PSSI Cabut Hukuman Larangan Menonton untuk Bobotoh, Yuli Sumpil dan Fandy

- Reporter

Kamis, 28 Februari 2019 - 21:47

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Jelang bergulirnya Liga 1 2019, PSSI selaku otoritas sepak bola Indonesia mengeluarkan beberapa keputusan penting. Beberapa di antaranya terkait sanksi yang dikeluarkan pada 2018 silam.

Per Kamis (28/2/2019), PSSI menerbitkan beberapa surat keputusan (SK) hasil tinjauan implementasi keputusan Komisi Disiplin pada 2018 silam. Hal ini dilakukan sejalan dengan amanah dari Kongres PSSI pada Januari 2019 silam di Bali, mengenai pemberian kewenangan kepada Komite Eksekutif untuk melakukan tinjauan terhadap keputusan Badan Yudisial.

Ada dua SK penting yang menjadi sorotan. Dilansir situs resmi PSSI, satu SK berfokus terhadap pelanggaran disiplin yang ditimbulkan suporter yang mengakibatkan klub, terutama klub peserta Liga 1 2018, dijatuhi denda oleh PSSI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, satu SK yang lain terkait implementasi keputusan Komisi Disiplin PSSI yang tidak dapat dijalankan karena infrastruktur kompetisi sekarang ini. Berdasarkan SK tersebut, jenis keputusan Komdis yang tidak bisa dilaksanakan karena terkait infrastruktur kompetisi adalah soal hukuman larangan masuk stadion kepada individu/kelompok suporter.

Maka, berkenaan dengan SK perihal tidak dapat dilaksanakannya hukuman larangan masuk stadion bagi individu/kelompok suporter, maka hukuman larangan masuk stadion bagi bobotoh–sebutan untuk pendukung Persib–, tidak berlaku untuk Liga 1 2019 kelak.

 

“(PSSI) menyatakan bahwa keputusan Komisi Banding no.09/KEP/KB/LIGA-1/XI/2019: tentang hukuman terhadap supporter Persib Bandung, tidak dapat dilaksanakan.”

“(PSSI) menyatakan bahwa seluruh keputusan yang diambil oleh Komisi Banding PSSI terkait hukuman penonton berupa larangan tanpa atribut, sebagaimana dijelaskan dalam poin pertama dinyatakan tidak berlaku.”

“(PSSI) menyatakan bahwa pertandingan home Persib Bandung dalam kompetisi Liga 1 PSSI 2019, berjalan normal,” begitu bunyi SK tentang implementasi keputusan Komite Bandung PSSI No. 09/KEP/KB/LIGA-1/XI/2018, yang ditandatangani langsung oleh Plt Ketua Umum PSSI, Joko Driyono, dilansir situs resmi Persib.

Selain untuk bobotoh, merunut SK di atas, pencabutan larangan menonton di stadion ini juga berlaku bagi dua orang Aremania, yakni Yuli Sumpil dan Fandy. Menyoal keputusan yang diambil PSSI ini, Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha, menyebut bahwa keputusan ini diambil setelah ditelaah dengan saksama.

“Keputusan ini diambil setelah dilalukan telaah panjang dan hati-hati. Dengan tujuan yang terukur, yaitu perbaikan kualitas penyelenggaraan pertandingan, dibarengi upaya edukasi suporter oleh klub,” ujar Tisha.

Setelah mengkaji keputusan Komdis PSSI soal hukuman larangan menonton di stadion ini, rencananya PSSI juga akan mengkaji hukuman-hukuman Komdis lainnya, termasuk yang berkaitan dengan penyelenggaraan Liga 2.

 

<

Berita Terkait

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*
Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?
Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah
Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”
Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat
Fun Walk With Family tutup Rangkaian Harganas ke-31 Tingkat Jawa Barat
Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra
Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Berita Terkait

Kamis, 25 Juli 2024 - 10:19

Perkuat Program Kaderisasi SDM, Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Kerjasama Dengan Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta*

Selasa, 23 Juli 2024 - 16:54

Seminar Online Primago 2024 “Kata Siapa Alumni Pesantren Tidak Bisa Menjadi Dokter?

Selasa, 23 Juli 2024 - 14:41

Kerja Keras Sang Ayah Banting tulang Demi Anak Bisa Kuliah

Senin, 22 Juli 2024 - 20:53

Seminar Online Primago 2024 “Anak Masuk Pesantren, Perlukah Orang Tua Belajar Bahasa Arab”

Senin, 22 Juli 2024 - 20:50

Amazing….Pemkab Bandung Borong 13 Penghargaan di peringatan HARGANAS Ke-31 Jawa Barat

Senin, 22 Juli 2024 - 20:31

Peringati HARGANAS, BKKBN Jawa Barat Sukses Gelar Anugerah Bangga Kencana dan Penggalangan Komitmen Mitra

Sabtu, 20 Juli 2024 - 20:01

Smpit Pesantren Nururrahman Adakan Workshop Penyusunan Perangkat Bahan Ajar Bersama Dr Awalludin & Irma Nurul Fatimah S.T

Sabtu, 20 Juli 2024 - 19:46

Awalnya Tak Mau Nyalon Bupati Nganjuk di Pilkada 2024, Gus Ibin Akhirnya dapat Restu Sang Bunda Maju

Berita Terbaru