Pesantren Wali Salatiga Galakkan Tradisi Literatur Lewat Metode Tamyiz

- Reporter

Kamis, 29 November 2018 - 08:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siarandepok.com– SALATIGA, (29/11) Bahasa Arab mempunyai peranan yang begitu penting dalam perjalanan seorang muslim untuk memperdalam ilmu agama. Hal ini disebabkan literatur yang berkaitan dengan pengetahuan agama kebanyakan menggunakan bahasa Arab. Sementara, stigma yang berkembang di sebagian masyarakat muslim Indonesia berasumsi bahwa belajar bahasa Arab masih dianggap sulit dan rumit, padahal setiap bahasa memiliki tingkat kesulitan dan kemudahan yang berbeda-beda tergantung pada karakteristik sistem bahasa itu sendiri, baik sistem fonologi, maupun sintaksis dan simantiknya. Dalam pengajaran bahasa salah satu segi yang sering disorot adalah segi metode. Sukses atau tidaknya pengajaran bahasa sering kali dinilai dari segi metode yang digunakan.

Sarana yang digunakan seorang muslim dalam pembelajaran bahasa Arab ada 13 macam pembahasan, diantaranya adalah Nahwu dan Shorof. Untuk memahami dan menguasai ilmu tersebut membutuhkan waktu yang lama untuk mempelajarinya. Nahwu-Shorof adalah dua disiplin ilmu yang dapat digunakan sebagai ilmu alat untuk dapat membantu menterjemahkan dan memahami Al-Qur’an dan kitab kuning dengan baik dan benar.

Pondok Pesantren Wakaf Literasi Islam Indonesia (WALI) yang terletak di Jalan Mertokusumo, Candirejo, Tuntang, Salatiga, Jawa Tengah yang dipimpin oleh KH Anis Maftukhin, Kyai Munib Sidiq, dan Kyai Al Muttaqin. Ponpes Wali merupakan salah satu pesantren yang mengembangkan pembelajaran Nahwu Shorof secara mudah dan menyenangkan yaitu dengan metode Tamyiz. Menurut pimpinan di Ponpes Wali, Kyai Ahmad Munib Sidiq mengatakan bahwa metode tamyiz sebagai pembaharu metode nahwu shorof.

“metode tamyiz sebagai pembaharuan dari metode-metode konvensional nahwu shorof sehingga dapat mempunyai waktu yg lebih banyak untuk memahami kitab-kitab kuning” ujar Kyai Munib kepada wartawan (28/11/2018).

Kyai Munib menambahkan bahwa dengan penggunaan metode tamyiz oleh santri dapat mengaktifan otak bagian kiri dan kanan sehingga santri memiliki kemampuan diatas rata-rata dalam mempelajari bahasa arab.

“metode tamyiz adalah pengaktifan otak kiri dan kanan dimana santri santri menghafal tanpa harus melotot dan memperhatikan dengan seksama” kata Kyai Munib.

Metode Tamyiz di Ponpes Wali yang dinamakan “wali tamyiz” dapat mempercepat pembelajaran nahwu para santri dengan bahasa Indonesia yang dilagukan dengan lagu populer apapun yang disukai santri. Metode ini bisa diuji sahih dan ditiru oleh ponpes lainnya se-Indonesia.

Harapannya dengan penggunaan metode tamyiz pada pembelajaran bahasa arab di Ponpes Wali dapat menghasilkan penerjemah yang ahli dan pasca kelulusan dari Ponpes Wali dapat menerjemahkan satu buah kitab kuning dan dapat menulis buku berbahasa arab.

 

Berita Terkait

Khidmat dan Haru, Upacara Penurunan Bendera HUT ke-81 RI di Depok Diwarnai Harapan Baik
Pimpin Upacara HUT ke-81 RI, Wali Kota Depok Sampaikan Duka Cita untuk Korban Gempa NTT
Peringatan HUT ke-81 RI di Kota Depok, Supian Suri Tekankan Penguatan Kolaborasi ‘Bersama Depok Maju’
Peringati HUT ke-81 RI, Pemkot Depok dan Forkopimda Gelar Renungan Suci Khidmat di TMP Kalimulya
Ketika Pelayanan Publik Dimulai dari Hati: Ini Pesan Rohmat Rospari untuk ASN Depok
Dari Sapaan hingga Solusi, Rohmat Rospari Bicara tentang Wajah ASN yang Melayani
Meneladani Rasulullah dalam Melayani Depok: Dari Iman, Sistem, hingga Ihsan
Bendera Merah Putih Raksasa di Margonda Curi Perhatian Warga Depok

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:37 WIB

Peringati Detik-Detik Proklamasi, Lalu Lintas di Simpang Ramanda Margonda Dihentikan Sejenak

Senin, 17 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Kibarkan Merah Putih di Ciliwung, KCD dan STKIP Arrahmaniyah Suarakan Kemerdekaan Sungai

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:52 WIB

HUT ke-81 RI, Wawalkot Depok Ajak Warga Teladani Perjuangan Pahlawan Lewat Aksinyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Kibarkan Merah Putih di Sungai Ciliwung, Komunitas dan Akademisi Depok Soroti Isu Ekologi

Senin, 17 Agustus 2026 - 00:20 WIB

Proses PBG Dinilai Lama, Pengembang di Depok Minta Kepastian Perizinan

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:08 WIB

Bendera Merah Putih Raksasa di Margonda Curi Perhatian Warga Depok

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:06 WIB

Mengenal 9 Presiden Depok dan Jejak Sejarah Kaum Depok

Minggu, 16 Agustus 2026 - 21:03 WIB

63 Lurah di Depok Jadi Inspektur Upacara HUT ke-81 RI di Wilayah Masing-Masing

Berita Terbaru