Kecemasan Orde Baru Terhadap Rambut Gondrong

- Reporter

Senin, 29 April 2019 - 22:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Selain menjadi identitas dan objek perawatan bagi para perempuan, rambut panjang atau gondrong juga digandrungi oleh sebagian kaum laki-laki, khususnya di kalangan muda. Di antara beberapa yang tengah sibuk memekarkan otot-ototnya di pusat kebugaran agar terlihat gagah, terdapat para lelaki yang enggan ke tempat cukur supaya rambutnya tetap tampil “badai”.

Pada rezim Orde Baru, lewat kebijakan Undang-Undang Penanaman Modal Asing (PMA) No.1/1967 mengenai kemudahan penanaman modal asing di Indonesia, ‘budaya barat’ ikut masuk dan berkembang cepat. Salah satunya budaya Hippies.

Budaya yang berslogan “make love, not war” ini merupakan suatu gagasan yang menawarkan kebebasan hidup. Lalu dikenal lewat identitas rambut gondrong, pakaian lebar nan warna mencolok, pemakaian narkoba, dan seks bebas.

Dalam keresahan hegemoni Soeharto yang represif, anak-anak muda terpengaruh oleh budaya yang tampil eksentrik dan bebas ini. Dalam sudut pandang pemerintah Orde Baru, rambut gondrong merupakan hal yang ‘kebarat-baratan’, menyimpang dari tradisi bangsa Indonesia, dan mencapnya sebagai sesuatu yang berbahaya.

Dengan dalih menyelamatkan Bangsa Indonesia, kemudian pemerintah mengeluarkan kebijakan pelarangan rambut gondrong.

Fenomena yang menuai pertentangan ini pernah disebarluaskan oleh Aria Wiratma Yudhistira lewat bukunya yang berjudul “Dilarang Gondrong: Praktik Kekuasaan Orde Baru terhadap Anak Muda Awal 1970-an”. Di malam hari pada Senin 1 Oktober 1973, di sebuah acara bincang-bincang di TVRI, Pangkopkamtib Jenderal Soemitro menyatakan bahwa rambut gondrong membuat pemuda menjadi acuh tak acuh.

Kata-kata yang dikeluarkan oleh Soemitro tersebut menuai kontroversial. Rezim Orde Baru memanifestasikan kegelisahannya dalam razia di jalan raya, lingkungan sekolah, maupun kampus yang membuat para mahasiswa bingung untuk memilih tetap gondrong atau ikut ujian. Bahkan para pemain sepak bola dan artis-artis yang tampil di TVRI ikut terkena dampak dari larangan tersebut.

Celah dipersempit dengan pelarangan pelayanan untuk orang-orang gondrong di dinas pemerintahan. Dengan menargetkan tak ada lagi rambut gondrong di tahun 1973, pihak kepolisian dan tentara juga turut membantu badan khusus dalam razia-razia rambut gondrong.

Sebagaimana kita ketahui, pihak penentang selalu ada ketika kebijakan diterapkan. Pada 10 Oktober 1973, DPR-RI didatangi oleh 11 delegasi Dewan Mahasiswa Institut Teknologi Bandung (DM-ITB) yang dipimpin oleh ketuanya, Muslim Tampubolon untuk memprotes pernyataan Pangkopkamtib Jenderal Soemitro.

Sejarah ini dipuncaki ketegangan tentang kematian salah satu mahasiswa ITB, Rene Louis Coenraad pada 6 Oktober 1970. Kematiannya akibat dari bentrokan setelah pertandingan persahabatan sepak bola yang sejatinya diadakan sebagai bentuk damai atas protes para mahasiswa yang terkena razia rambut gondrong yang dilakukan oleh taruna AKABRI (Angkatan Bersenjata Republik Indonesia) di Kota Bandung.

Di akhir polemik, untuk meredakan ketegangan antara pemerintahan dengan kalangan muda, Soemitro menggelar pertemuan dengan mahasiswa di berbagai kampus di Jawa. Soemitro mengakui masih banyak kekurangan dalam pemerintahan Orde Baru. Mulai dari belum adanya kepastian hukum, sikap arogansi pemerintah terhadap masyarakat, dan komunikasi yang tidak lancar antara pemerintahan dengan masyarakat.

Tensi mengenai permasalahan rambut gondrong mulai menurun secara perlahan lewat pernyataan Soemitro yang menyatakan bahwa dirinya bukan melarang melainkan hanya menganjurkan. Bahkan ia mengakui bahwa anaknya sendiri berambut gondrong. Namun baginya, rambut gondrong kurang sedap dipandang dan ia akan selalu berusaha meyakinkan dan untuk merenungkan tentang rambut gondrong.

Penulis: Agum Satrio

Editor: Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

Gelar Sekolah Ayah Bunda Spesial, Ini bentuk Apresiasi Warga pada Wali Kota Depok Supian Suri
Selain Infrastruktur dan Pendidikan, Ini Prioritas Wali Kota Depok Supian Suri tahun 2027
Ribuan Pelajar SD Ramaikan Depok Kids Run Festival 2026 di Depok Open Space
Gandeng Primago Consulting, Pesantren Al-Bahjah Rumuskan Blueprint Strategis Penguatan & Pengembangan Lembaga
Tetap Optimis Walau Minim Antusias Warga, Aksi Korve Kebersihan Di RT 004/RW 009 Sukatani.
Pesantren Anak Sholeh (PAS) Baitul Qur’an Ponorogo Gelar Seminar Nasional Character Building Membangun Daya Juang dan Spirit Ruh Mudarris Bersama Primago Consulting Depok
Perkuat Branding & Promosi Kampus, Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor Gandeng Primago Consulting Depok
PT AMBPI Perkuat Kedekatan dengan Pelanggan melalui Amazing Build Fest 2 di MARGOCITY

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 21:39 WIB

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 November 2026 - 17:35 WIB

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 November 2026 - 17:31 WIB

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 November 2026 - 17:23 WIB

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 November 2026 - 17:17 WIB

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 November 2026 - 09:53 WIB

Wajah Baru Stasiun Depok Baru: Lebih Modern dan Terintegrasi!

Kamis, 5 November 2026 - 08:46 WIB

Tingkatkan Pelayanan Penumpang, Penataan Stasiun Depok Baru Ditargetkan Rampung Akhir Desember

Rabu, 4 November 2026 - 19:01 WIB

Guntur Gani Prakoso Resmi Pimpin Kasi Intel Kejari Depok

Berita Terbaru

Lurah Pondok Jaya, Marbawi menyerahkan 54 sertifikat tanah kepada warga Kelurahan Pondok Jaya, Kecamatan Cipayung. (Sumber foto: Istimewa)

Berita Depok

54 Warga Pondokjaya Dapat Sertifikat di PTSL

Kamis, 5 Nov 2026 - 21:39 WIB

Depok Fashion Forward sekaligus Dekranasda Goes to Mall resmi dibuka di Margo City, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Siaran Depok/AN Rafi)

Berita Depok

Depok Fashion Forward 2026: Wajah Baru Kreatif Lokal

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:35 WIB

Petugas dari DPUPR dan Polres Metro Depok menggelar inspeksi langsung ke lokasi di Jalan Raya Sawangan, persis di area depan Sungai Elok Cantik dan Menawan (SeCawan), Kecamatan Pancoran Mas, pada Kamis (05/11/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Kabar Baik! Perbaikan SeCawan Depok Dimulai Pekan Ini

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:31 WIB

Pelaksanaan uji emisi kendaraan bermotor di Halaman Kantor PBB, Balai Kota Depok, Kamis (05/11/26). (Sumber foto: Diskominfo Depok)

Berita Depok

Pemkot Depok Kembali Gelar Uji Emisi Kendaraan Gratis

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:23 WIB

Penertiban kabel udara digelar oleh Dinas PUPR di kawasan Jalan Pemuda serta Jalan Kartini, Kecamatan Pancoran Mas, Selasa (14/04/26). (Foto: Diskominfo)

Berita Depok

Sayonara Kabel Semrawut! Ini Langkah Cepat Depok Menata Kota

Kamis, 5 Nov 2026 - 17:17 WIB