Waspada Demam Berdarah

- Reporter

Senin, 25 Februari 2019 - 19:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com – Nyamuk Aedes Aegypti terus mengalami mutasi fisiologis dan fisik. Akibatnya, nyamuk itu kian sulit diketahui keberadaannya, tanpa penanggulangan serentak. Penularan demam berdarah makin sulit ditangkal.

Budi Haryanto dari Pusat Penelitian Perubahan Iklim UI (RCCC UI) memaparkan, iklim dan cuaca memengaruhi beberapa jenis penyakit. Peningkatan suhu dan perubahan intensitas curah hujan memengaruhi langsung Aedes Aegypti – vektor pembawa virus penyebab demam berdarah.

Pemanasan global memengaruhi siklus hidup nyamuk Aedes. Siklus hidup Aedes Aegypti sebelumnya 12 hari dari lahir hingga nyamuk dewasa. Dengan terjadi kenaikan suhu, nyamuk jadi dewasa dalam 7 – 9 hari. Akibatnya, ukuran nyamuk Aedes dewasa kini lebih kecil dibandingkan dulu.

Karena ukuran tubuh lebih kecil, bobot tubuh Aedes lebih ringan sehingga daya jelajahnya lebih jauh. Jika dulu jarak terjauh terbang lurus sekitar 120 meter, kini jadi 140 meter. Sekali terbang, nyamuk berputar-putar di radius 30 meter sekitar manusia atau hewan karena tertarik bau manusia atau hewan.

Nyamuk Aedes hanya aktif menggigit saat udara hangat, pada pagi dan sore hari. Mereka aktif makan (menggigit) pukul 07.00 – 10.00 dan pukul 15.00 – 17.00. Hanya nyamuk betina yang menggigit dan minum darah manusia. Nyamuk jantan mengonsumsi embun.

Di siang hari, manusia jarang memburu nyamuk karena sibuk beraktivitas. Di malam hari, manusia biasanya bersantai sehingga bisa memburu nyamuk penggigit. Selain itu, ukuran kecil nyamuk menyebabkan sukar dilihat dan bekas gigitan pun kecil, tak menyebabkan bentol.

Nyamuk tersebut makan 3 – 5 hari sekali. Selama beristirahat, nyamuk betina memproduksi telur. Setelah bertelur hingga 100 butir, ia mengisap darah lagi.

Kepala Laboratorium Dengue, Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Tedjo Sasmono, di Jakarta mengatakan, ada beberapa faktor yang memengaruhi infeksi dan penyebaran DBD, antara lain nyamuk Aedes sebagai penular DBD atau vektor penyakit. Berikutnya faktor virus dengue dan manusia sebagai penderita.

Dari faktor nyamuk, perkembangbiakannya dipengaruhi berbagai hal, misalnya iklim, resistensi insektisida, dan lingkungan lainnya. Curah hujan yang tinggi namun dalam waktu singkat diselingi beberapa hari tanpa hujan seperti saat ini memudahkan nyamuk berkembang biak dibandingkan curah hujan tinggi yang berlangsung lama.

Saat curah hujan sangat tinggi, tempat perindukan nyamuk cenderung selalu terlimpas air hujan dan tidak memberikan kesempatan jentik nyamuk untuk berkembang menjadi dewasa.

Selain itu, adanya resistensi nyamuk terhadap insektisida yang biasa digunakan untuk pengasapan juga menjadi faktor penghambat usaha pengendalian nyamuk Aedes. Faktor kebersihan lingkungan yang rendah, misalnya dengan banyaknya sampah dan barang bekas yang bisa menampung air hujan, bisa juga memicu ledakan jumlah nyamuk Aedes yang selanjutnya mempermudah penyebaran DBD.

 

Penulis : Dian Mutia Sari

Editor : Faisal Nur Fatullah

 

Berita Terkait

80 Peserta PKA Mabes TNI Studi Lapangan di Kota Depok
JUSS Jadi Ruang UMKM Depok Perluas Pasar dan Naik Kelas
Pemkot Depok Sediakan Ruang Publik untuk Lansia Tetap Aktif dan Produktif
DPRD Banten Studi Tiru Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif di Depok
Dekranasda Depok Buka Peluang Kolaborasi dengan Banten Kembangkan Industri Kreatif
Betonisasi Jalan Sawangan Permai Dimulai, Kontraktor Terapkan Rekayasa Buka Tutup Jalur
DPRD Depok Soroti Persoalan TPA Cipayung, Babai: Baru Era Supian-Chandra Ditangani Serius
Tirta Asasta Depok Beri Kompensasi Pelanggan Terdampak Gangguan Air, Dapat Potongan Tagihan 10 Persen

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 18:50 WIB

Peluang Baru Industri Kreatif: Depok dan Banten Jajaki Kolaborasi Kerajinan Lokal

Sabtu, 5 September 2026 - 16:12 WIB

HUT ke-27 DPRD Depok, Supian Suri Ajak Perkuat Sinergi demi Harapan Warga

Sabtu, 5 September 2026 - 16:03 WIB

Muslimat NU Depok Peringati Maulid Nabi di Balai Kota, Paparkan Capaian Program Kerja

Sabtu, 5 September 2026 - 15:32 WIB

80 Peserta PKA Mabes TNI Studi Lapangan di Kota Depok

Sabtu, 5 September 2026 - 15:28 WIB

JUSS Jadi Ruang UMKM Depok Perluas Pasar dan Naik Kelas

Sabtu, 5 September 2026 - 15:13 WIB

DPRD Banten Studi Tiru Pengembangan UMKM dan Industri Kreatif di Depok

Sabtu, 5 September 2026 - 14:58 WIB

Dekranasda Depok Buka Peluang Kolaborasi dengan Banten Kembangkan Industri Kreatif

Sabtu, 5 September 2026 - 12:42 WIB

Persiapan Tempat Pertandingan Porprov XV Jabar 2026 di Depok Masuki Tahap Akhir

Berita Terbaru

Berita

80 Peserta PKA Mabes TNI Studi Lapangan di Kota Depok

Sabtu, 5 Sep 2026 - 15:32 WIB

Berita

JUSS Jadi Ruang UMKM Depok Perluas Pasar dan Naik Kelas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 15:28 WIB