SiaranDepok –Suasana hangat sekaligus penuh keterbukaan mewarnai Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kota Depok yang dihadiri Penceramah Dr.KHm Das’ad Latief di Masjid Agung Baitul Kamal, Kamis, 23 April 2026.
Dalam sambutannya, Wali Kota Depok, Supian Suri secara langsung menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh tamu undangan atas keterbatasan penyambutan acara.
“Mohon maaf tidak ada snack, tidak ada tenda. Ini murni kesalahan saya karena tidak mengecek kembali,” ujarnya di hadapan para hadirin. Ia berharap keikhlasan para tamu menjadi keberkahan bagi Kota Depok yang tengah merayakan hari jadinya.
Selain permohonan maaf, Wali Kota Depok, Supian Suri juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, tokoh agama, serta seluruh elemen warga yang terus memberikan dukungan bagi pembangunan kota. Ia menegaskan bahwa capaian Depok selama 27 tahun tidak lepas dari doa dan partisipasi masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Supian Suri juga menyoroti sejumlah program prioritas, khususnya di bidang pendidikan.
Salah satu program unggulan yang tengah berjalan adalah sekolah swasta gratis yang kini memasuki tahun kedua. Program ini telah menjangkau sekitar 5.000 siswa untuk jenjang SMP kelas 7 dan 8, dan akan diperluas hingga kelas 9 pada tahun depan dengan total anggaran mencapai Rp45 miliar.
“Jangan sampai ada anak Depok yang tidak sekolah hanya karena alasan biaya,” tegas Supian Suri.
Tak hanya itu, pemerintah juga berencana memperluas kebijakan pendidikan gratis ke tingkat PAUD. Sebanyak 33 lembaga PAUD di Depok akan mendapatkan dukungan pembiayaan dari pemerintah, guna mendorong akses pendidikan sejak usia dini.
Dikatakannya Di sektor inklusivitas, Pemkot Depok juga akan membangun Rumah Kreatif Anak Istimewa sebagai wadah pengembangan bakat bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Program ini diharapkan mampu memberikan peluang masa depan yang lebih baik bagi mereka.
Sementara itu, terkait persoalan sampah, Pemkot Depok tengah menyiapkan langkah strategis melalui kerja sama dengan Kota Bogor dalam pengolahan sampah menjadi energi listrik. Dalam skema ini, Depok akan mengirimkan sekitar 750 ton sampah per hari ke fasilitas pengolahan di Bogor yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2028.
Untuk mendukung program tersebut, masyarakat juga diimbau mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga, terutama antara sampah organik dan anorganik.
“Peran ibu-ibu, kader PKK, RT, dan RW sangat penting dalam mengurangi sampah dari sumbernya,” pesan Supian Suri.
Menutup sambutannya, Wali Kota Depok, Supian Suri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat kebersamaan dalam membangun Depok agar menjadi kota yang maju, berkah, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang. (Yuda)












