Berapa Banyak Tidur yang Sebenarnya Anda Butuhkan?

- Reporter

Rabu, 26 Januari 2022 - 21:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SiaranDepok.com – Capek? Kita semua mengetahui rasanya. Merasa rongseng, pening, dan malas. Kemungkinan Anda kekurangan tidur. Tetapi apa itu tidur yang “cukup”? Dan lebih penting lagi, apakah kita dapat “mengejar ketinggalan tidur”?

Meskipun fungsi tidur masih diperdebat oleh ilmuan, kita mengetahui bahwa kita perlu tidur untuk berfungsi dengan baik. Lagipula, kita menggunakan sekitar 24 tahun dari masa hidup kita untuk tidur, tidur seharusnya penting.

Ilmuwan telah menguji berapa banyak jam yang diperlukan untuk tidur, dengan menugaskan kelompok-kelompok dengan 4,6, dan 8 jam tidur selama beberapa  hari. Setelah 14 hari, mereka yang tidur selama 8 jam menunjukkan hanya sedikit isu penyimpangan perhatian Tetapi, mereka yang tidur selama 6 atau 4 jam menunjukkan penurunan yang mantap.

Baca Juga : Ada Lithium Di Lumpur Lapindo, Sebuah Harta Karun Buat Indonesia – Siaran Depok

Faktanya, setelah 2 minggu, kelompok yang tidur selama 6 jam menunjukkan waktu reaksi yang sama dengan orang yang konsentrasi alkohol darah berada di 0,10%, yang dianggap mabuk secara hukum. Yang tidur selama 4 jam kadang-kadang tertidur saat melakukan ujian kognitif.

Dalam kedua kelompok tersebut, fungsi otaknya menurun secara perlahan-lahan. Ilmuwan telah memberi nama efek ini sebagai “hutang tidur”. Jadi, apa kita dapat sembuh darinya? Setelah satu atau dua malam dengan sedikit tidur, penelitian menunjukkan bahwa tubuh dan otak bisa sembuh setelah beberapa malam tidur nyenyak.

Tetapi, kurang tidur pada jangka yang panjang dari skala mingguan hingga bulanan, penyembuhan dari fungsi kognitif memerlukan waktu tidur yang lebih lama. Pada jangka waktu bulanan hingga tahunan, kita tidak tahu jika fungsi otak dapat sepenuhnya diperbaiki atau jika dapat melakukan kerusakan permanen.

Secara paradoks, setelah mengalami kekurangan tidur kronik, kecapekan Anda atau kantuk Anda dapat mendatarkan, yang berarti Anda menjadi kurang peka terhadap gangguan obyektif Anda. Jadi, seberapa banyak tidur yang diperlukan? Banyak penelitian sering menunjukkan bahwa diperlukan 7-8 jam untuk tidur.

Selain masalah-masalah kognitif, mereka yang tidur kurang dari 7 jam setiap malam mempunyai kemungkinan lebih tinggi untuk mengalami sakit jantung, obesitas, diabetes, dan 12% kemungkinan lebih tinggi untuk meninggal.

Tetapi, mereka yang tidur selama lebih dari 8 jam juga menunjukkan kemungkinan lebih tinggi dari sakit jantung, obesitas, dan kemungkinan 30%lebih tinggi dari sakit jantung. Jadi kebanyakan tidur juga berbahaya.

Tetapi variasi juga tentu saja berada. Dan genetika kita juga mempunyai peran yang besar. Faktanya, mereka yang tidak terefektif  dari 6 jam tidur ditemukan untuk mempunyai mutasi dari sebuah gen

Saat ilmuwan merekayasa genetika tikus untuk mempunyai gen ini, tikusnya dapat bangun selama 1.2 jam lebih dari tikus biasa. Ternyata, orang yang mempunyai gen ini dapat tidur jauh lebih nyenyak daripada mereka yang tidak mempunyai.

Jadi, sementara menjadi hal penting untuk mengetahui rata-rata ideal untuk tidur, biarlah tubuh dan otak memikirkannya untuk Anda. Lagipula, tidak ada satu ukuran sepatu yang pas untuk semua orang.

Berita Terkait

Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia
Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri
Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa
Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta
Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru
PGRI Ciamis Juara Puspa Swara Wanoja Sunda ; Gubernur Dedi Mulyadi Tutup Lomba Paduan Suara TP PKK Jabar di Bale Gede Pakuan
Gelar MeiLawan 2026, ILUNI UI FIB Ajak Masyarakat Merawat Ingatan Tragedi Mei 1998
Peluang Berharga Bagi Anak Yatim, Yatim Puatu, Full Beasiswa SD, SMP, SMA di Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago Depok

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 15:21 WIB

Yuk Mengaji Gratis! Yayasan Insan Gemar Mengaji Nusantara Siapkan Generasi Qur’ani dari Depok untuk Indonesia

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:52 WIB

Ini Makna Hari Kebangkitan Nasional Dimata Wali Kota Depok, Supian Suri

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:40 WIB

Kepala DP3AKB Provinsi Jawa Barat, Siska Gerfianti: Keluarga Kuat Kunci Jabar Istimewa

Rabu, 20 Mei 2026 - 23:23 WIB

SMP Sumbangsih Pasar Minggu Jakarta Selatan Gelar Karya Wisata ke Cirebon Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:38 WIB

Tiga Jabatan Kepala Dinas di Depok Tak Lagi Dilelang, Pemkot Terapkan Sistem Manajemen Talenta

Senin, 18 Mei 2026 - 11:55 WIB

SMP Budhi Warman Goes To Yogyakarta Tahun 2026 bersama Dirgantara AIA Tour Travel

Senin, 18 Mei 2026 - 08:04 WIB

Komunitas GASS D1 Gelar Family Gathering Sekaligus Tasyakuran Berdirinya Yayasan Baru

Minggu, 17 Mei 2026 - 22:24 WIB

Drama Contest Pesantren Leadership Daarut Tarqiyah Primago : Sarana Berlatih Bahasa dan Seni Peran Santri & Santriwati

Berita Terbaru