini tidak mudah goyang.

Salah satu tujuan didirikannya FORBIS yang basis anggotanya pengusaha alumni Gontor dengan cheep yang tetap tertanam di Pondok Modern Gontor lewat PP IKPM tentunya untuk memperkuat perekonomian sesama alumni Gontor dengan salah satu filosofi KEMANDIRIAN yang dari sejak awal sudah ditanamkan ke jiwa masing-masing alumni Gontor ketika masih santri.

Tapi tidak mudah menciptakan Kemandirian Finansial dalam jangkauan lebih luas di tingkat alumni Gontor yang sudah tersebar luas di berbagai wilayah dengan ragam usaha berbeda.

Gontor sendiri sebagai sebuah lembaga pendidikan maklum diketahui telah sukses menerapkan prinsip kemandirian ekonomi lewat unit-unit usaha yang dimiliki, namun untuk menularkan kemandirian ekonomi dengan kekuatan finansial berjamaah antar alumninya harus diakui Gontor belum punya pengalaman.

Ada baiknya dalam hal ekonomi berjamaah untuk menciptakan kemandirian finansial yang lebih luas, semua stakeholder Gontor yang dimotori oleh FORBIS harus belajar ke Muhammadiyah.

Sebagai salah satu Ormas Islam tua dan besar di Indonesia yang usianya melebihi usia Gontor, Muhammadiyah bisa jadi rujukan yang sangat recomended untuk belajar membangun ekonomi berjamaah.

Di usianya yang memasuki 109 tahun, Muhammadiyah terlihat sangat berpengalaman dan matang mengelola ekonomi berjamaah dengan aset triliunan rupiah yang kini mereka miliki.

Perhatikan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) kini bergelimang harta dengan cakupan hampir di semua bidang dan manfaatnya sangat real bisa dinikmati masyarakat luas.

AUM di bidang pendidikan dasar dan menengah dijumpai 7.651 sekolah dan madrasah, di bidang pendidikan tinggi 174 universitas, sekolah tinggi, institut, dan akademi. Di bidang pelayanan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat terdapat rumah sakit 457, panti asuhan 318 buah, panti jompo 54 buah, dan rehabilitasi cacat 82 buah.

Untuk bidang sarana ibadah terdapat masjid dan musala sebanyak 11.198. Di samping itu, sejumlah Baitut Tamwil Muhammadiyah (BTM), Koperasi Matahari, minimarket, semakin memperlihatkan geliatnya yang signifikan (Abbas, 2015).

Demikian pula, secara akumulatif, jumlah dana likuid (jangka pendek) yang tersimpan pada rekening yang dimiliki Muhammadiyah dan AUM, diperkirakan Rp15.000.000.000.000,00 (lima belas triliun rupiah) (Sudibyo, 2014).

Dari jumlah sebesar itu, yang baru dimanfaatkan Muhammadiyah diestimasikan Rp1.500.000.000.000,00 (satu triliun lima ratus miliar rupiah) atau hanya 10%).

Belum lagi total valuasi aset Muhammadiyah yang dikalkulasi mendekati angka Rp320 triliun. Jumlah tersebut sangat besar dan bahkan melebihi dana abadi umat yang terkumpul lewat setoran Haji yang angkanya hanya 105 triliun.

Lalu dari mana kita harus memulainya? Selain FORBIS, PP IKPM Gontor sebenarnya sudah memiliki Forum Pesantren (FPA) yakni organisasi resmi yang mewadahi kurang lebih 1000 lembaga pendidikan milik alumni Gontor yang tersebar hampir di setiap wilayah Indonesia.

Sinergi antara FORBIS dan FPA yang mulai dirintis belakangan ini dan gongnya akan ditabuh pada EXPO Forbis pekan ini diharapkan bisa menghasilkan sesuatu yang kongkrit setidaknya terjadi kerjasama real antara para pengusaha dengan para pimpinan pesantren.

Sejatinya bagi alumni Gontor yang sudah terbiasa tajammuk bukan hal yang sulit untuk berjamaah di bidang ekonomi.

Kita hanya butuh mengingat dan menerapkan wasiat TRIMURTI *Bondo, Bahu, Pikir, Lek Perlu Sak Nyawane Pisan*.

Berita Terkait

Bakesbangpol Kabupaten Bogor Perkuat Nilai Kebangsaan melalui Rangkaian Pengambilan dan Pengembalian Bendera Pusaka di Pendopo Malasari
Penyerapan KUR di Depok Belum Maksimal, Pemkot Diminta Perkuat Akses Permodalan UMKM
150 KK di Sawangan Baru Terima Bantuan Air Bersih
Komisi VII DPR RI Dalami Penyaluran KUR bagi UMKM di Depok
Pemkot Depok Siapkan Masjid hingga Lahan untuk Kantor Kementerian Haji dan Umrah
Mulai Langkahmu di Industri Kreatif Bersama DD School
220 Bangunan di Jalan Raya Keadilan Depok Ditertibkan, Berdiri di Atas Bantaran Kali
Polres dan Kodim Depok Semprot Jalan Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 12:54 WIB

FSSKD Siapkan Festival Sepak Bola Grassroot

Senin, 14 September 2026 - 10:01 WIB

Pemkot Depok Komitmen Dukung Bakul Budaya Nusantara Lestarikan Kebudayaan Lokal

Senin, 14 September 2026 - 09:54 WIB

Viral Video Pelajar Beli Miras, Wali Kota Depok Perintahkan Satpol PP Gelar Sidak

Senin, 14 September 2026 - 09:50 WIB

Angkat Tema Kalimantan, Bakul Budaya Nusantara Perluas Kolaborasi Kebudayaan di HUT ke-4

Senin, 14 September 2026 - 08:12 WIB

Masjid Al Maghfirah di Depok Dipugar, Pembangunan Ditargetkan Rampung Lima Tahun

Sabtu, 12 September 2026 - 12:56 WIB

Peringati Hari Pelanggan, Wali Kota Depok Dorong PT Tirta Asasta Tingkatkan Layanan Lewat Asasta Fun Run 2026

Sabtu, 12 September 2026 - 11:10 WIB

Mengenal Porprov Jabar, Panggung Unjuk Gigi Atlet Daerah menuju Prestasi Provinsi

Jumat, 11 September 2026 - 21:53 WIB

Konsisten Terapkan Kawasan Tanpa Rokok, Kota Depok Sabet Penghargaan Skala ASEAN

Berita Terbaru

Rapat Kerja FSSKD Tahun 2026 sekaligus Pengukuhan Pengurus FSSKD Periode 2026–2030 oleh Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok. (Foto: Sumber istimewa)

Berita

FSSKD Siapkan Festival Sepak Bola Grassroot

Senin, 14 Sep 2026 - 12:54 WIB