
Siarandepok.com – Sebanyak 10 pasang atau 20 finalis Abang Mpok Depok 2026 menampilkan bakat terbaik mereka dalam ajang Unjuk Kabisa, yang menjadi salah satu rangkaian penilaian Pemilihan Abang Mpok Depok Tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Cimanggis Golf Estate (CGE) Avenue, Kecamatan Tapos, Sabtu (1/8/2026), mengangkat tema kebudayaan dan tradisi Kota Depok yang dikemas melalui pertunjukan lenong.
Ketua Paguyuban Abang Mpok Depok, Muhammad Chalifatu Syamsi, mengatakan para finalis menampilkan berbagai kekayaan budaya lokal, mulai dari Gong Si Bolong, Depok Heritage, permainan tradisional, hingga seni tari khas Depok.
“Dalam pertunjukan ini, kami ingin menginformasikan kepada masyarakat bahwa generasi muda adalah anak-anak yang tumbuh dan berakar dari budaya tempat mereka dilahirkan, yaitu Kota Depok,” ujarnya.
Pria yang akrab disapa Alif itu menjelaskan, penampilan para finalis disusun dalam satu alur cerita yang menggabungkan seni peran melalui lenong dengan tarian tradisional, seperti Tari Kembang Jatoh dan Ujan Gerimis Aje.
Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk bakat, tetapi juga memberikan hiburan sekaligus memperkenalkan budaya Depok kepada masyarakat.
“Selain menampilkan bakat, kami juga ingin memberi hiburan untuk audiens. Karena itu pertunjukan dikemas menjadi satu penampilan yang utuh dan bermakna. Para finalis juga telah menjalani pembekalan sejak awal Juli 2026,” katanya.
Sementara itu, Kepala Seksi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Ade Linda, mengatakan Unjuk Kabisa merupakan salah satu tahapan penilaian sebelum malam grand final Abang Mpok Depok 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (8/8/2026).
Ia menjelaskan, para finalis tidak hanya dinilai dari penampilan, tetapi juga harus memiliki bakat dan kemampuan yang dapat mendukung peran mereka sebagai duta pariwisata dan budaya Kota Depok.
“Mereka harus memiliki kelebihan atau talenta. Nantinya para finalis Abang Mpok akan dilibatkan dalam berbagai kegiatan Disporyata sesuai kemampuan yang dimiliki. Intinya, kami ingin menjaring bibit-bibit berprestasi,” pungkasnya.














