Makna Hakiki Idul Fitri

- Reporter

Jumat, 23 Juni 2017 - 09:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hikmah Puasa Hari Ke-28

Oleh: Dr. Syamsul Yakin, MA
Pengasuh Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Indonesia Kota Depok
dan Dosen Pascasarjana FIDKOM UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

 

Idul Fitri tidak identik dengan lebaran. Lebaran dengan semua tradisinya pasti berlalu. Tetapi Idul Fitri dengan makna hakikinya sedianya terus menjadi cermin bagi perbuatan dan perilaku kita sepanjang tahun.

Motivasi lebaran dipacu untuk memuaskan apsek fisikal yang dangkal. Sedangkan kerinduan akan Idul Fitri dipicu karena manusia sadar akan eksistensinya: dari mana berasal, untuk apa diciptakan, dan akan ke mana kelak. Bila lebaran bersimbolkan pakaian dunia yang serba baru, maka Idul Fitri berbalutkan pakaian ukhrawi yang serba otentik.

Lebaran dinantikan oleh mereka yang menekankan aspek kemeriahan dan kemegahan palsu dan serba menipu. Idul Fitri dinantikan oleh mereka yang selalu mengheningkan cipta, melakukan perenungan, dan peningkatan iman yang dibuktikan dengan kesepadanan antara porsi spiritual dan material serta antara saleh secara ritual dan sosial.

Tegasnya, bila selepas Ramadhan, hati kita belum juga sudi menengok dan berpihak pada keadilan, kebenaran, kedamaian, persatuan, kemakmuran untuk semua berarti kita belum ber-Idul Fitri. Karena kita gagal menyingkap tabir kemanusiaan dan ketuhanan. Kita tidak memiliki kepekaan terhadap seluruh eksistensi diri.

Allah SWT berpesan untuk kita renungi: “Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan baginya di dunia, dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya satu bagian pun di akhirat” (QS. al-Syuura/42: 24).

Dalam bahasa kita, ayat di atas bisa kita maknai: Bila di penghujung Ramadhan ini, kita memotivasi diri untuk terus-menerus meningkatkan intensitas hablumminallaah dan hablumminanaas agar menggapai nilai hakiki Idul Fitri, maka kegembiraan lebaran juga akan kita dapatkan.

Namun, bila lebaran adalah tujuan terakhir dari puasa hingga kita sibuk mempersiapkannya, bisa dipastikan kita akan mendapatkan kemeriahan dan kemegahan lebaran itu saja dan tidak ada sedikitpun kesucian Idul Fitri pada diri kita.

Saudaraku, mari kita maknai semua momentum keagamaan dan kemasyarakatan dengan menyibak hakikatnya. Idul Fitri adalah hari di mana hati “merayakan” kembali kesuciannya. Fithrah manusia adalah suci-bersih. Kedatangan Idul Fitri yang didahului oleh “hari-hari pembakaran” dan tapabrata Ramadhan harus kita pertahankan. Allah sendiri menetapkan bahwa manusia identik dengan kesuciaan bila kita dapat terus menjaganya.

Allah pertegas hal itu dalam bahasa puitis al-Qur’an: “Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada Agama (Allah); (tetaplah atas) fithrah Allah yang telah menciptkan fithrah manusia menurut fithrah itu. Tidak ada perubahan pada fithrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui” (QS. al-Ruum/30: 30).

Kalimat terakhir ayat di atas membuat kita khawatir. Apakah kita selama ini termasuk orang yang memahami Kehendak Allah melalui bimbingan al-Qur’an dan Sunnah? Ataukah kita beragama sesuai selera kita, sehingga secara tidak sadar sebenarnya kita hanya mengikuti “agama” yang kita ciptakan sendiri?

Menjelang hari kemenangan penuh kesuciaan, mari kita berkaca diri. Kita gugat model keberagamaan kita selama ini. Kita hancurkan doktrin-kaku yang membatu dan tanpa dasar. Agama berperan untuk mengarahkan manusia mengembalikan kesuciannya, bukan mengekalkan kenikmatan duniawi yang serba meriah, mewah dan megah.***

Berita Terkait

Persatuan Unit-Unit Sukamaju Gelar Donor Darah, Gebyar UMKM, dan Cek Kesehatan Gratis, Wujud Nyata Kolaborasi untuk Masyarakat
Telah Dibuka! Penerimaan Santri Baru Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Tahun Ajaran 2026-2027
Awali Tahun Baru Islam, MUI Kecamatan Pancoran Mas Gelar Subuh Keliling di Masjid Taman Firdaus Depok Jaya
Usai Musim Haji, KIAS Travel Adakan Umroh Awal Musim 1447 H:Catat Tanggalnya!
Telah Dibuka Pendaftaran Bimbel Persiapan Masuk Ma’had Al-Azhar Cairo Tahun 2025 Bersama Bimbel Primago
SMP Tirtajaya Gelar Isra Mi’raj, Sambut Kemenangan Palestina Dengan Imani Sejarah Isra’ Mi’raj
“SMP Tirtajaya dan Siaran Depok Sepakat Sinergi Promosi Sekolah Berkualitas dan Terjangkau”
Pesantren Leadership Primago adakan Seminar Kepesantrenan Tentang Mendidik Anak di Era Digital & Kunci Sukses dalam Mendidik

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Bukan Sekadar Ajang Tanding, Porseni PGIS Depok Dipuji Jadi Wadah Memupuk Semangat Kemerdekaan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:51 WIB

Cegah Banjir dan Sambut HUT ke-81 RI, Kodim bersama Pemkot Depok Bersihkan Kali Baru Timur

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:43 WIB

Yeti Wulandari Dukung Penuh Arahan Presiden Prabowo Tentang Birokrasi: Negara Harus Memudahkan Rakyat

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 14:22 WIB

Supian Suri Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan Publik Usai Simak Pidato Presiden Prabowo

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:09 WIB

Pidato Kenegaraan Prabowo Jadi Penguatan Pemkot Depok Tingkatkan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:59 WIB

Wali Kota Depok Tinjau Pembangunan SDN Cinere 1, Ditargetkan Rampung Awal 2027

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:41 WIB

4 Rekomendasi Vendor Jasa Foto Wisuda Terbaik di Depok Jawa Barat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 20:39 WIB

5 Rekomendasi Studio Foto Terbaik Untuk Wisuda di Depok

Berita Terbaru