Bahaya Berpikiran Negatif bagi Kesehatan

- Reporter

Senin, 18 Maret 2019 - 11:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Ketika orang sudah berprasangka dengan orang lain biasanya mereka langsung berpikiran negatif. Tapi taukah kalian bahwa banyak penyakit yang bersumber dari pikiran negatif.

Sudah bukan hal aneh lagi kalau pikiran negatif dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan. Hal ini merupakan hasil penelitian dari Universitas Exeter dan Universitas Oxford di Inggris.

Peneliti mengukur detak jantung dan respons keringat setiap responden, atau seberapa banyak mereka berkeringat, sesuatu yang dipengaruhi oleh perasaan terancam atau tertekan.

Setelah itu, periset meminta mereka untuk melaporkan hal-hal seperti, kondisi perasaan, bagaimana sikap mereka terhadap diri sendiri, dan seberapa terhubung perasaan dia dengan orang lain.

Sebanyak dua dari lima kelompok kemudian menerima rekaman audio selama 11 menit yang mendorong mereka untuk mencintai diri sendiri atau berpikir positif.

Tiga kelompok yang tersisa menerima rekaman audio 11 menit yang dibuat untuk mendorong pikiran negatif mengenai diri sendiri.

Ternyata, kelompok-kelompok yang mendengarkan rekaman audio untuk mendorong pikiran positif pada diri sendiri memiliki lebih banyak energi.

Mereka juga memiliki detak jantung yang lebih rendah, dan respons keringat yang lebih rendah daripada yang mereka lakukan sebelum percobaan dimulai.

Sementara itu, mereka yang mendengarkan rekaman audio untuk mendorong pikiran negatif memiliki detak jantung yang lebih tinggi dan lebih banyak berkeringat.

Ia menambahkan, berpikir positif tentang diri sendiri juga membuat tubuh merasa aman dan santai, yang dapat kita lihat dengan peningkatan variasi detak jantung.

Variasi detak jantung ini, kata Kirschner, terkait dengan kemampuan kita untuk mengatur emosi. Ini merupakan hal penting, karena banyak masalah kesehatan mental dan fisik dikaitkan dengan stres kronis yang dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh seiring berjalannya waktu.

 

Penulis: Inggiet Yoes

Editor: Faisal Nur Fatullah

Berita Terkait

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026
SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026
Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026
Tegakkan Perda KTR, Pemkot Depok Perkuat Pengawasan Mulai dari Internal Pemerintah
Progres Pembangunan DOS III Depok Capai 40 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026
SMP Pasar Minggu Jakarta Gelar Pelepasan Siswa Di Yogyakarta Tahun 2026
Himpun Dana Rp13 Miliar, LAZISNU Depok Berhasil Bantu Jangkau 60 Ribu Warga
Sinergi UIII dan Kecamatan Sukmajaya Hijaukan Sempadan Kali Cijantung dengan Ratusan Pohon

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 17:03 WIB

Konstruksi Rumah Kreatif Anak Istimewa Depok Dimulai Awal Juli 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:43 WIB

SENGIT! Inilah 4 Perusahaan Alumni Gontor yang Lolos ke Babak Presentasi INVESTMENT WAR EXPO FORBIS 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:39 WIB

Family Gathering Ar-Rahman Islamic School Ke Ciwidey Bersama Dirgantara AIA Tour Travel Depok Tahun 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:35 WIB

Tegakkan Perda KTR, Pemkot Depok Perkuat Pengawasan Mulai dari Internal Pemerintah

Rabu, 24 Juni 2026 - 16:31 WIB

Progres Pembangunan DOS III Depok Capai 40 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:46 WIB

Himpun Dana Rp13 Miliar, LAZISNU Depok Berhasil Bantu Jangkau 60 Ribu Warga

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:45 WIB

Sinergi UIII dan Kecamatan Sukmajaya Hijaukan Sempadan Kali Cijantung dengan Ratusan Pohon

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:25 WIB

Pemkot Depok Kaji Ulang Penerapan UHC, Utamakan Bantuan Kesehatan Tepat Sasaran

Berita Terbaru