
Siarandepok.com – DEPOK — Ketua Bunda PAUD Kota Depok, Siti Barkah Hasanah atau yang akrab disapa Cing Ikah, mengajak seluruh elemen masyarakat memastikan tidak ada anak di Kota Depok yang putus sekolah atau tidak mengenyam pendidikan.
Ajakan tersebut disampaikan kepada seluruh unsur wilayah, mulai dari kecamatan, kelurahan hingga pengurus Rukun Warga (RW). Menurut Cing Ikah, pendidikan anak harus menjadi perhatian bersama sejak usia dini.
“Sekarang program wajib belajar bukan lagi hanya ke atas, tetapi juga ke bawah. Anak harus masuk PAUD satu tahun,” ujar Cing Ikah saat menghadiri Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Cimpaeun, Kecamatan Tapos, Selasa (25/8/2026).
Ia mengatakan, kebijakan wajib belajar 13 tahun menjadi salah satu langkah penting dalam mempersiapkan generasi emas Indonesia. Karena itu, peran camat, lurah, Bunda PAUD, kader PKK, hingga masyarakat dinilai sangat penting untuk memastikan anak mendapatkan akses pendidikan.
“Mudah-mudahan anak-anak Depok menjadi generasi yang hebat, generasi yang cerdas, dan bisa meneruskan perjuangan kita,” katanya.
PAUD Jadi Fondasi Pendidikan Anak
Cing Ikah menilai pendidikan sejak jenjang PAUD merupakan fondasi penting dalam membentuk masa depan anak. Ia mengaku bangga melihat anak-anak mulai berani menyampaikan cita-cita mereka.
“Ada yang ingin menjadi polisi, tentara, sampai dokter hewan. Ini membuktikan anak-anak harus kita siapkan dan sekolahkan sejak dini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Cing Ikah juga menyoroti komitmen Pemerintah Kota Depok dalam memperluas akses pendidikan bagi masyarakat.
Ia menyebut Wali Kota Depok Supian Suri telah merintis program PAUD gratis di 22 sekolah bagi masyarakat yang membutuhkan. Selain itu, program SMP gratis juga telah dirintis di 52 sekolah di Kota Depok.
Menurutnya, keberadaan sekolah gratis harus menjadi peluang bagi seluruh anak Depok untuk tetap mendapatkan pendidikan.
“Jadi tidak boleh ada lagi kalimat anak Depok tidak sekolah,” tegasnya.
Cing Ikah kemudian menitipkan pesan kepada para camat, lurah, serta pengurus RW agar aktif memantau kondisi pendidikan anak di wilayah masing-masing.
Jika masih ditemukan anak yang tidak bersekolah, seluruh unsur wilayah diminta bergerak bersama untuk mencari solusi.
“Saya titip kepada Pak Camat, Pak Lurah, termasuk Pak RW dan Bu RW, anak Depok harus sekolah,” tandasnya.
Target Zero Anak Tidak Sekolah
Cing Ikah mengajak seluruh pihak memperkuat kolaborasi untuk mewujudkan target zero Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kota Depok.
Menurutnya, cita-cita menciptakan generasi yang hebat tidak dapat diwujudkan tanpa kekompakan seluruh elemen masyarakat.
“Tidak akan sukses kita menciptakan generasi hebat kalau kita semua tidak kompak,” katanya.
Ia juga memberikan semangat kepada anak-anak Depok agar berani memiliki cita-cita setinggi mungkin. Ia berharap mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi dan menjadi generasi yang membanggakan daerah maupun Indonesia.
“Bersama-sama kita sukseskan wajib belajar 13 tahun, satu tahun wajib masuk PAUD, menuju generasi emas dan zero ATS,” tuturnya.
Kegiatan Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kelurahan Cimpaeun tersebut turut dimeriahkan penampilan puluhan anak PAUD dari sejumlah satuan pendidikan di wilayah tersebut.















